Berikut kami sampaikan hasil tes Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019.
Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zaha 1 Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha Teristimewa.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Hasil Tes PPDB Gel. 1 dapat didownload dibawah ini:
Salah satu calon santri MTs. Zaha Genggong saat mengerjakan soal tes penerimaan santri baru gelombang I (6/5/2018).
Genggong- Calon santri baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo mengikuti tes penerimaan peserta didik baru kemarin, Ahad (6/5/2018). Tes yang berlangsung di gedung MTs. Zaha putra ini merupakan tes seleksi untuk pendaftar gelombang 1.
Sesuai data panitia, ada 64 calon santri putra dan 83 calon santri putri yang mengikuti tes ini. Jumlah ini lebih sedikit daripada jumlah pendaftar yang mencapai 73 putra dan 103 putri. Mereka terbagi menjadi 3 ruang putra dan 4 ruang putri. Sedangkan materi tes yang diujikan adalah materi Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, PAI, tulis arab, dan baca Al-Qur’an.
Ustadz Abd. Wafi Haris, ketua panitia PPDB mengatakan bahwa beberapa calon santri yang tidak mengikuti tes gelombang 1 setelah dikonfirmasi ternyata berhalangan untuk hadir. “Kebanyakan dari mereka izin sebab ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, baik pribadi maupun kepentingan dari sekolah asalnya. Namun sudah memastikan untuk ikut tes gelombang II. Kami panitia memaklumi hal itu”, ujar ustadz yang juga menjabat wakamad kesiswaan ini.
Tes ini, lanjut ustadz Wafi, merupakan rangkaian tes yang harus diikuti oleh semua santri baru untuk menentukan program yang akan ditempuh selama belajar di MTs. Zaha. Seperti yang diketahui bahwa terdapat empat program yang diterapkan, yakni program PDCI, Fullday Agama, Fullday Umum, dan Reguler. “Jadi tes ini bukan untuk menentukan diterima atau tidaknya di MTs. Zaha, tapi untuk menentukan program yang pas untuk santri baru. Sebab, mereka yang sudah mendaftar disini sudah pasti diterima”, jelas ustadz Wafi.
Tes Baca Al-Qur’an yang diuji oleh ustadz Syamsuddin Al-Hafidz.
Hal tersebut juga disampaikan oleh penanggung jawab bagian seleksi, Ustadz Hazbullah Rohman. Bahwa untuk mengetahui minat santri terhadap program yang ada, panitia juga sudah memberikan pilihan program di lembar jawaban tes. Pilihan tersebut nantinya akan dipadukan dengan hasil tes. “Jika hasil tes memenuhi sesuai dengan program yang sudah dipilih maka santri tersebut akan direkomendasikan untuk masuk program itu. Namun sebaliknya, jika tidak memenuhi maka kita rekomendasikan untuk masuk program lainnya. Hal ini bertujuan supaya nanti tidak menghambat proses pembelajaran”, jelasnya.
untuk hasil tes akan diumumkan pada hari Selasa tanggal 8 Mei (besok). Pengumuman hasil tes akan diumumkan melalui website madrasah www.mtszaha1.sch.id yang dapat dilihat mulai pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, MTs. Zaha Genggong masih membuka pendaftaran santri baru untuk gelombang II hingga 27 Juni mendatang, serta akan melaksanakan Tes IQ untuk semua santri baru baik gelombang I maupun gelombang II pada tanggal 30 Juni mendatang. (Tgh/Pin)
Para Asatidz dan Asatidzah saat Mengikuti Sosialisasi Madrasah Adiwiyata di MTs. Zainul Hasan Genggong
GENGGONG- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kedatangan tamu tim dari PT. POMI Paiton kemarin Sabtu (3/3/2018). Turut hadir juga bersama rombongan beberapa guru dari MTs Negeri 1 Probolinggo. Mereka datang langsung dalam rangka sosialisasi sekolah adiwiyata. Tim yang bergerak dalam pelestarian lingkungan tersebut diwakili oleh ibu Siti Munawwaroh. Ia juga sebagai pembicara pada sosialisasi adiwiyata tersebut yang disambut dengan antusias oleh para asatidz/asatidah MTs. Zaha usai mengikuti rapat rutin pada hari itu.
Tim yang hadir menjelaskan secara lengkap tahapan atau proses dalam mewujudkan madrasah adiwiyata. Bahkan, mereka sempat kagum atas terobosan MTs. Zaha dalam kegiatan peduli lingkungan, utamanya pengolahan sampah yang telah dilakukan. “Mengolah sampah menjadi paving itu sangat bagus sekali. Inovasi yang sudah dilakukan madrasah ini sangat luar biasa dan ramah lingkungan”, ujarnya.
Sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari wacana MTs. Zaha untuk melangkah menjadi madrasah adiwiyata. Sejak awal semester genap disampaikan, program ini membuat warga madrasah semakin antusias. Sedikit demi sedikit program peduli lingkungan mulai dibenahi. Seperti contoh madrasah menyediakan tempat sampah di setiap kelas dengan pembagian jenisnya. Kebersihan kamar mandi madrasah juga semakin diperhatikan. Bahkan MTs Zaha sampai mendirikan bank sampah untuk menyongsong adiwiyata ini.
Selain itu, MTs. Zaha menetapkan hari Senin sebagai Hari Antik. Hari Antik ini merupakan singkatan dari Sehari tanpa Plastik. Yakni, hari yang mewajibkan seluruh warga madrasah untuk menyedekahkan sampah ke bank sampah Teristimewa dengan niat menghilangkan kebodohan dan kekotoran hati.
Peduli lingkungan madrasah ini tak hanya dari dan untuk asatidz maupun santri saja, tapi semua warga madrasah, termasuk satpam dan juga penjaga kantin. Sehingga tak heran jika ibu penjaga kantin tak senggan menginggatkan santri untuk membuang sampah pada tempatnya
Dalam sosialisasi tersebut calon madrasah adiwiyata tak hanya mendapat ilmu yang hanya berupa materi saja, tapi juga mendapat kesempatan belajar menerapkan ilmu demi lingkungan.
“Sosialisasi ini banyak sekali manfaatnya. Selain membuat kita sadar dan semakin peduli lingkungan, juga menggugah hati untuk bertindak cinta lingkungan” ungkap ustadz H. Harsoyo Mukhtar, wakamad kurikulum yang saat itu juga hadir.
Terpisah, kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, menyampaikan dengan tegas bahwa di tahun 2018 ini, madrasah dengan jargon “teristimewa” ini siap untuk menjadi calon madrasah adiwiyata.
“Mulai sekarang kami berbenah untuk menjadi calon madrasah adiwiyata. Kami banyak merubah tata ruang madrasah agar mendukung terwujudnya cita-cita ini,” Tutur Non Boy, sapaan beliau.
Target yang ingin dicapai kepala MTs. Zaha Genggong dimulai dengan membuat halaman madrasah menjadi taman halaman madrasah. Taman tersebut juga difungsikan sebagai taman belajar asri yang mendukung kegiatan belajar mengajar berbasis lingkungan. (Tgh/Pin)
Regu Scorpion bersama trofi yang diraih pada LKKPP GPS MAN Paiton 2018
GENGGONG- Man Jadda wajada. Barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti akan mendapatkan hasilnya. Hasil tidak mungkin akan mengecewakan usaha. Mungkin dua istilah ini yang tepat untuk menggambarkan kerja keras tim pramuka MTs. Zainul Hasan Genggong selama dua hari mengikuti LKKPP (Lomba Kreasi dan Kompetisi Pramuka Penggalang) yang diadakan oleh MAN 1 Probolinggo ini membuahkan hasil. Kemarin (04/3), tim pramuka MTs. Zaha dengan nama regu Scorpion berhasil membawa pulang lima trofi dari delapan cabang lomba yang dilombakan selama dua hari.
Kegiatan yang diikuti oleh pramuka penggalang se kabupaten Probolinggo tersebut dimulai dengan upacara pembukaan terlebih dulu. Perdana regu Scorpion ini bisa menyumbangkan trofi dalam cabang lomba pioneering. Sebuah awal yang baik untuk ajang perlombaan. Pada lomba kedua, tropi perorangan lomba Stand Up comedy juara kedua bisa disumbangkan oleh M. Ilham Hamdani
Kesuksesan regu Scorpion terus berlanjut pada lomba-lomba berikutnya. Satu tropi lagi berhasil direbut tim scorpion. M. Ilham hamdani dkk berhasil menyumbangkan tropi juara 2 untuk atraksi yel-yel. Perolehan trofi tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi ketua regu, Sofwanut Turqi. “Alhamdulillah sudah 3 trofi yang kita dapat, semoga teman-teman masih terus semangat untuk menghadapi lomba berikutnya. Bravo Scorpion, bravo MTs Zaha!” tegas Torik, sapaan akrabnya.
Berlanjut pada lomba sore hari, regu scorpion ini lagi-lagi berhasil mempersembahkan tropi. Dua lomba yang perlu kekompakan dan kerjasama tim berhasil mereka raih, yaitu lomba Morse estafet dan Kolone Tongkat . Tim Scorpion berhasil menjadi juara kedua dan ketiga pada kedua lomba tersebut.
Raihan lima tropi juara tersebut belum bisa menjadikan Tim Pramuka MTs. Zaha juara umum karena kalah dalam perhitungan poin. Kendati demikian, pencapaian tim pramuka yang dibina oleh Kakak Mutawally Assyarowi ini patut diapresiasi. Ustadz Abdul Wafi Haris selaku wakil kepala bagian Kesiswaan menyampaikan apresiasi kepada segenap tim pramuka MTs Zaha. “Kami mewakili segenap warga MTs Zaha angkat topi untuk tim Scorpion, tim Pramuka MTs Zaha yang telah mengharumkan nama MTs Zaha di tingkat Kabupaten Probolinggo. Semoga di ajang-ajang lomba kepramukaan, tim ini bisa memboyong lagi tropi yang diperebutkan” tutur beliau dengan bangga.
Terpisah, Kakak Mutawally Assyarowi menyampaikan kepada semua anggota tim Scorpion untuk selalu semangat dan selalu lapang dada dalam menerima hasil akhir dari perlombaan. “Kita harus bersyukur dan legawa dengan hasil ini. Adik-adik harus tetap semangat dan terus berusaha menjadi yang teristimewa. Seperti pesan Bung Karno, Siapa yang ingin mendapatkan mutiara termahal, dia harus mau menyelami lautan terdalam” tutur pembina yang biasa dipanggil Kak Roy. (Tgh/Pin)
Dari Kanan, Kelvina dan Priska Usai ditetapkan Sebagai Juara 1 dan 2 Pidato Bahasa Indonesia pada ajang GPS 2018.
GENGGONG- Lagi-lagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menorehkan namanya dalam ajang Gebyar Prestasi Siswa (GPS) tahun 2018. Para santri yang mengikuti kegiatan itu sukses mengulang prestasi tahunan tingkat kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan oleh MAN 1 Probolinggo ini. Terbukti, saat GPS ini dilaksanakan sejak 26 Februari kemarin, MTs. Zaha berhasil mengumpulkan 3 trofi juara dalam bidang seni.
GPS yang dilaksanakan oleh MAN 1 Probolinggo ini merupakan ajang yang cukup mentereng dalam ajang perlombaan di kabupaten Probolinggo. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia
Pada cabang Tartil, MTs. Zaha juga sukses menorehkan namanya pada papan juara. Setelah melalui persaingan yang ketat, Moh. Hasan Zamzami yang masih kelas VIII ini berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di kota dan kabupaten Probolinggo dengan menyabet juara 1. Wajah sumringah juga tampak pada ustadz Sandi, pembimbing tartil yang ikut mengantarkan ke acara lomba.
Moh. Hasan Zamzami saat Mengekspresikan Kegembiraannya atas Prestasi yang Diraih sebagai Juara 1 Tartil
“Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Tidak disangka bisa juara, padahal Moh. Hasan Zamzami ini adalah cadangan. Akhirnya ditetapkan sebagai juara” jelasnya mantap
Tak berhenti disitu, cabang seni lain santri MTs. Zaha menambah juara pada cabang lomba pidato bahasa Indonesia putri. Peserta dengan nama Kelvina Berlian Noer Riza, santri kelas VIII yang juga menjabat sebagai ketua OSIS putri ini berhasil meraih juara 1, diikuti oleh teman sebayanya, Priska Zachra Fitriapsari juga berhasil menyabet juara 2 pada cabang lomba yang sama.
“Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa memborong juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Kelvina dengan mata berkaca-kaca.
Hal senada disampaikan oleh Pembina pidato bahasa Indonesia, Ustadzah Indah. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah ketua dan wakil ketua OSIS putri.
“Tidak sia-sia santri berlatih. Perhatian kepala madrasah, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal terhadap pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadzah Indah dengan bangga.
Sementara itu, ustadz Hazbullah Rohman, kapro sekaligus koordinator lomba MTs. Zaha mengatakan bahwa pihaknya mendelegasikan beberapa peserta saja dalam kegiatan ini. artinya, tidak semua cabang lomba diikuti sebab padatnya kegiatan di MTs. Zaha. “Santri kita hampir menghadapi ujian tengah semester, jadi kita kondisikan mereka supaya fokus pada ujiannya. ya Alhamdulillah dari 3 cabang lomba yang kita ikuti, ada 2 cabang lomba yg kita raih juaranya”, paparnya.
Para juara tersebut akan menerima trofi sesaat setelah closing ceremony kegiatan GPS yang dilaksanakan di MAN 1 Probolinggo pada Ahad tanggal 4 Maret mendatang. (Tgh/Pin)
Putri Nadia Nur Fadila saat Menerima Tropi Juara 2 lomba Poster di SMA Unggulan (24/2/2018)
GENGGONG- Setelah banyak mendulang prestasi di Madrasah Aliyah Model Hafshawaty, kali ini Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mendulang prestasi di SMA Unggulan Hafshawaty dalam Olimpiade 15 pada Sabtu (24/2).
Kontestan yang datang dari wilayah tapal kuda membuat persaingan makin sengit, utamanya dalam bidang poster. Gambar-gambar dan desain poster yang menarik sempat membuat ciut santri delegasi dari MTs. Zaha. Namun akhirnya setelah dilakukan penjurian MTs. Zaha Genggong yang mengirimkan delegasinya dalam bidang poster berhasil menyabet juara 2. Adalah Putri Nadia Nur Fadila yang berhasil membawa nama harum MTs Zaha.
“Alhamdulillah ustadz, deg-degan juga. Persaingan ketat banget. Hasil mereka bagus-bagus. Merinding mendengar pengumumannya saya bisa juara 2” tutur Putri, panggilan Putri Nadia Nur Fadila.
Hal senada disampaikan oleh Pembina poster, Ustadz Junaidi. Beliau menyampaikan bahwa perolehan ini tak luput dari semangat santri MTs. Zaha serta barokah dari para wali Genggong. “ini barokah ustadz. Kalau melihat gambar posternya mungkin kita kalah, tapi ada kelebihan buatan Putri ini, pesannya mengena sekali pada masyarakat. Saya yakin Putri ini bisa juara, karena dia sudah banyak makan asam garam lomba poster,” tuturnya tegas.
Prestasi ini sekaligus mempertahankan gelar lomba poster pada peringatan olimpiade 14, tahun lalu. Lomba serupa dalam memperingati Olimpiade 14, MTs. Zaha berhasil memposisikan diri sebagai juara ke dua.
Prestasi selanjutnya diukir oleh grup rebana MTs. Zaha, grup yang dibina Ustadzah Jumriatul Hasanah ini berhasil menyabet juara 3 pada ajang olimpiade 15 tersebut. Persaingan sengit juga terjadi di ajang ini. Penampilan- penampilan rebana dari sekolah dan madrasah se tapal kuda tdk membuat kecil nyali delegasi MTs Zaha. Performa yang maksimal bisa mengantarkan grup rebana MTs Zaha ke tangga juara 3.
Dari bidang mapel, ada satu perwakilan MTS zaha yang bisa masuk 5 besar, tepatnya juara 4. Adalah Ayu Sulistiyowaty yang berhasil masuk 5 besar mapel fisika.
Ustadz Hasbullah melalui via telepon mengatakan bahwa prestasi di mapel ini cukup membanggakan Karena santri tersebut dapat menyisihkan para siswa dari berbagai sekolah bonafit di kabupaten Probolinggo. “Untuk lembaga MTs kita paling atas, kita masih kalah pada lembaga SMP Negeri. Ini pelajaran buat kita untuk tetap semangat dan berbenah lagi”, ucapnya. (Tgh/Pin)
Anggung: Gaun Daur Ulang dari Bahan Plastik Hasil Karya Santri MTs. Zainul Hasan Genggong
Genggong- Rupanya sampah memang membawa berkah bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Sebab, setelah berhasil menciptakan paving block dari daur ulang sampah plastik, kini bank sampah teristimewa (BST) MTs. Zaha kembali memanfaatkan sampah untuk pembuatan gaun cantik. Gaun ini dibuat untuk diikutkan lomba fashion show daur ulang pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty, Kamis (22/2/2018).
Hasilnya sangat fantastik. Gaun yang didominasi warna putih dengan kombinasi sayap itu nampak sangat indah saat dikenakan oleh Neli Himami Hafsaway, santri kelas 9F. Tak heran, hasil karya santri MTs. Zaha ini terpilih sebagai yang terbaik pada ajang tersebut.
Ustadzah Jumriyatul Hasanah, Pembina dalam proses pembuatan gaun ini mengatakan, bahwa bahan dasar pembuatan gaun ini adalah plastik bekas yang diperoleh dari bank sampah MTs. Zaha. “Sejak awal ada info lomba ini, kami sudah koordinasi kepada pengelola bank sampah untuk memilah sampah plastik jenis tas kresek yang masih utuh untuk dijadikan bahan dasar. Plastik yang sudah terkumpul itu kita bersihkan dahulu dengan cara mencuci hingga bersih lalu dikeringkan”, jelasnya.
Sementara itu, Laili Mamluatul Ulfiyah yang kemarin mewakili MTs. Zaha menjelaskan bahwa dirinya butuh waktu seminggu untuk menyelesaikan pembuatan gaun tersebut dengan dibantu beberapa temannya.
Ia juga menjelaskan proses atau tahapan dalam pembuatannya. “Awalnya kita buat pola dulu dari plastik bening, kemudian kita tempel tas kresek bekas tersebut menggunakan lem tembak hingga terbentuk mengikuti pola yang sudah kita buat. Ada sekitar 400 tas kresek untuk membuat baju ini.”, jelas santri kelas 9F ini.
Sementara itu, untuk bagian sayap ia menyebutkan bahan dasarnya juga dari tas kresek serupa dan kardus bekas. Kardus bekas itu olehnya ditegakkan dengan menggunakan kawat sepanjang 2 meter. Sementara plastiknya tetap dilekatkan menggunakan lem tembak. Butuh 6 kardus dan 240 tas kresek untuk pembuatan bagian sayap ini.
Santri kelas fullday agama Ini juga menyebutkan bahwa biaya pembuatan gaun ini terbilang sangat murah. Ia mengaku hanya butuh biaya Rp. 72.000 untuk menyelesaikan satu gaun tersebut. “Ya kita beli bahan seperti kawat, lem tembak, dan plastik bening yang tidak ada di bank sampah. Gaun ini memiliki berat sekitar 10 kilogram”, jelasnya. (pin)
Kompak: Para juara lomba ajang M-Facture 2018 Foto Bersama Pembina Usai Penyerahan Piala di MA Model
Genggong- Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo tak pernah berhenti menorehkan prestasi. Kali ini madrasah yang berjargon Teristimewa ini meraih 5 juara pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty. Dalam perhelatan tahunan yang diselenggarakan Kamis (22/2/2018) kemarin, ada lima cabang yang dilombakan, yakni English Composition, Fashion Daur Ulang, Mading 3D, Insya’ Arobiyah, dan foto on the spot.
Hasilnya, dari cabang lomba fashion daur ulang, mading 3D, dan photo on the spot perwakilan dari MTs. Zaha berhasil meraih juara 1. Ditambah cabang lomba English Composition yang berhasil meraih juara 1 dan 2, yakni Halimatus Sa’diyah dan Putri Nadia Nur Fadila. “Kami gagal di cabang lomba Insya’ Arobiyah”. Ujar ustadz Hazbullah Rohman, koordinator olimpiade MTs. Zaha.
Ustadz Agus Setiawan, Pembina Mading 3D mengatakan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras tim mading MTs. Zaha. Tim yang diketuai oleh Adinda Febriani Saputri itu telah mempersiapkan sejak seminggu sebelum lomba digelar. “Mereka memang kompak menyelesaikan tugasnya masing-masing, sehingga hasilnya bisa memuaskan”, jelas ustadz yang juga Pembina OSIS putri ini.
Disamping itu, lanjut ustadz Agus, tim mading MTs. Zaha memang optimis untuk menang. Sebab, menurutnya para santri sudah bisa dibilang berpengalaman dalam mengikuti lomba mading. “Mereka juga pernah meraih juara kedua dalam lomba mading antar lembaga di Genggong, bahkan saat itu lawannya juga banyak dari lembaga tingkat SMA dan MA. Makanya lomba kali ini kita target juara satu karena lawannya setingkat dengan kita dan Alhamdulillah berhasil, “katanya.
Sementara itu, Reva Surya Ngasri mengaku senang dan tak menyangka kalau hasil bidikan kameranya ditetapkan sebagai yang terbaik. Ia juga sempat minder dan pesimis saat melihat peserta lainnya. “Tapi Alhamdulillah diberi juara pertama”, ujar santri kelas 8H ini.
Ia juga berharap bisa mengembangkan bakatnya itu di MTs. Zaha. Santri yang mengaku baru pertama mengikuti lomba photo on the spot ini juga siap ikut serta jika ada event lomba fotografi lagi. “Ingin mencoba kalau ada lomba lagi, syukur-syukur nanti juga dibuka cabang student day fotografi untuk tambahan ilmu. sebab teman-teman juga banyak yang suka foto dan memiliki kamera”, katanya penuh harap. (pin)