Kategori: Info Pilihan

  • Programkan Green Bike untuk Pererat Silaturrahim

    Programkan Green Bike untuk Pererat Silaturrahim

    Asatidz MTs. Zainul Hasan Genggong Foto Bersama Sebelum Berangkat Kampanyekan Green Bike

    Genggong- Bersepeda kini menjadi salah satu olahraga yang digemari masyarakat. Saat ini bersepeda tidak hanya sekedar untuk olahraga saja tapi juga menjadi sarana bersosialisasi dan menjalin silaturrahmi. Seperti yang dilakukan  para asatidz Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong hari Ahad (30/7). Mereka bersepeda bersama yang dipimpin langsung oleh kepala madrasah, Abuya KH. Moh. Hasan  Naufal, S.H.I.

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh MTs Zaha ini bertujuan untuk memperarat silaturrahmi antara semua stake holder di MTs Zainul Hasan Genggong dan juga bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa solidaritas asatidz di MTs Zaha selalu terjaga erat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan pendidikan umat.Selain itu, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan program bersepeda yang beberapa waktu lalu menjadi pembahasan di intern pimpinan madrasah.

    Start dari halaman madrasah, rombongan mulai mengayuh pedalnya menuju arah selatan. Lalu menuju daerah Temenggunan dan Selogudig. Dilanjut melewati Patemon dan Jatiurip dengan finish kembali di halaman madrasah. kurang lebih jarak 18 kolometer ditempuh oleh rombongan.

    Tampak para asatidz ada yang menggunakan sepeda tua (ontel), sepeda gunung, bahkan sepeda mini. Sebab memang tak ada kreteria sepeda khusus yang ditentukan dalam kegiatan ini. “Kita beri nama kegiatan ini dengan sebutan Green Bike. Semua jenis sepeda bisa, asal bukan sepeda motor”, ujar kepala madrasah.

    Kegiatan bersepeda ini, lanjut kepala madrasah, merupakan intruksi ketua yayasan pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk diterapkan di lembaga yang berada dibawah naungan yayasan dengan tujuan untuk mengurangi polusi dan membiasakan dengan hidup sehat. “jadi nantinya asatidz yang jarak rumahnya dengan madrasah kurang dari 3 kilometer untuk berangkat ke madrasah harus bersepeda. Madrasah Tsanawiyah yang mengawali, semoga nanti lembaga lain bisa menyusul”, jelasnya

    Sementara itu, wakamad Humas, ustadz Teguh Firmansyah yang juga koordinator kegiatan menyebutkan bahwa sebelum dikampanyekan, para asatidz yang jaraknya dekat dengan madrasah sudah mulai menggunakan sepeda untuk berangkat ke madrasah sejak beberapa hari lalu. “Sejak ada kabar guru yang rumahnya dekat harus bersepda, asatidz MTs. Zaha sudah mulai banyak yang bersepeda ke madrasah. Dan Alhamdulillah kegiatan kampanye ini berjalan dengan lancar”, ujarnya. (Tgh/Fin)

  • Kenalkan Sejarah Pesantren dengan Ziarah

    Kenalkan Sejarah Pesantren dengan Ziarah

    Santri Baru Putri saat Ziarah di Maqbaroh

    Genggong-Kegiatan Masa Ta’aruf Santri Madrasah (Matsama) Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong di hari terakhir diisi dengan kegiatan ziarah ke makam para masyayikh Pesantren Zainul Hasan Genggong. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (27/7) ini Selain mengenalkan para pendiri Pesantren Zainul Hasan Genggong, kegiatan ini juga bertujuan  agar santri baru mengetahui sejarah dan kisah-kisah para pendiri pesantren.

    Kegiatan religi ini dipandu oleh beberapa ustadz dari madrasah setempat, di antaranya Ustadz Sandi Zainullah dan Ustadz Ali Wapa untuk rombongan santri putra. Sedangkan santri putri dipandu oleh Ustadz Teguh Firmansyah, Ustad Agus Setiawan, dan Ustad Junaidi Sukian. Santri putra dan santri putri melakukan ziaroh secara bergantian.

    Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diawali oleh santri putra yang berangkat dari kantor MTs. Zaha Putra menuju maqbaroh yang berada di kompleks pesantren. Sedangkan santri putri menunggu di Aula Putri MTs. Zaha. Maqbaroh yang terletak di samping Masjid Jami’ Al-Barokah Pesantren Zainul Hasan Genggong ini terdapat makam pengasuh kedua Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Moh. Hasan atau yang dikenal dengan sebutan Kiai Sepuh, makam pengasuh ketiga, KH.  Hasan Saifourridzal, dan Nyai Hj. Himami Hafsawati serta beberapa para keturunan Kyai Sepuh. Para santri tampak antusias mendengar salah satu kisah Kiai sepuh yang diceritakan oleh Ustadz Sandi Zainullah.”ketika Sang Ibu Khodijah Mengandung Kyai Hasan, beliau suatu malam bermimpi memakan rembulan. Menurut yang menafsirkan mimpiya bahwa anak yang dikandungnya akan menjadi orang besar. Benar saja, beliau adalah Kiai sepuh yang telah kita ketahui bersama.” Terangnya. Kegiatan dilanjutkan dengan tahlil bersama.

    Setelah itu, rombongan santri baru didampingi pemandu berjalan ke arah barat menuju maqbaroh yang tak jauh dari tempat pertama meski lokasinya berada di luar kompleks pesantren. Di maqbaroh ini, terdapat beberapa makam para masyayikh Genggong, antara lain Kiai Ahmad Nahrawi, Kiai Asnawi, Kiai Nawawi, Kiai Tuhfah, KH. Ali Munib As’ad dan putranya (Gus Ainun Naim) serta beberapa makam keturunan KH. Moh. Hasan Genggong. Salah satu pemandu ziaroh, Ustad Teguh Firmansyah sempat bercerita sedikit tentang kisah salah satu Kiai, “Beliau (Kiai Tuhfa) ketika masih belia, umur dua belas tahun, sudah pandai sekali mengarang kitab.” Paparnya yang dilanjut dengan tahlil bersama.

    Selepas dari mabaroh ini, rombongan berjalan ke arah barat menyusuri sawah-sawah guna melanjutkan perjalanan ziarah. Makam yang terletak di tengah-tengah sawah ini merupakan makam pendiri pertama Pondok Genggong, Kiai Zainal Abidin. Sesampainya di maqbaroh, para santri memilih beristirahat sejenak sebelum melakukan tahlil.

    Selesai berziaroh, para santri baru kembali ke madrasah dengan melewati jalan KH. Hasan Saifourridzal. Meskipun harus berjalan lebih dari satu kilo meter, tidak ada kesan lelah dari para santri. Sebaliknya, mereka merasa senang bisa mengunjungi makam para Masyayikh Genggong sambil jalan-jalan. “nggak capek, sih. Malah seneng bisa tahu tempat-tempat makam para Kiai Genggong dan tahun sejarahnya. Asyik juga bisa jalan-jalan.” Ucap Adenrael Arkansyah, salah satu santri baru program Fullday Agama. (Gus/Fin)

  • Serunya Diklat Menghafal Cepat Asmaul Husna

    Serunya Diklat Menghafal Cepat Asmaul Husna

    Santri Semangat Mengikuti Diklat Asmaul Husna saat Matsama Tahun Pelajaran 2017-2018

    Genggong-Salah satu keunggulan santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong adalah dapat menghapal Asma’ul Husna. Itulah salah satu alasan mengapa para santri baru MTs. Zainul Hasan Genggong selalu dibekali dengan kegiatan Diklat Menghapal Cepat Asmaul Husna. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini termasuk salah satu rangkaian kegiatan Matsama (Masa Ta’aruf Santri Madrasah). Kegiatan yang dipandu oleh Ustad Ali Wafa Baiquni, S.H.I. dan Ustad Abdul Manaf tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 22-23 Juli 2017 bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli PZH Genggong.

    Dalam kegiatan tersebut, para santri diajarkan bagaimana tata cara menghapal Asmaul Husna dengan metode-metode matrikulasi. Dengan harapan, santri baru dapat menghapal 99 nama Allah itu  tidak hanya secara urut, namun juga secara acak lengkap dengan artinya.

    Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri baru, baik putra maupun putri tersebut berlangsung lancar. Para santri baru tampak antusias mengikuti berbagai arahan dan bimbingan dari pemateri. Penyampaian tata cara hapalan pun disampaikan secara santai tapi serius sehingga para santri tidak bosan menyimak arahan-arahan dari nara sumber.

    “seru banget. Cara menjelaskannya juga enak sehingga cepat nyantol. Dan bisa nyanyi-nyanyi juga, jadinya kita nggak bosan” Ucap Ifadila Rahmadani, salah satu santri baru Program PDCI yang berasal dari Jember.

    Di akhir kegiatan, Ustad Abdul Manaf, salah satu pemateri berpesan agar para santri baru selalu mengamalkan Asmaul Husna di mana pun. “ saya berharap, Asmaul Husna ini tidak hanya dihapalkan di sini, namun juga diamalkan di mana saja, baik itu di sekolah, pondok, atau pun rumah. Karena banyak sekali manfaat yang akan kita dapat.” Tuturnya.

    Selain mendapat bekal melalui kegiatan Diklat Asmaul Husna di acara Matsama, para santri yang ingin memantapkan hapalannya dapat mengikuti kegiatan Students Day Menghapal Cepat Asmaul Husna yang diadakan sepekan sekali. (Gus/Fin)

  • Berbanggalah Menjadi Bagian dari Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong

    Berbanggalah Menjadi Bagian dari Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong

    Penyematan identitas peserta Matsama oleh wakamad kurikulum, ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S.Ag., M.M

    Genggong- Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan santri baru Madrasah Tsanawiyah  Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong diawali dengan pelaksanaan pengenalan madrasah kepada santri baru. Tahun ini kegitan tersebut diatur oleh kementerian Agama dengan nama kegiatan MATSAMA atau Masa Ta’aruf  Santri Madrasah. Bertempat di halaman MTs. Zaha Putra, kegiatan Matsama  ini dimulai dengan pembukaan pada Selasa, 18 Juli 2017 pukul 07.30 WIB. Seluruh santri baru yang berjumlah lebih kurang 400 mengikuti kegiatan pembukaan ini yang didampingi oleh pengurus OSIS Putra dan Putri.

    Pembukaan Matsama diawali dengan pembacaan surat Al Fatihah yang dipandu oleh salah seorang pengurus OSIS Putri, Adinda Febriani Saputri, yang saat itu juga ditugasi menjadi pemandu acara. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyematan atribut Matsama oleh Wakamad Kurikulum, Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S. Ag., M.M. kepada perwakilan santri baru sebagai tanda peserta siap mengikuti semua rangkaian kegiatan Matsama.

    Pada kegiatan tersebut, Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, juga mewakili Kepala Madrasah yang berhalangan hadir untuk memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan Matsama. Dalam sambutannya, wakil kepala bagian kurikulum MTs. Zaha asal Karangpranti tersebut menuturkan bahwa santri baru sudah menjadi bagian dari keluarga besar MTs. Zainul Hasan Genggong. “Berbanggalah kalian masuk ke MTs. Zaha Genggong tercinta ini. Berbanggalah kalian menjadi santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini. Karena mulai sekarang, kalian sudah menjadi bagian dari MTs. Zainul Hasan Genggong, terlebih lagi, kalian adalah bagian dari Pesantren Zainul Hasan Genggong”, tegasnya.

    Usai pembukaan, santri baru langsung mengikuti penyampaian materi pertama tentang Visi, Misi, Tujuan serta Program MTs. Zaha yang juga disampaikan oleh ustadz H.M Harsoyo Mukhtar. penyampaian materi ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli PZH Genggong.

    Sesuai jadwal yang ada, santri baru akan menjalani serangkaian kegiatan Matsama yang akan berlangsung selama delapan hari. Selain ta’aruf dengan teman-teman baru, kakak kelas dan pengurus OSIS serta para asatid, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan lingkungan madrasah dan pesantren kepada santri baru. (Gus/Fin)

  • Tentukan Pilihan Program, Santri Baru Ikuti Tes IQ

    Tentukan Pilihan Program, Santri Baru Ikuti Tes IQ

    Serius: Santri Baru MTs. Zaha Genggong Saat Mengikuti Tes IQ.

    Genggong- Seluruh santri baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengikuti tes Intelligence Quotient (IQ) kemarin Senin (16/7). Tes ini merupakan rangkaian yang harus diikuti oleh semua santri baru untuk mengukur IQ yang dimiliki. Sebab, nantinya bagi siswa yang memiliki IQ diatas 130 akan direkomendasikan untuk mengikuti program Peserta Didik Cerdas Istimewa atau PDCI.

    Dalam pelaksanaan tes IQ yang pertama kali ini MTs. Zaha bekerjasama dengan Universitas Sunan Ampel Surabaya (UINSA). “Kita pilih UINSA atas rekomendasi kanwil kemenag provinsi. Semoga hasilnya maksimal, utamanya santri yang sudah memilih program PDCI,”, ujar ustadz Hazbullah Rohman, ketua program PDCI MTs. Zaha.

    Sebab, lanjut ustadz Hazbul, untuk mengetahui minat santri yang ingin masuk ke program PDCI ini sudah diberikan pilihan program untuk dipilih saat mengisi formulir pendaftaran, yakni pada pilihan program PDCI, fullday agama,  fullday umum, ataupun reguler. Namum pilihan tersebut hanya sementara, bisa jadi santri yang memilih program PDCI tidak bisa masuk program PDCI jika IQ tidak mencapai 130. Begitu juga santri yang memilih non PDCI jika hasil tesnya mencapai IQ 130 bisa direkomendasikan untuk mengikuti program PDCI. “Kepastiannya menunggu hasil tes IQ ini. Setidaknya santri yang telah memilih program PDCI ini bisa mencapai IQ 130”, harapnya.

    Oleh karena itu, Santri yang mengikuti tes IQ ini terbagi menjadi 10 ruang, yakni 4 ruang untuk santri putra dan 6 ruang untuk santri putri. Seluruhnya bertempat di gedung MTs. Zaha Putra. Sedangkan santri yang memilih program PDCI disediakan ruang 1 untuk santri putra dan ruang 5 untuk santri putri.

    Terkait dengan hasil tes IQ ini, pihak UINSA ketika dikonfirmasi kembali melalui telpon mengatakan bahwa nilai akan selesai pada hari Senin mendatang. “kami usahakan tanggal 24 Juli hasilnya dikirim ke MTs. Zaha”, tegasnya.

    Sementara itu, pada hari Selasa atau sehari setelah hasil tes diterima, panitia Penerimaan Peserta Didik Baru dan pengelola program PDCI akan mengundang wali santri yang putra dan putrinya memiliki IQ minimal 130 agar hadir ke madrasah untuk wawancara. “Kami akan menghubungi wali santri yang IQ putra atau putrinya mencapai 130 sekaligus akan kami undang untuk wawancara”, ujar ustadz Hazbul. (Fin)

  • Kepala Biro Pendidikan: MTs. Zaha Genggong adalah Gudangnya Prestasi

    Kepala Biro Pendidikan: MTs. Zaha Genggong adalah Gudangnya Prestasi

    Kepala Biro Pendidikan, Dr. Abd. Aziz Wahab (Pegang Mic) Saat Memberikan Sambutan

    Genggong- Tahun ini genap sepuluh tahun Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong dengan status terakreditasi A. Oleh sebab itu, hari Jum’at hingga Sabtu kemarin atau tanggal 14-15 Juli 2017 MTs. Zaha Genggong kembali melakukan pembaruan akreditasi yang biasa dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tim Asesor (Penilai) dari Badan Akreditasi Provinsi Jawa Timur untuk Sekolah/Madrasah, yakni bapak Drs. Sadjid, M..Sc dan bapak Saiful Asyari S.Ag., M.Pd.I hadir ke MTs. Zaha untuk meninjau langsung fisik yang dimiliki madrasah yang berdiri sejak tahun 1852 ini.

    Saat acara pembukaan, kepala biro pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, Ustadz Dr. Abd. Aziz diberi kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan mewakili Yayasan Pendidikan PZH Genggong. Dalam sambutannya, doktor yang pernah menjabat kepala MTs. Zaha ini mengisahkan perjalanan MTs. Zaha dari awal. Sebab, dulu MTs. Zaha ini tidak memiliki gedung sendiri. “Gedungnya dipakai bersama dengan lembaga SMP, jadi masuknya bergantian”, kisahnya.

    Namun, seiring dengan perkembangannya, ustadz Aziz menilai MTs. Zaha mengalami perkembangan yang sangat cepat, baik dari segi infrastruktur maupun kualitas pendidikannya. Beliau menyebutkan status atau akreditasi yang dimiliki oleh MTs. Zaha Genggong dari tahun ke tahun, mulai dari MTs. Zaha Genggong berstatus Tercatat pada Kantor Wilayah Departemen Agama (Sekarang Kementerian Agama) pada tahun 1980, lalu memperoleh status Terdaftar pada tahun 1993, setelah itu memperoleh statys Diakui pada tahun 1994. Dan status yang lebih tinggi kembali diperoleh pada tahun 1996 yakni status Disamakan. lalu sejak tahun 2007 MTs. Zaha telah terakreditasi A. “Jadi gedung madrasah sekarang tidak perlu numpang lagi, bahkan sekarang dengan fasilitas yang begitu lengkap disediakan oleh madrasah ini”, paparnya.

    Selain itu, kepala biro pendidikan menilai bahwa dalam segi prestasi MTs. Zaha sudah tidak diragukan lagi. Telah banyak prestasi-prestasi dari santri MTs. Zaha yang telah direkap oleh biro pendidikan. Termasuk lulusan-lulusan yang berkualitas menurutnya lahir dari madrasah ini. “MTs. Zaha ini gudangnya prestasi. Sehingga madrasah ini memang madrasah yang teristimewa”, jelas ustadz Aziz. (Fin)

  • Visitasi Akreditasi, Tim Asesor BAP Madrasah Jawa Timur Puji MTs. Zaha Genggong

    Visitasi Akreditasi, Tim Asesor BAP Madrasah Jawa Timur Puji MTs. Zaha Genggong

    Genggong- Sejumlah Sekolah dan Madrasah Negeri maupun Swasta kedatangan tamu istimewa, yakni tim asesor yang datang ke sekolah dan madrasah untuk melakukan penilaian akreditasi. Seperti halnya Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 14-15 Juli kemarin juga menerima tamu yang datang setiap lima tahun sekali tersebut. Sebagaimana jadwal yang ditentukan oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M)  Jawa Timur, tim asesor yang hadir ke MTs. Zaha merupakan tim 45 yang diwakili oleh Bapak Drs. Sadjid, M.Sc dan Bapak Saiful Asyari S.Ag., M.Pd.I.

    Sebelum terjun lapangan, kegiatan visitasi tersebut diawali dengan acara seremonial yang berlangsung di ruang gedung baru MTs. Zaha yang juga dihadiri oleh para asatidz dan asatidzah MTs. Zaha, dilanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal.

    D

    Proses Penilaian Akreditasi dengan melihat berkas yang dimiliki madrasah

    alam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf kepada tim asesor jika dalam penyambutan hingga proses penilaian terdapat banyak kekurangan. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan sedikit program yang telah dilakukan oleh MTs. Zaha, termasuk perkembangannya dari tahun ke tahun. Disela-sela sambutannya beliau menayangkan video profil MTs. Zaha melalui layar dan televisi yang telah disediakan.
    “Kehadiran tim asesor ini sangat berguna bagi kami semua, utamanya dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan dan mengevaluasi diri. Untuk itu kami mohon bimbingannya agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para santri”, ujarnya yang diakhiri dengan hadiah pantun untuk tim asesor.

    Hal tersebut juga disampaikan oleh kepala biro Pendidikan, Bapak Dr. Abd. Aziz. Dalam penilaiannya, beliau menyampaikan bahwa MTs. Zaha merupakan gudangnya prestasi. Sebab banyak prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh MTs. Zaha. Selain itu, identitas lulusan yang memiliki keunggulan tersendiri membuat MTs. Zaha selalu mengalami peningkatan. Termasuk dalam hal akreditasi yang semula MTs. Zaha dari status diakui lalu menjadi status disamakan hingga saat ini terakreditasi A.  “Semoga nilai tersebut tetap bisa dipertahankan sehingga benar-benar menjadi madrasah teristimewa dengan legalitasnya”, ujar doctor yang pernah menjabat kepala MTs. Zaha ini.

    Peninjauan lokasi dan sarana prasarana oleh asesor

    Selanjutnya sambutan disampaikan oleh tim asesor, bapak Sadjid. Beliau mengajak agar tim dari MTs. Zaha tidak terlalu tegang namun selalu siap untuk menunjukkan berkas yang diminta sesuai instrumen akreditasi. Tim dari MTs. Zaha sempat dibuat senang saat disampaikan bahwa beliau sudah bisa menilai cukup dengan melihat tayangan video profil. Namun kegembiraan tersebut hilang seketika saat beliau melanjutkan pembicaraannya. “Bisa menilai tapi berkas tetap harus diperiksa”, terangnya.

    Sementara itu, bapak Saiful menyampaikan terima kasih kepada MTs. Zaha atas penyambutannya. “kami berdua datang sebagai tamu, jadi tamu manut sama tuan rumah. Namun kami mohon apa yang dibutuhkan nanti  terkait dengan perintah pada instrument akreditasi  agar dipenuhi”, ujarnya.

    Usai seremonial tersebut, tim 8 standar MTs. Zaha menuju ruang sebelah tempat berkas atau bukti fisik untuk ditunjukkan kepada asesor. Penilaian berkas dan bukti fisik hingga survey lokasi dan sarana prasarana berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.

    Diakhir visitasi atau pada saat penutupan, tim asesor banyak memberikan masukan untuk bahan perbaikan dibeberapa hal. “Namun secara keseluruhan, MTs. Zaha Genggong  sangat bagus, memang is the best”, ujar bapak Saiful. (pin)

  • Ajak Wali Santri Aktif Menanyakan Putra-Putrinya

    Ajak Wali Santri Aktif Menanyakan Putra-Putrinya

    Genggong- Segenap pimpinan dan asatidz Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan silaturrahim bersama wali santri kelas VII dan VIII kemarin Ahad (9/7/2017). Silaturrahim dalam rangka pembagian hasil belajar santri ini berlangsung di GOR Damanhuriy Romli Genggong.

    Dalam kesempatan ini pihak madrasah menyampaikan beberapa hal kepada wali santri yang hadir tekait program dan inovasi pengembangan pendidikan yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Pertemuan ini diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Afindra Yanuarsyah, santri MTs. Zaha peraih juara pada Aksioma tingkat kabupaten Probolinggo tahun lalu.

    Dilanjutkan dengan penyampaian informasi dinas oleh wakil kepala madrasah bagian kurikulum, ustadz HM. Harsoyo Mukhtar. Pada sesi itu beliau menyampaikan jumlah keadaan santri dan para santri berprestasi setahun terakhir serta program yang telah dilakukkan. Diantaranya program yaumus shodaqoh atau hari bersedekah yang dilakukan setiap hari kamis mampu memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin dengan biaya puluhan juta rupiah. “dana itu dihasilkan dari putra-putri bapak-ibu yang dikumpulkan setiap hari kamis”, paparnya.

    Selain itu beliau juga mengajak wali santri untuk selalu memantau perkembangan para santri atau putra-putrinya sendiri. Sebab, peran serta orang tua dinilai penting untuk mendukung perkembangan dan pengawasan santri santri. “Meski setiap bulan pihak madarasah telah melaporkan keadaan putra dan putrinya melalui wali kelas, namun laporan itu masih dibilang kurang detail karena dalam bentuk format yang sama. Untuk itu jika ingin lebih tahu perkembangan lebih detailnya silahkan bertanya kepada kami, bisa melalui wali kelas, guru BK, maupun wakamad kesiswaan”, jelasnya.

    Sebab, lanjut ustadz Harsoyo, jika menanyakan secara langsung wali santri bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas. Terkadang juga info yang disampaikan oleh pihak madrasah tidak sampai kepada wali santri dikarenakan nomor kontak yang sering ganti.

    Pemberian hadiah kepada santri prestasi

    Selain itu, kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal dalam sambutannya juga mengingatkan kepada wali santri untuk selalu mendukung program dan inovasi yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Sebab menurutnya inovasi yang dilakukan tidak lain untuk memajukan pendidikan yang ada agar tidak jalan ditempat. “Semuanya demi kemajuan dan kualitas putra-putri panjenengan semua”, tegas beliau.

    Dalam kegiatan ini juga diberikan hadiah kepada para santri peraih peringkat terbaik di kelas dan para santri peraih juara lomba tingkat kabupaten dan provinsi selama setahun terakhir. Dilanjut dengan pembacaan sholawat nabi dan doa yang dipimpin oleh kepala madrasah. (Fin)