Kategori: Info Pilihan

  • Profatan Khatam, MTs. Zaha Gelar Tasyakuran

    Profatan Khatam, MTs. Zaha Gelar Tasyakuran

    Salah Satu Santri saat Memimpin Pembacaan Al-Qur’an pada acara Tasyakuran Profatan

    Genggong- Salah satu program baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong, Profatan (program menghafal dan mengkhatamkan Al-Qur’an) sampai pada puncaknya. Kemarin (19/10) para santri dan asatidz menuntaskan khataman sekaligus mengadakan tasyakuran atas tercapainya program mengkhatam Al-Qur’an. Bertempat di halaman kantor MTs. Zaha Putra, para santri, asatidz dan asatidzah serta Kepala madrasah begitu khidmad mengikuti acara tersebut.

    Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB itu diawali dengan menuntaskan sisa bacaan, yakni surat Ad-Dhuha sampai surat An-Nas. Pembacaan Al-Qur’an ini diikuti oleh seluruh warga madrasah yang dipandu oleh beberapa santri didampingi kepala madrasah, Abuya K.H. Moh. Hasan Naufal.

    “Alhamdulillah, hari ini kita semua dapat mengkhatamkan Al-Qur’an. Ini adalah hasil mengaji santri bersama asatidz setiap pagi mulai pukul 07.15 WIB sampai dengan pukul 07.30 WIB.” Tutur Ustadz Teguh Firmansyah, selaku wakil kepala madrasah bagian Humas.

    Seperti yang diketahui bahwa profatan ini merupakan salah satu program MTs. Zaha untuk membiasakan santri membaca Al-Qur’an. Dengan keistiqomahannya setiap hari, diharapkan santri yang belum lancar dalam membaca Al-Qur’an bisa lancar, bahkan bisa sampai level hafal. “Setelah khatam ini, profatan tetap berlanjut dan diulang dari surat pertama lagi”. Ujar ustadz Abd. Wafi Haris, wakil kepala madrasah bagian kesiswaan. (Gus/Fin)

  • Hadirkan Anak Yatim untuk Salurkan Hasil Shodaqoh Santri dan Asatidz

    Hadirkan Anak Yatim untuk Salurkan Hasil Shodaqoh Santri dan Asatidz

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat Memberikan Santunan kepada Anak Yatim Hasil Shodaqoh Santri & Asatidz

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan sikap sosial kepada masyarakat. Kemarin (19/10), Madrasah Tsanawiyah berjargon “teristimewa” tersebut kembali menggelar kegiatan santunan kepada para anak yatim di sekitar Pesantren Zainul Hasan Genggong.

    Kegiatan yang berlangsung di halaman MTs. Zainul Hasan Genggong ini dihadiri oleh seluruh warga Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan. Serta sebanyak tiga puluh anak yatim yang berasal dari 15 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah sengaja didatangkan guna mendapat santunan berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah.

    Kepala MTs. Zainul Hasan, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal, mengatakan merasa senang sekali bisa berbagi dengan para yatim piatu “Selamat datang anak-anakku yang istimewa. Kita sangat senang sekali bisa kedatangan tamu yang  istimewa, yang nantinya akan menarik kita ke surga kelak.” Tutur beliau saat sambutan.

    Selanjutnya, beliau menambahkan, bahwa majelis yang kedatangan yatim piatu adalah majelis yang diberkahi oleh Allah SWT. Kita harus memperlakukan mereka dengan baik dan lembut.

    Santunan tersebut merupakan hasil shodaqoh para santri dan asatidz MTs. Zaha yang setiap Kamis dikumpulkan oleh OSIS dengan nama program Yaumus Shodaqoh. “Santunan ini merupakan kali ke empat yang dilakukan oleh MTs. Zaha. Insya Allah santunan akan terus dilakukan. Sebab hingga saat ini program yaumus shodaqoh masih terus dijalankan setiap hari kamis dan program mulia ini tidak akan pernah dihapus dari MTs. Zaha”. Ujar ustadz Abd. Wafi Haris, Wakamad Kesiswaan. (Gus/Fin)

  • Ikuti Paradise II di Jember, Regu Scorpion Bawa Pulang 3 Juara

    Ikuti Paradise II di Jember, Regu Scorpion Bawa Pulang 3 Juara

    Santri MTs. Zaha Genggong saat Terima Juara Pada Ajang Paradise II MAN 2 Jember

    Regu Scorpion MTs. Zainul Hasan 1 Genggong kembali mengikuti ajang lomba pramuka penggalang yang diadakan oleh MAN 2 Jember bertajuk PARADISE II. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (14-16 Oktober 2017) tersebut berisi tiga belas lomba yang diperebutkan oleh lembaga se Jawa Timur.

    Dari tiga belas lomba yang diadakan, Regu Scorpion hanya bisa membawa pulang 3 kategori lomba saja. Yakni, lomba pioneering juara satu, lomba cerdas cermat juara dua, dan lomba Clean Resident juara tiga. “Alhamdulillah kita masih bisa pulang dengan membawa juara”, ujar ustadz Agus, pendamping peserta lomba.

    Ustadz Agus juga menyampaikan bahwa ini merupakah hasil dari semangat para santri MTs. Zaha yang mengikuti paradise II ini. Para santri yang tergabung dalam regu scorpion ini melakukan latihan lebih ekstra untuk mempersiapkan lomba.

    Namun disisi lain, ternyata persiapan tersebut harus bertentangan dengan beberapa teknis lomba yang berubah-ubah dan tidak sesuai juknis dan peraturan awal. Sehingga hal tersebut mengotori ajang yang sudah berlangsung ke dua kalinya ini dan tentunya merugikan pihak MTs. Zaha. Tak sedikit pendamping regu yang protes kepada panitia, termasuk pendamping dari MTs. Zaha.

    Pada ajang lomba warna-warni paradise (mengecat tembok) misalnya, yang semula menggunakan tiga warna, berubah menjadi dua warna saja. Hal ini sangat bertentangan dengan topic lomba “warna-warni. Kemudian lomba mading 3D, yang di juknis peserta terdiri atas empat orang, pada saat perlombaan hanya diperbolehkan tiga orang.

    Tidak sampai di situ, lomba PBB tongkat bukan hanya menyalahi teknis, namun sudah menyalahi aturan dalam pramuka. Menurut Kak Roey, Pembina Pramuka MTs. Zaha, sandang tongkat seharusnya tidak memakai tali. “Saya nggak ngerti aturan di Jember ini seperti apa. Tapi yang jelas, di mana-mana sandang tongkat itu tidak pakai tali.” Protes Pembina yang juga anggota Saka Bhayangkara Polres Probolinggo tersebut.

    Protes juga dilayangkan oleh pendamping regu dari madrasah lain. Pendamping berbaju loreng tersebut menyayangkan keputusan juri yang berubah-ubah. “Tadi di papan pengumuman, regu kami lomba pentas seni juara satu. Ketika pengumuman, eh malah juara tiga. Gak fair ini jurinya”, Tandasnya. (Gus/Fin)

  • Juara II MTQ pada Ajang MIC MAN 2 Jember

    Juara II MTQ pada Ajang MIC MAN 2 Jember

    M. Fatoni Dailani, Santri MTs. Zainul Hasan Genggong yang Meraih Juara II MTQ pada ajang MIC MAN 2 Jember

    Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengikuti berbagai lomba. Kali ini, mereka bersaing pada ajang Muharram Islamic Competition (MIC) di MAN 2 Jember selama tiga hari, 14-16 Oktober 2017. Lomba-lomba yang diadakan se-Jawa Timur itu antara lain kaligrafi, pidato bahasa arab, MTQ, olimpiade matematika, dan lomba pramuka penggalang.

    Dimulai dengan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), MTs. Zaha mendelegasikan tiga santri. Pada lomba yang diikuti oleh lebih dari seratus peserta ini, salah satu perwakilan MTs. Zaha, M. Fatoni Daelani berhasil menjadi juara ke dua. Hal ini merupakan suatu kebanggaan mengingat santri asal lumajang tersebut saat ini masih kelas VII. Sedangkan delegasi lainnya, Faga yang juga masih duduk di kelas VII harus puas dengan juara harapan, yang kali ini tidak disediakan tropi oleh panitia.

    Kemudian, pada lomba pidato bahasa arab, MTs. ZAHA mengirimkan dua wakil, yakni Himmatul Coiroh Ali dan Layly Mamlu’uatul. Himmatul Coiroh sebenarnya membuka asa MTs. Zaha ketika masuk ke babak semi final. Namun, perjuangannya harus terhenti dan hanya menempati juara harapan, yang juga tidak disediakan tropi.

    Untuk lomba kaligrafi yang diwakili oleh Dila, masih belum beruntung. Hal ini tidak lepas dari teknis yang diubah oleh panitia, yang semula biasanya tempat menggambar dituangkan pada kertas manila penuh, ketika perlombaan menggunakan setengah kertas manila. “ya mungkin juga belum rezeki kita”, ujar ustadz hazbullah, Pembina lomba MTs. Zaha.

    Pada hari ke dua, Adinda Febriani Saputri dan Saifiatil Kamila berjuang di lomba olimpiade matematika. Sayangnya, mereka masih harus lebih giat lagi belajar. Mereka berdua gagal menyabet juara. Mereka masih kalah bersaing dengan SMP negeri. Meski begitu, mereka berdua berhasil memposisikan namanya teratas untuk lembaga MTs.

    Ustad Hazbullah Rohman juga mengatakan, ini menjadi pelajaran bagi kami agar lebih mempersiapkan diri lagi. “kebetulan kami tidak ikut TM, dan sedikit banyak kurang tahu teknis dari masing-masing lomba. Ini jadi pelajaran tersendiri bagi kami. Insya Allah kita akan selalu benahi” tegasnya.  (Gus/Fin)

  • Selisih 6 Suara, Pasangan Aufarul-Noval Pimpin OSIS Putra Tahun 2017-2018

    Selisih 6 Suara, Pasangan Aufarul-Noval Pimpin OSIS Putra Tahun 2017-2018

    MERIAH : Proses penghitungan suara dalam pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS putra tahun 2017-2018

    Genggong-Setelah sehari sebelumnya OSIS Putri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS baru, kemarin (27/8/2017), giliran OSIS Putra yang melaksanakan pesta demokrasi di MTs. Zaha teristimewa. Prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS putra MTs. Zaha tersebut berlangsung di depan kantor putra MTs. Zaha. Kali ini, pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi ketua dan wakil ketua OSIS tahun 2017-2018  adalah pasangan Ahsanu’ Amala-Brilian Bachtiar Santoso dengan nomor urut pertama, M. Hazin Ubaidillah-M. Guntur dengan nomor urut dua, dan Aufarul Maulidi Taufiqillah-Noval Jayyad Hasan.

    Hampir sama dengan OSIS Putri, prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bhakti 2017-2018 tersebut dimulai sekitar pukul 10.30, atau setelah kegiatan Student Day selesai. Diawali dengan pemungutan suara oleh para santri di masing-masing kelas yang didampingi para asatid dan pengurus OSIS. Setelah itu, acara berlanjut ke depan kantor MTs. Zaha guna melaksanakan penghitungan suara. Di depan kantor ini juga dilaksanakan pemungutan suara oleh para asatidz. Mereka memilih di bilik yang sudah disediakan oleh pengurus OSIS Putra.

    “Monggo para asatid yang masih belum mencoblos agar segera menggunakan haknya. Karena sebentar lagi akan dilakukan penghitungan suara.” Ujar Ust. Ali Wapa selaku Pembina OSIS Putra MTs. ZAHA.

    Memasuki sesi penghitungan, para santri semakin bersemangat. Sorak-sorak dan tepuk tangan tak hentinya mereka luapkan ketika surat suara pertama yang dibacakan memihak pada pasangan nomor urut satu.

    Berbeda dengan di putri , perolehan suara masing-masing pasangan calon begitu ketat, terutama pasangan nomor urut satu dan nomor urut tiga. Kedua pasangan calon tersebut bersaing ketat dalam perolehan suara sampai menjelang akhir penghitungan.

    Sampai akhirnya, pasangan nomor urut tiga, Aufarul-Noval berhak memperoleh suara tertinggi dengan  meraih 123 suara, unggul tipis dari pasangan nomor urut satu Ahsanu’ Amala, yakni hanya selisih 6 suara. Sedangkan pasangan Hazin-Guntur memperoleh 54 suara. Diluar dugaan, angka suara tidak sah cukup tinggi, yakni mencapai 110 suara.

    “Ya Alhamdulillah bisa menjadi ketua OSIS MTs. Zaha. Minta doanya semoga saya dan teman-teman amanah.” Ucap Aufarul, santri yang juga putra dari salah satu guru MTs. Zaha, Ustad Drs. Mislahuddin.

    Selanjutnya, ketua OSIS terpilih beserta pengurus harian dan Pembina OSIS akan menjadi tim formatur akan memilih beberapa santri yang telah mencalonkan diri menjadi anggota OSIS untuk membentuk struktur kepengurusan OSIS MTs. Zaha periode 2017-2018. Rencananya, para pengurus terpilih baik putra dan putri akan dilantik pada tanggal 26-27 September mendatang. (Gus/Pin)

  • Pasangan Kelvina-Aulia Unggul dalam Pemilihan Pengurus OSIS 2017-2018

    Pasangan Kelvina-Aulia Unggul dalam Pemilihan Pengurus OSIS 2017-2018

    Asatidz-Asatidzah juga Ikut Memberikan Hak Suaranya dalam Pemilihan Pengurus OSIS 2017-2018

    GENGGONG- Guna memberikan pelajaran berpoilitik dan sikap demokratis kepada santri, MTs. Zainul Hasan (Zaha) Genggong melalui Pengurus OSIS mengadakan kegiatan pemilihan Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS Putri MTs. Zaha masa bakti 2017-2018. Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai tanda pergantian pengurus OSIS ini dilaksanakan pada Sabtu (26/8/2017) di Aula Putri MTs. Zaha. Ratusan santri dan asatidz turut andil dalam pesta demokrasi tersebut.

    Kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MTs. Zaha diawali dengan pemungutan suara pada pukul 10.30 WIB yang dilangsungkan di kelas-kelas. Didampingi oleh pengurus OSIS dan asatid, para santri sangat antusias memilih satu di antara tiga calon pasangan yang sudah ditetapkan melalui tahap seleksi sebelumnya. Ketiga pasang calon tersebut yakni Kelvina Berlian Noer Riza-Aulia Rose Utami dengan nomor urut satu, Priska Zachra Fitriapsari-Wahidatun Kamila nomor urut dua, dan Hilma I’anatikal Husna-Ika Susilowati pasangan nomor urut tiga.

    Setelah pemilihan di kelas-kelas selesai, para santri dan asatidz berbondong-bondong menuju ke ruang aula untuk mengikuti prosesi penghitungan suara. Namun, sebelum penghitungan suara dimulai, acara diawali dengan sambutan Wakamad Kesiswaan, Ustad Abdul Wafi Haris, S.H., M.Pd. I. dan dilanjutkan pemilihan Ketua dan wakil ketua OSIS oleh para asatidz dan pengurus OSIS.

    Dalam sambutannya, waka yang akrab disapa Ustad Wafi itu menyampaikan bahwa ketiga pasang calon tersebut sudah pasti menjadi pengurus OSIS harian MTs. Zainul Hasan Genggong. “Ketiga pasang calon ini sudah melalui tahap seleksi yang dilaksanakan oleh Pembina OSIS dan tim. Secara otomatis, keenam santri ini nantinya akan menjadi pengurus harian. Terbanyak pertama akan menjadi ketua dan wakil, terbanyak kedua menjadi Sekretaris dan wakil sekretaris, serta bendahara dan wakil bendahara akan dijabat oleh pasangan terbanyak ke tiga”, paparnya.

    Selain itu, lanjut Ustad Wafi, beliau juga berterima kasih kepada pengurus OSIS yang sudah melaksanakan proses pemilihan ini dengan sangat baik. Mulai dari kampanye pasangan calon yang diselenggarakan tiga hari sebelum pemilihan, sampai proses penghitungan suara yang berlangsung kemarin.

    Suasana penghitungan suara menjadi lebih meriah karena sorak-sorak dari para santri pendukung ketiga pasang calon. Mereka menanti siapa sosok yang akan memimpin OSIS Putri MTs. Zaha selanjutnya. Alhasil, pasangan calon nomor urut satu, Kelvina-Aulia terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS MTs. Zaha periode 2017-2018. Mereka unggul jauh dari para pesaingnya dengan meraih 452 suara. Sedangkan pasangan Priska-Mila dan Hilma-Ika masing-masing mendapatkan 93 dan 34 suara.

    “Alhamdulillah, nggak nyangka bisa jadi ketua OSIS MTs. Zaha. Seneng banget. Tapi agak khawatir juga karena saya punya amanah besar dari MTs. Zaha. Mohon doanya saja semoga kami bisa membawa MTs. Zaha Terisrimewa ini lebih maju.” ujar Kelvina. (Gus/Fin)

  • Meriahkan HUT RI Ke-72, Kepala Madrasah Ikuti Lomba Tarik Tambang

    Meriahkan HUT RI Ke-72, Kepala Madrasah Ikuti Lomba Tarik Tambang

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal (Bersepatu) saat Mengikuti Lomba Tarik Tambang HUT RI ke 72

    Genggong- Banyak cara yang dilakukan untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia, salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba. Seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong.  Usai melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih pada hari Kamis (17/8/2017), MTs. Zaha mengadakan berbagai lomba, yakni lomba tarik tambang, lomba bakiak, dan lomba balap karung.

    Lomba yang digelar di halaman madrasah setempat ini tak hanya diikuti oleh santri dari masing-masing kelas, tapi juga diikuti oleh para asatidz. Untuk kategori asatidz ini dibagi menjadi 4 kategori, yakni guru perwakilan dari pimpinan, perwakilan dari karyawan dan TU, perwakilan dari guru agama, dan perwakilan dari guru umum. Lomba pun semakin meriah, sebab kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal turun langsung ke lokasi perlombaan. Beliau bukan untuk menonton, tapi sebagai peserta dengan kategori pimpinan.

    Dalam perlombaan ini, lawan tak ditentukan menurut kategori, tapi sesuai hasil pengundian. Sehingga seringkali dalam perlombaan ini guru melawan santri. Tak seperti biasa, santri yang biasanya selalu nurut kepada guru tapi tidak untuk kali ini. Para santri dari perwakilan kelas tak mau kalah, mereka tampak semangat untuk menang meski yang menjadi lawan main adalah gurunya. “Ya inilah perlombaan. Kita adakan lomba ini sebagai hiburan untuk para santri. Konsep sederhana tapi meriah”, ujar ustadz Agus Setiawan, koordinator lomba.

    Lomba tarik tambang merupakan lomba yang pertama. Dalam lomba ini masing-masing regu berjumlah 5 orang. Perlombaan semakin seru saat laga regu guru melawan regu santri, disusul regu pimpinan melawan santri. Di regu pimpinan inilah kepala madrasah turun tangan melawan beberapa regu yang lain. Usai babak semi final regu pimpinan berhak masuk babak final setelah mengalahkan regu karyawan.  Hingga akhirnya di babak final ini regu pimpinan harus menerima kekalahan setelah berhadapan dengan kelas 9A                .

    Usai tarik tambang, lanjut dilaksanakan Lomba bakiak. Dalam lomba ini tak ada perwakilan guru yang juara. Semua juara diraih oleh perwakilan santri dari masing-masing keleas. Yakni juara 2 dari kelas 9D dan juara 1 diraih oleh kelas9B. Dilanjut dengan lomba balap karung yang dimenangkan oleh perwakilan pimpinan yang diwakili oleh ustadz Adit dan disusul oleh kelas 9A sebagai juara kedua.

    Kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk menjaga kekompakan dari seluruh lapisan madrasah. Beliau juga berharap dengan adanya kegiatan ini rasa kekeluargaan semakin terasa. “ Sebab kita memang menilai bahwa kita ini satu keluarga, yakni keluarga MTs. Zaha. Interaksi dengan para santri bukan hanya seperti interaksi guru dan murid, tapi juga kita harus bisa membangun hubungan seperti orang tua dan anak supaya tidak hanya ilmu yang disalurkan, tapi juga akhlak dapat kita tanamkan dengan kokoh, sehingga kita harus jaga itu. Salah satunya dengan kegiatan ini. Lomba ini yang pertama kali dilakukan, insya Allah tahun depan akan diadakan kembali dengan yang lebih meriah dari ini”, tuturnya. (pin)

  • Asatidz MTs. Zaha Ikut Meriahkan Lomba Gerak Jalan

    Asatidz MTs. Zaha Ikut Meriahkan Lomba Gerak Jalan

    Asatidz MTs. Zaha saat Mengikuti Gerak Jalan HUT RI ke 72

    GENGGONG- Kegiatan gerak jalan se kecamatan Pajarakan kembali digelar. Senin (14/8/2017) sejumlah pelajar dari berbagai lembaga di kecamatan Pajarakan ikut serta meramaikan kegiatan tahunan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia itu. Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong termasuk salah satu dari peserta kegiatan tersebut.

    Sebanyak 3 peleton santri MTs. Zaha  itu masing-masing mengenakan seragam yang biasa digunakan setiap harinya. Diantaranya berseragam pramuka dengan atribut lengkap, seragam khas warna biru, dan seragam putih dongker lengkap dengan rompi pelopor kedisiplinan. Mereka tampak semangat menempuh rute dari Ketompen hingga PG Pajarakan sejauh 6 kilometer lebih itu.

    Selain mendelegasikan 3 peleton santri,  madrasah yang dipimpin oleh KH. Moh. Hasan Naufal ini juga mengirimkan 1 peleton kategori peserta kehormatan. Yakni peleton yang terdiri dari asatidz atau guru madrasah setempat yang dikomandani oleh ustadz Mutawalli Asyarowy, Pembina pramuka yang biasa dipanggil Kak Roy ini. Disini mulai tampak perbedaan dari beberapa peserta kategori pelajar, baik dari segi usia maupun penampilan. Tak sedikit peserta dari peleton ini yang berkumis dan berjenggot.

    Meski begitu, semangat untuk menempuh garis finish tetap berkobar. Berbekal latihan ditengah-tengah kesibukan mengajar para asatidz kompak berbaris. Bahkan beberapa variasi baris-berbaris seringkali ditampilkan. “Latihan hanya dua kali. Sehari se

    belum pelaksanaan dan pagi sebelum pelaksanaan ini”, ujar ustadz Agus Setiawan, Pembina OSIS yang juga mengkoordinir para asatidz.

    Disisi lain, Kak Roy mengatakan bahwa tujuan mengikuti kegiatan gerak jalan ini tak lain untuk mengenalkan kepada masyarakan bahwa asatidz MTs. Zaha selalu kompak. Selain itu juga untuk ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. “kita tak mengejar juara, tapi yang penting kita bisa menunjukkan kekompakan kita. Ya syukur kalau nantinya bisa juara juga”, ujarnya. (Pin)