Kategori: Info Pilihan

  • Bank Sampah MTs. Zaha Olah Sampah Plastik Menjadi Batako

    Bank Sampah MTs. Zaha Olah Sampah Plastik Menjadi Batako

    Proses Pembuatan Batako Hasil Olahan Bank Sampah MTs. Zaha

    Genggong- Sampah plastik menjadi sumber masalah bagi sebagian orang karena dianggap mencemari lingkungan. Sampah ini masih belum terurai di dalam tanah meskipun sudah ditimbun selama lebih 100 tahun.

    Namun ditangan Bank Sampah Teristimewa (BST) Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, plastik bekas justru menjadi barang paling diburu saat ini. Melalui kreasi pengurus bank sampah, limbah plastik bisa disulap menjadi batako bernilai tinggi.

    Kreativitas pengurus bank sampah ini muncul saat mereka melihat sampah plastik yang menumpuk di tempat sampah. Sampah yang berupa plastik bungkus makanan dan minuman tidak laku dijual ke pengepul hanya membuat gudang bank sampah terasa sesak. Manager BST, Ustadz Nanang Ishariyanto memutar otak untuk mencari solusi masalah tersebut. Beliau yakin bahwa ada manfaat lebih dari sampah plastik yang menumpuk dan tidak laku dijual itu.

    “Saya berpikir siang malam, apa yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan sampah palstik ini agar tidak menumpuk dan tidak membekas meskipun dibakar.,”ujarnya.

    Ia pun iseng memanaskan plastik itu dengan wajan yang biasa dipakai untuk memasak. Para asatidz yang melihatnya merasa sedikit aneh, terlebih wajannya sampai hitam karena dipakai memanaskan plastik.

    Ternyata lelehan plastik tersebut dibuat untuk mengisi cetakan paving. Setelah berulang kali uji coba akhirnya BST berani meyakinkan para asatidz mengenai kualitas paving buatannya.

    Terbukti, ungkap Ustadz Nanang, paving ini jauh lebih kuat daripada paving yang terbuat dari semen.

    “Saya uji coba terus, untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Saya banting berulang kali ke batu tidak pecah. Saya palu tidak pecah. Beda dengan paving yang terbuat dari semen. Sekali banting langsung pecah. Saat ini kualitasnya sudah bagus, dan saya berani menawarkan ke pembeli. Bahan dasarnya juga bisa dari jenis plastik apapun,” katanya mantap.

    Bentuk paving berbahan plastik itu persis seperti paving pada umumnya. Yang membedakan, bobot paving kreasi bank sampah Teristimewa lebih ringan. Selain itu, bahan bangunan tersebut lebih mudah dicat dengan warna cerah.

    Kepala MTs Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan bank sampah Teristimewa. Hal ini terlihat dari rencana pemasangan paving disekitar halaman madrasah memakai paving dari plastik ini.

    “Terobosan ini perlu diviralkan ke khalayak luar. Karena ini adalah murni hasil anak bangsa yang belajar di madrasah. Saya yakin paving ini akan mendapatkan respon baik dari masyarakat. Saya akan mengawalinya dengan order dulu untuk pemasangan paving di sekitar halaman MTs Zaha” ujar beliau tersenyum.

    Kepala madrasah juga menambahkan bahwa sampah yang sudah dibuang ke tempat sampah belum tentu bisa bersih,”Dengan membuang sampah melalui Tempat Pembuangan Akhir  masalah belum tentu selesai. Namun dengan didaur ulang jadi paving, masalah selesai tanpa melahirkan masalah. Malah bisa membantu ekonomi masyarakat,”ujar beliau mantap.

    BST kini masih terkendala dalam mengembangkan usahanya. Karena alat produksinya terbatas sehingga belum mampu melayani permintaan yang mulai datang dari pelanggan yang mulai meningkat. Sementara modal yang dimilikinya untuk membeli alat cetakan terbatas. BST berharap bisa dilirik oleh berbagai pihak, utamanya pemerintah Kabupaten Probolinggo. (Tgh/Pin)

  • Kepala Madrasah Tinjau Pelaksanaan Try Out UNBK

    Kepala Madrasah Tinjau Pelaksanaan Try Out UNBK

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal (berdiri) saat Melihat Proses Try Out UNBK

    Genggong-  Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan Try Out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejak kemarin Senin (29/1). Bertempat di gedung putra, semua santri kelas IX mengikuti kegiatan ini dengan tertip dan bergantian sesuai dengan sesinya masing-masing.

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal turut hadir ke ruang try out untuk mengetahui proses pelaksanaan try out serta sejauh mana persiapan madrasah untuk menghadapi ujian nasional nanti. Beliau hadir usai acara pelantikan pelopor kedisiplinan di gedung putri.

    Dalam pengamatannya saat proses try out, beliau meminta agar pada pelaksanaan unbk nanti semuanya sudah siap, baik dari peserta maupun dari perlengkapan. “Para santri harus terus dibimbing, mulai dari materi sampai pengoperasian saat mengerjakan. Jika ada laptop yang error segera dipastikan agar nanti tidak terjadi error”, tuturnya.

    Menurrut ustadz Rudy Hamzah, salah satu proktor di MTs. Zaha bahwa dalam pelaksanaan try out unbk pertama kali ini memang ada beberapa kendala. Salah satunya ada laptop yang tiba-tiba mati. Selain itu ruangan juga menjadi ramai karena anak-anak banyak yang bertanya cara login dan pengerjaanya.

    “Memang di hari pertama dan yang pertama kali ini kita banyak memberikan pengarahan kepada santri terutama tata cara pengoperasian, di hari-hari berikutnya sudah lebih kondusif lagi. Termasuk laptop yang error nanti akan diperbaiki. Intinya sementara ini semua masalah teratasi dan try out berjalan dengan lancer”, ujar Ustadz Rudy.

    MTs. Zaha Genggong melakukan try out dengan 5 server pc dan 100 client yang kesemuanya berupa laptop. Para peserta dibagi menjadi 3 sesi, yakni sesi pertama dimulai pukul 07.30, dilanjut sesi kedua pukul 10.30 dan terakhir sesi ketiga dimulai dari pukul 14.00. Try out akan dilaksanakan hingga Kamis (1/2) mendatang. (Pin)

  • Pendaftaran Santri Baru MTs. Zaha Tahun 2018-2019 Resmi Dibuka

    Pendaftaran Santri Baru MTs. Zaha Tahun 2018-2019 Resmi Dibuka

    Kepala Madrasah (Pegang Mic) saat Sambutan dalam Acara Selamatan Pembukaan Penerimaan Santri Baru

    Genggong- Seperti tahun-tahun sebelumnya, MTs. Zainul Hasan Genggong melakukan selamatan untuk memulai penerimaan peserta didik baru ( PPDB). Tahun ini, selamatan tersebut dilaksanakan hari Jum’at (26/01) di kantor putra MTs. Zaha. Kegiatan itu diikuti oleh sejumlah asatidz yang dimulai dari pukul 18.00 atau selepas sholat Maghrib.

    Selamatan ini, menurut kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal dalam sambutannya, sebagai upaya memohon kepada Allah agar selalu diberikan keberkahan kepada MTs. Zaha, utamanya dalam kegiatan penerimaan peserta didik baru.

    “Kita bersama-sama memohon kepada Allah agar nantinya santri baru yang bergabung bersama kita menjadi santri yang diridhai Allah dan Rasulullah, serta ilmu yang kita sampaikan nantinya dapat dengan mudah mereka terima dan menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah. Selamatan ini juga sebagai tanda awal dibukanya pendaftaran santri baru”, ujarnya.

    Asatidz Khusyu’ Berdoa dalam Acara Selamatan

    Usai sambutan kepala madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan surat-surat Al-Qur’an yang biasa dibaca oleh santri Pesantren Zainul Hasan Genggong, yakni surat yang terkumpul menjadi surat munjiyat. Dilanjut dengan pembacaan sholawat nabi dan ditutup dengan doa yang juga dipimpin oleh kepala madrasah.

    Menurut ustadz Abd. Wafi Haris, ketua panitia penerimaan santri baru, secara keseluruhan tidak ada yang berbeda dari penerimaan santri pada tahun-tahun sebelumnya. Hanya beberapa saja yang sedikit ada perubahan, diantaranya tempat pendaftaran dan syarat pendaftaran yang harus dibawa oleh pendaftar.

    “Tahun lalu tempat pendaftaran ada di kantor putra dan putri, tapi tahun ini tempat pendaftaran kita sentral menjadi satu di kantor putra. Sehingga semua pendaftar baik putra dan putri mendaftarnya di kantor putra. Begitu juga syarat pendaftaran yang wajib dibawa ketika mendaftar adalah foto copy Kartu Keluarga (KK), foto copy akte kelahiran, serta foto copy raport dari SD atau MI kelas IV sampai kelas VI”, papar ustadz yang juga menjabat wakamad kesiswaan ini.

    Jadi, lanjut ustadz wafi, mulai tanggal 27 Januari pendaftaran santri baru MTs. Zaha Genggong sudah mulai dibuka. “silakan yang hendak mendaftar langsung datang ke kantor MTs. Zaha atau untuk info bisa mengunjungi website madrasah”, imbuhnya. (Pin)

    —————————-

    Informasi Pendaftaran Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong:

    1. Syarat Pendaftaran
    • Mengisi Formulir pendaftaran
    • Menyerahkan foto copy KK
    • Menyerahkan foto copy akte kelahiran
    • Menyerahkan foto copy raport kelas IV, V, dan VI
    • Menyerahkan surat keterangan NISN
    • Menyerahkan foto copy ijazah/surat tanda lulus
    • Menyerahkan foto copy DKHUN/SHUN
    • Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 3×4 8 lembar
    • Menyerahkan foto copy piagam/sertifikat prestasi

    Keterangan: Foto Copy KK, Akte, dan Raport wajib diserahkan saat mendaftar. (Ijazah dan SHUN bisa disusul lain waktu).

    1. Waktu Pendaftaran

    Gelombang I:

    Pendaftaran : 27 Januari – 05 Mei 2018

    Pelaksanaan Tes : 06 Mei 2018

    Pengumuman hasil tes : 08 Mei 2018 (melalui website madrasah)

    Gratis Biaya Pendaftaran

    Gelombang II:

    Pendaftaran : 09 Mei – 27 Juni 2018

    Pelaksanaan Tes : 28 Juni 2018

    Pengumuman hasil tes : 30 Juni 2018 (Melalui website madrasah)

    Biaya Pendaftaran Rp. 50.000 (Lima puluh ribu rupiah)

    1. Tempat Pendaftaran

    Kantor MTs. Zainul Hasan Genggong putra, Jl. Km. 03 PZH Genggong Pajarakan Probolinggo Jawa Timur (Sebelah selatan monument NU)

    1. Contact Person

    Ustadz Abd. Wafi Haris, S.H., M.Pd.I (085230506511)

    Ustadz Teguh Firmansyah, M.Pd. (085230155096)

    website madrasah : www.mtszaha1.sch.id

  • Wisuda Amtsilati Ketiga, KH. Taufiqul Hakim Serahkan Piagam Terdaftar

    Wisuda Amtsilati Ketiga, KH. Taufiqul Hakim Serahkan Piagam Terdaftar

    Kepala Madrasah saat Menerima Piagam Terdaftar dari Pengarang Amtsilati di acara Wisuda Ketiga

    Genggong- Wajah sumringah terpancar dari ratusan santri MTs Zainul Hasan (MTs Zaha) Genggong. Sebab 273 santri tersebut merupakan peserta wisuda amtsilati dan tahfidz juz ‘amma tahun 2018. Mereka mengikuti prosesi wisuda pada Ahad (7/1) yang berlangsung di Gor Damanhury Romli.

    Wisudawan Juz Amma yang berjumlah 94 santri dikukuhkan oleh Pengasuh Pesantren  Zainul Hasan genggong, KH. Moh. Hasan Zidni Ilma,  sedangkan  179 wisudawan Amtsilaty dikukuhkan oleh KH. Taufiqul Hakim, pengarang kitab Amtsilaty asal Jepara Jawa Tengah. Kedua prosesi tersebut didampingi oleh kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.

    Para pengasuh dan shohibul bait Pesantren Zainul Hasan Genggong menjadi saksi prosesi wisuda Amtsilaty ke-III dan Juz ‘Amma kedua tersebut. Selain para tamu dari Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo dan pengurus Yayasan pendidikan Pesantren zainul Hasan, para asatidz dan wali santri atau orang tua wisudawan juga hadir dalam wisuda tersebut.

    Acara digelar mulai pukul 19.00 WIB, prosesi wisuda tersebut diawali dengan pawai obor oleh santri mengiringi para wisudawan. pawai yang didampingi para asatidz tersebut start dari halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong menuju lokasi prosesi wisuda. Iringan grup drum band dari SD Zainul Hasan yang ikut mengantar para wisudawan semakin menambah meriah suasana, pesta kembang api di langit genggong juga ikut menghiasi kemeriahan pawai.

    Dalam sambutannya, kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I mengatakan  bahwa program wisuda ini akan dilaksanakan setiap tahun setelah para santri diseleksi melalui ujian akbar dan uji publik. Wisuda merupakan akhir dari perjalanan santri menuntaskan Amtsilaty dan Juz Amma. Beliau juga mendoakan semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan barokah.

    “Program wisuda Amtsilaty dan Juz ‘Amma ini akan dilaksanakan sekali dalam setahun setelah melalui rentetan ujian. Mulai ujian akbar oleh tim amtsilaty sampai ujian Publik di depan para santri dan asatidz.   Semoga ilmu kalian menjadi ilmu yang manfaat dan barokah serta selalu mendapatkan barokah dari para muassis Pesantren Zainul Hasan Genggong. “,harapnya.

    Sementara itu, bapak Dr. Sugiyo, M.Pd yang hadir mewakili Kankemenag Kabupaten Probolinggo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MTs Zainul Hasan yang selalu melestarikan budaya pesantren. Beliau juga berpesan kepada para wisudawan untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu di pesantren Zainul Hasan Genggong.

    Dalam wisuda ini juga terdapat 6 wisudawan terbaik, yaitu 3 wisudawan terbaik Amtsilaty dan 3 wisudawan Juz Amma. Wisudawan Amtsilaty terbaik diantaranya Shinta Nur Safitri sebagai wisudawan terbaik pertama, Muhammad Abdul Qodir pada posisi kedua, dan terbaik ketiga diraih oleh Yusi Nur Laili Khabibah. Penghargaan diberikan langsung oleh pengaran Amtsilaty, KH. Taufiqul Hakim yang didampingi oleh Kepala Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, Ustadz Abd. Aziz Wahab, M.Ag.

    Sedangkan wisudawan Juz ‘Amma terbaik secara berurutan yaitu M. Fathoni Dailani, Halimatus Sa’diyah dan M. Hafidzul Ahkam. Almukarrom KH. Hassan Ahsan Malik diberi kehormatan memberikan penghargaan kepada wisudwan terbaik Juz Amma. Tidak ketinggalan juga, MTs Zaha Genggong juga memberi apresiasi kepada para penghafal Al Quran  yang telah menghafalkan Al Quran di atas 3 juz.

    Disamping itu, KH. Taufiqul Hakim, pengarang kitab amtsilati memberikan piagam terdaftar kepada MTs. Zainul Hasan Genggong yang diterima oleh kepala madrasah. Dengan begitu melalui piagam dengan nomor 188/SD/PPDF/II/2010 ini, MTs. Zainul Hasan merupakan lembaga resmi atau yang diakui oleh amtsilati pusat sebagai lembaga yang mengajarkan metode amtsilati. Beliau juga memberikan piagam kepada para pengajar amtsilati di MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Dr. Abd Aziz Wahab, M.Ag, kepala Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan genggong  yang mewakili Ketua yayasan menambahkan, dalam perkembangannya MTs Zainul Hasan ini merupakan satu-satunya MTs di kabupaten Probolinggo yang melaksanakan wisuda Amtsilaty dan Juz Amma. Madrasah ini sudah memiliki semua kriteria untuk dikatakan sebagai madrasah yang maju. Salah satunya MTs Zainul Hasan mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh lembaga lain, yaitu unggul dalam Amtsilaty.

    “Dengan berbagai keunggulan karakteristik madrasah tersebut, sungguh sangat pantas jika MTs Zaha Genggong mempunyai jargon MTs. Zaha Teristimewa” pungkas beliau disambut tepuk tangan hadirin.

    Acara wisuda ini ditutup dengan pembacaan Do’a yang dipimpin oleh KH. Moh. Hasan Maulana. (Tgh/Pin)

  • Selamatan Khataman Profatan, Kamad Ajak Warga Madrasah Dawamul Wudhu’

    Selamatan Khataman Profatan, Kamad Ajak Warga Madrasah Dawamul Wudhu’

    Polokan: Santri Putri Saat Makan Bersama Dalam Rangka Selamatan Khataman Al-Qur’an

    Genggong–  Setelah santri putra MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) melaksanakan selamatan khataman Al-Qur’an beberapa bulan lalu, kini giliran santri putri melakukan kegiatan serupa. Selamatan sebagai puncak dari program menghafal dan mengkhatamkan Al-Qur’an (profatan) itu dilakukan pada Ahad (7/1).  Bertempat di GOR Damanhury Romli, para santri, asatidz dan asatidzah serta Kepala madrasah begitu khidmad mengikuti acara tersebut.

    Selamatan yang dikemas dengan kegiatan Polo’an Akbar atau makan bersama ala santri ini berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB. Kegiatan sendiri diawali dengan menuntaskan sisa bacaan surat Ad-Dhuha sampai surat An-Nas. Pembacaan surat-surat tersebut dipimpin oleh beberapa santri yang didampingi kepala madrasah serta diikuti oleh seluruh santri dan asatidz-asatidzah.

    Dalam kegiatan ini juga diberikan penghargaan kepada para pemenang classmeeting dan peringkat kelas 7 dan 8. Juga penghargaan peringkat satuan kelas terbaik serta para santri yang berprestasi  dalam ajang  Komptisi Sains Madrasah tingkat kabupaten. Peraih peringkat terbaik satuan kelas tersebut juga mendapatkan beasiswa bebas syahriah bulanan selama satu semester genap.

    Selain itu, ditengah-tengah acara, para asatidz-asatidzah dan santri juga memberikan kejutan kepada kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Sebab, kepala yang memimpin MTs. Zaha sejak tahun 2015 sedang berulang tahun yang ke 34. Suasana tambak lebih meriah, semua santri dan yang hadir memberikan tepuk tangan dan menyanyikan sebuah lagu mabruk alfa mabruk.

    “Abuya sangat berterima kasih untuk kalian semua yang telah mempesembahkan abuya surprise ini. Semoga kebaikan kalian juga dibalas oleh Allah. “tutur kepala madrasah dalam sambutannya.

    Dalam kesempatan itu beliau juga mengajak santri dan seluruh asatidz agar selalu dalam keadaan suci selama mengikuti pembelajaran agar ilmu lebih mudah diterima dan lebih barokah. “Mulai saat ini biasakan diri kita agar selalu suci. Usahakan santri putri dan ustadz tidak bersalaman agar wudhu’nya tidak batal, cukup senyum dan salam sudah mewakili semuanya”, ucap beliau.

    Sebagai acara pamungkas, setelah doa para santri menikmati makan bersama. Mereka berjejer rapi berhadap-hadapan membentuk barisan yang masing-masing didepannya tersaji makanan dengan beralaskan plastik dan daun pisang. Makanan ini sengaja disiapkan oleh pihak madrasah untuk dimakan bersama. Dan sebagian santri juga membawa makanan dari rumah. Setelah doa makan dibaca oleh Abuya, para asatidz dan santripun dengan lahap menikmati nasi poloan dengan nikmat. (Tgh/Pin)

  • Santri MTs. Zaha Belajar Membatik

    Santri MTs. Zaha Belajar Membatik

    Santri MTs. Zaha saat Melakukan Praktik Membatik.

    Sejumlah 27 santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menimba ilmu di Griya Batik Rengganis desa Selowogo kecamatan Bungatan kabupaten Situbondo pada hari Sabtu 28 Oktober 2017. Ditempat itu, 27 santri yang menempuh program 4 semester tersebut juga diberi kesempatan langsung untuk mempraktikkan cara membatik pada selembar kain yang telah disiapkan oleh Griya Batik yang sempat menyabet juara I UMKM Award tingkat nasional beberapa tahun lalu.

    Seperti yang dikatakan oleh ustadz Hazbullah Rohman, ketua program PDCI (4 semester) MTs. Zaha bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program outing class yang dikhususkan untuk santri yang menempuh program 4 semester. Hal ini sebagai implementasi dari materi yang telah disampaikan oleh guru di MTs. Zaha. Tujuannya supaya santri tersebut tak hanya mengerti teorinya tapi juga paham praktiknya. “Ini merupakan kegiatan outing class yang pertama dengan materi batik yang dibahas dalam mata pelajaran seni budaya. Jadi mereka bisa tau langsung proses pembuatan batik serta motif-motif batik”, ujarnya.

    Ditempat ini, para santri juga diberikan penjelasan secara detail tentang batik oleh bapak Jasmiko, pemilik griya batik. Mulai dari macam-macam motif batik yang diproduksi, tahapan-tahapan serta teknik dalam pembuatan batik, hingga cara pemasarannya. Bahkan, ilmu entrepreneur juga dengan gambling dijelaskan kepada para santri.

    Rupanya, dari penjelasannya itu membuat santri semakin semangat untuk mendengarkan setiap kata yang dijelaskan. Hingga beberapa pertanyaanpun dilontarkan. Bima contohnya, dia menanyakan cara pemasarannya hingga begitu banyak dikenal oleh orang.

    “Pertama kita kenalkan kepada orang melalui kegiatan-kegiatan kecil yang dilakukan masyarakat, menjajakan produk kita ke tempat-tempat orang, hingga kegiatan seperti pameran produk. Saat ini, mempromosikan produk bisa lebih muda dengan menggunakan media sosial”, papar bapak Jasmiko.

    Usai mendapat penjelasan mengenai batik, para santri langsung diberi kesempatan untuk praktik. Diruang belakang griya batik tersebut, semua santri sangat antusias melakukan praktik membatik. Mulai dari praktik dengan teknik cap, tulis, pewarnaan, hingga finishing. “Awalnya sulit dan tangan masih kaku, tapi  setelah berkali-kali mencoba akhirnya bisa juga. Banyak ilmu yang didapat dengan kegiatan ini. Terutama proses dan cara membatik”, ujar Tias Anggita Verolina, santri asal Situbondo. (Pin)

  • MTs. Zaha Ukir Sejarah Melalui Polo’an Akbar

    MTs. Zaha Ukir Sejarah Melalui Polo’an Akbar

    Para Santri saat Bersiap Menikmati Makanan pada Acara Polo’an Akbar

    Genggong- Puncak kegiatan Profatan (Program Menghafal dan Mengkhatamkan Al-Qur’an) yang digagas oleh Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong tak hanya dilakukan dengan tasyakuran. Tapi juga diwarnai dengan kegiatan unik, yakni kegiatan Polo’an Akbar. Kegiatan ini sebagai acara pemungkas usai pembacaan doa khotmil qur’an kemarin (19/10/2017).

    Menggunakan kata akbar sebab kegiatan makan bersama ala santri yang berlangsung di halaman MTs. Zaha Genggong itu diikuti oleh semua santri, asatidz dan asatidzah serta anak yatim beserta walinya yang diundang untuk menerima santunan.

    Mereka berjejer rapi berhadap-hadapan membentuk barisan yang masing-masing didepannya tersaji makanan dengan beralaskan plastik dan daun pisang. Makanan ini sengaja disiapkan oleh pihak madrasah untuk dimakan bersama. Sebagian juga santri membawa makanan dari rumah.

    Salah satu santri MTs. Zaha berterus terang bahwa dirinya merasa terkesan dengan kegiatan ini. Ia juga mengaku belum pernah melakukan dan mengikuti kegiatan seperti ini sebelumnya. “Ini baru pertama saya  merasakan makan bersama yang sangat berkesan seperti ini. Makan bersama teman-teman, guru dan semuanya di satu tempat, pokoknya seru banget”, ujar Samsul, santri kelas VII.

    Sementara itu, kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud dari kekompakan warga madrasah, baik itu santri maupun guru. “Kita ini keluarga, keluarga MTs. Zaha. melalui kegiatan ini diharapkan semakin menguatkan kekeluargaan”, tutur kepala madrasah yang akrab dipanggil abuya.

    Kepala MTs. Zaha yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menegaskan bahwa kegiatan ini baru pertama kali dilakukan oleh MTs. Zaha, bahkan pertama kali dilakukan oleh lembaga dibawah naungan pesantren Zainul Hasan Genggong. “Belum ada madrasah se Genggong, se Indonesia, bahkan se Dunia yang melakukan kegiatan polo’an seperti ini. Kita yang mengawali”, tuturnya.

    Kegiatan ini, lanjut abuya, baru dilakukan di putra saja yang pesertanya juga santri putra. Nantinya kegiatan serupa juga akan dilakukan di putri yang pesertanya semua santri putri MTs. Zaha. “Insya Allah nanti akan dilaksanakan pra acara wisuda Amtsilati yang akan dilaksanakan bulan Januari mendatang”, jelasnya. (Pin)

  • MTs. Zaha Kembali Raih Juara II Lomba Mading

    MTs. Zaha Kembali Raih Juara II Lomba Mading

    Mading 3D Karya Santri MTs. Zaha saat Penilaian oleh Dewan Juri yang Akhirnya Ditetapkan Sebagai Juara II

    Genggong- Tim Mading Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengukir prestasi dalam lomba mading 3 dimensi yang digelar oleh Ikatan Pelajara Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat Pesantren Zainul Hasan Genggong pada Jumat (20/10) kemarin. Prestasi ini merupakan kali ke dua yang diraih oleh MTs. Zaha pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) setelah bersaing dengan 15 tim mading dari seluruh lembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan dan Hafshawati.

    Prestasi ini sekaligus mempertahankan gelar pada peringatan HSN tahun lalu. Lomba serupa dalam memperingati HSN tahun 2016, MTs. Zaha berhasil memposisikan diri sebagai juara ke dua setelah juara satu diraih oleh SMA Unggulan Haf-Sa yang juga sebagai juara bertahan tahun ini.

    Pemberian hadiah dan penghargaan bagi para juara dilakukan saat apel peringatan Hari Santri Nasional di halaman P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong. Penghargaan itu diserahkan oleh KH. Moh. Hasan Naufal, kepala MTs. Zaha yang saat itu juga bertindak sebagai Pembina apel kepada perwakilan para juara, diantaranya juara 1 lembaga SMA Unggulan Haf-Sa diwakili oleh ustadz Abdul Mufid, Juara ke dua diterima oleh Ustadz Abd. Wafi Haris, serta juara ke tiga diraih oleh Madita Zaha yang penghargaannya diterima oleh KH. Moh. Hasan Maulana.

    Salah satu peserta dari MTs. Zaha, Adinda mengaku senang sekali timnya bisa meraih juara. Jerih payahnya terbayar setelah timnya ditetapkan sebagai juara ke dua. “kami senang sekali masih bisa juara, meskipun hanya juara ke dua. Sebab lawan kita bukan hanya tingkat SMP tapi lebih banyak dari tingkat SLTA”, ujar santri kelas IX ini.

    Disamping itu, ustadz Abd. Wafi Haris, Wakil Kepala Madrasah bagian Kesiswaan, mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para santri MTs. Zaha tersebut. “Alhamdulillah, tahun ini kita dapat mempertahankan gelar yang kita raih tahun lalu. Selamat kepada tim mading yang telah berhasil memberikan prestasi kepada MTs. Zaha. Dan semoga tahun depan kita bisa rebut juara pertama”,  Jelas ustadz Wafi. (Gus/Fin)