Penulis: Admin MTs Zaha

  • MTs. Zaha Sabet Tiga Juara pada Perhelatan GPS MAN 1 Probolinggo

    MTs. Zaha Sabet Tiga Juara pada Perhelatan GPS MAN 1 Probolinggo

    Dari Kanan, Kelvina dan Priska Usai ditetapkan Sebagai Juara 1 dan 2 Pidato Bahasa Indonesia pada ajang GPS 2018.

    GENGGONG- Lagi-lagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menorehkan namanya dalam ajang Gebyar Prestasi Siswa (GPS) tahun 2018. Para santri yang mengikuti kegiatan itu sukses mengulang prestasi tahunan tingkat kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan oleh MAN 1 Probolinggo ini. Terbukti, saat GPS ini dilaksanakan sejak 26 Februari kemarin, MTs. Zaha berhasil mengumpulkan 3 trofi juara dalam bidang seni.

    GPS yang dilaksanakan oleh MAN 1 Probolinggo ini merupakan ajang yang cukup mentereng dalam ajang perlombaan di kabupaten Probolinggo. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia

    Pada cabang Tartil, MTs. Zaha juga sukses menorehkan namanya pada papan juara. Setelah melalui persaingan yang ketat, Moh. Hasan Zamzami yang masih kelas VIII ini berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di kota dan kabupaten Probolinggo dengan menyabet juara 1. Wajah sumringah juga tampak pada ustadz Sandi, pembimbing tartil yang ikut mengantarkan ke acara lomba.

    Moh. Hasan Zamzami saat Mengekspresikan Kegembiraannya atas Prestasi yang Diraih sebagai Juara 1 Tartil

    “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Tidak disangka bisa juara, padahal Moh. Hasan Zamzami ini adalah cadangan. Akhirnya ditetapkan sebagai juara” jelasnya mantap

    Tak berhenti disitu, cabang seni lain santri MTs. Zaha menambah juara pada cabang lomba pidato bahasa Indonesia putri. Peserta dengan nama Kelvina Berlian Noer Riza, santri kelas VIII yang juga menjabat sebagai ketua OSIS putri ini berhasil meraih juara 1, diikuti oleh teman sebayanya, Priska Zachra Fitriapsari juga berhasil menyabet juara 2 pada cabang lomba yang sama.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa memborong juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Kelvina dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina pidato bahasa Indonesia, Ustadzah Indah. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah ketua dan wakil ketua OSIS putri.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Perhatian kepala madrasah, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal terhadap pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadzah Indah dengan bangga.

    Sementara itu, ustadz Hazbullah Rohman, kapro sekaligus koordinator lomba MTs. Zaha mengatakan bahwa pihaknya mendelegasikan beberapa peserta saja dalam kegiatan ini. artinya, tidak semua cabang lomba diikuti sebab padatnya kegiatan di MTs. Zaha. “Santri kita hampir menghadapi ujian tengah semester, jadi kita kondisikan mereka supaya fokus pada ujiannya. ya Alhamdulillah dari 3 cabang lomba yang kita ikuti, ada 2 cabang lomba yg kita raih juaranya”, paparnya.

    Para juara tersebut akan menerima trofi sesaat setelah closing ceremony kegiatan GPS yang dilaksanakan di MAN 1 Probolinggo pada Ahad tanggal 4 Maret mendatang. (Tgh/Pin)

  • Lagi, MTs. Zaha Raih Juara Pada Olimpiade 15 SMA Unggulan

    Lagi, MTs. Zaha Raih Juara Pada Olimpiade 15 SMA Unggulan

    Putri Nadia Nur Fadila saat Menerima Tropi Juara 2 lomba Poster di SMA Unggulan (24/2/2018)

    GENGGONG- Setelah banyak mendulang prestasi di Madrasah Aliyah Model Hafshawaty, kali ini Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mendulang prestasi di SMA Unggulan Hafshawaty dalam Olimpiade 15 pada Sabtu (24/2).

    Kontestan yang datang dari wilayah tapal kuda membuat persaingan makin sengit, utamanya  dalam bidang poster. Gambar-gambar dan desain poster yang menarik sempat membuat ciut santri delegasi dari MTs. Zaha. Namun akhirnya setelah dilakukan penjurian MTs. Zaha Genggong yang mengirimkan delegasinya dalam bidang poster berhasil menyabet juara 2. Adalah Putri Nadia Nur Fadila yang berhasil membawa nama harum MTs Zaha.

    “Alhamdulillah ustadz, deg-degan juga. Persaingan ketat banget. Hasil mereka bagus-bagus. Merinding mendengar pengumumannya saya bisa juara 2” tutur Putri, panggilan Putri Nadia Nur Fadila.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina poster, Ustadz Junaidi. Beliau menyampaikan bahwa perolehan ini tak luput dari semangat santri MTs. Zaha serta barokah dari para wali Genggong. “ini barokah ustadz. Kalau melihat gambar posternya mungkin kita kalah, tapi ada kelebihan buatan Putri ini, pesannya mengena sekali pada masyarakat. Saya yakin Putri ini bisa juara, karena dia sudah banyak makan asam garam lomba poster,” tuturnya tegas.

    Prestasi ini sekaligus mempertahankan gelar lomba poster pada peringatan olimpiade 14, tahun lalu. Lomba serupa dalam memperingati Olimpiade 14, MTs. Zaha berhasil memposisikan diri sebagai juara ke dua.

    Prestasi selanjutnya diukir oleh grup rebana MTs. Zaha, grup yang dibina Ustadzah Jumriatul Hasanah ini berhasil menyabet juara 3 pada ajang olimpiade 15 tersebut. Persaingan sengit juga terjadi di ajang ini. Penampilan- penampilan rebana dari sekolah dan madrasah se tapal kuda tdk membuat kecil nyali delegasi MTs Zaha. Performa yang maksimal bisa mengantarkan grup rebana MTs Zaha ke tangga juara 3.

    Dari bidang mapel, ada satu  perwakilan MTS zaha yang bisa masuk 5 besar, tepatnya juara 4. Adalah Ayu Sulistiyowaty yang berhasil masuk 5 besar mapel fisika.

    Ustadz Hasbullah melalui via telepon mengatakan bahwa prestasi di mapel ini cukup membanggakan Karena santri tersebut dapat menyisihkan para siswa dari berbagai sekolah bonafit di kabupaten Probolinggo. “Untuk lembaga MTs kita paling atas, kita masih kalah pada lembaga SMP Negeri. Ini pelajaran buat kita untuk tetap semangat dan berbenah lagi”, ucapnya. (Tgh/Pin)

  • Rangkai Gaun Berbahan Sampah Plastik, MTs. Zaha Juara Satu Fashion Daur Ulang

    Rangkai Gaun Berbahan Sampah Plastik, MTs. Zaha Juara Satu Fashion Daur Ulang

    Anggung: Gaun Daur Ulang dari Bahan Plastik Hasil Karya Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

    Genggong- Rupanya sampah memang membawa berkah bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Sebab, setelah berhasil menciptakan paving block dari daur ulang sampah plastik, kini bank sampah teristimewa (BST) MTs. Zaha kembali memanfaatkan sampah untuk pembuatan gaun cantik. Gaun ini dibuat untuk diikutkan lomba fashion show daur ulang pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty, Kamis (22/2/2018).

    Hasilnya sangat fantastik. Gaun yang didominasi warna putih dengan kombinasi sayap itu nampak sangat indah saat dikenakan oleh Neli Himami Hafsaway, santri kelas 9F. Tak heran, hasil karya santri MTs. Zaha ini terpilih sebagai yang terbaik pada ajang tersebut.

    Ustadzah Jumriyatul Hasanah, Pembina dalam proses pembuatan gaun ini mengatakan, bahwa bahan dasar pembuatan gaun ini adalah plastik bekas yang diperoleh dari bank sampah MTs. Zaha. “Sejak awal ada info lomba ini, kami sudah koordinasi kepada pengelola bank sampah untuk memilah sampah plastik jenis tas kresek yang masih utuh untuk dijadikan bahan dasar. Plastik yang sudah terkumpul itu kita bersihkan dahulu dengan cara mencuci hingga bersih lalu dikeringkan”, jelasnya.

    Sementara itu, Laili Mamluatul Ulfiyah yang kemarin mewakili MTs. Zaha menjelaskan bahwa dirinya  butuh waktu seminggu untuk menyelesaikan pembuatan gaun tersebut dengan dibantu beberapa temannya.

    Ia juga menjelaskan proses atau tahapan dalam pembuatannya. “Awalnya kita buat pola dulu dari plastik bening, kemudian kita tempel tas kresek bekas tersebut menggunakan lem tembak hingga terbentuk mengikuti pola yang sudah kita buat. Ada sekitar 400 tas kresek untuk membuat baju ini.”, jelas santri kelas 9F ini.

    Sementara itu, untuk bagian sayap ia menyebutkan bahan dasarnya juga dari tas kresek serupa dan kardus bekas. Kardus bekas itu olehnya ditegakkan dengan menggunakan kawat sepanjang 2 meter. Sementara plastiknya tetap dilekatkan menggunakan lem tembak. Butuh 6 kardus dan 240 tas kresek untuk pembuatan bagian sayap ini.

    Santri kelas fullday agama Ini juga menyebutkan bahwa biaya pembuatan gaun ini terbilang sangat murah. Ia mengaku hanya butuh biaya Rp. 72.000 untuk menyelesaikan satu gaun tersebut. “Ya kita beli bahan seperti kawat, lem tembak, dan plastik bening yang tidak ada di bank sampah. Gaun ini memiliki berat sekitar 10 kilogram”, jelasnya. (pin)

  • Borong Juara dalam Ajang M-Facture 2018

    Borong Juara dalam Ajang M-Facture 2018

    Kompak: Para juara lomba ajang M-Facture 2018 Foto Bersama Pembina Usai Penyerahan Piala di MA Model

    Genggong- Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo tak pernah berhenti menorehkan prestasi. Kali ini madrasah yang berjargon Teristimewa ini  meraih 5 juara pada ajang M-Facture 2018 yang diselenggarakan oleh MA Model Hafshawaty. Dalam perhelatan tahunan yang diselenggarakan Kamis (22/2/2018) kemarin, ada lima cabang yang dilombakan, yakni English Composition, Fashion Daur Ulang, Mading 3D, Insya’ Arobiyah, dan foto on the spot.

    Hasilnya, dari cabang lomba fashion daur ulang, mading 3D, dan photo on the spot perwakilan dari MTs. Zaha berhasil meraih juara 1. Ditambah cabang lomba English Composition yang  berhasil meraih juara 1 dan 2, yakni Halimatus Sa’diyah dan Putri Nadia Nur Fadila. “Kami gagal di cabang lomba Insya’ Arobiyah”. Ujar ustadz Hazbullah Rohman, koordinator olimpiade MTs. Zaha.

    Ustadz Agus Setiawan, Pembina Mading 3D mengatakan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras tim mading MTs. Zaha. Tim yang diketuai oleh Adinda Febriani Saputri itu telah mempersiapkan sejak seminggu sebelum lomba digelar. “Mereka memang kompak menyelesaikan tugasnya masing-masing, sehingga hasilnya bisa memuaskan”, jelas ustadz yang juga Pembina OSIS putri ini.

    Disamping itu, lanjut ustadz Agus, tim mading MTs. Zaha memang optimis untuk menang. Sebab, menurutnya para santri sudah bisa dibilang berpengalaman dalam mengikuti lomba mading. “Mereka juga pernah meraih juara kedua dalam lomba mading antar lembaga di Genggong, bahkan saat itu lawannya juga banyak dari lembaga tingkat SMA dan MA. Makanya lomba kali ini kita target juara satu karena lawannya setingkat dengan kita dan Alhamdulillah berhasil, “katanya.

    Sementara itu, Reva Surya Ngasri mengaku senang dan tak menyangka kalau hasil bidikan kameranya ditetapkan sebagai yang terbaik. Ia juga sempat minder dan pesimis saat melihat peserta lainnya. “Tapi Alhamdulillah diberi juara pertama”, ujar santri kelas 8H ini.

    Ia juga berharap bisa mengembangkan bakatnya itu di MTs. Zaha. Santri yang mengaku baru pertama mengikuti lomba photo on the spot ini juga siap ikut serta jika ada event lomba fotografi lagi. “Ingin mencoba kalau ada lomba lagi, syukur-syukur nanti juga dibuka cabang student day fotografi untuk tambahan ilmu. sebab teman-teman juga banyak yang suka foto dan memiliki kamera”, katanya penuh harap. (pin)

  • Bank Sampah MTs. Zaha Olah Sampah Plastik Menjadi Batako

    Bank Sampah MTs. Zaha Olah Sampah Plastik Menjadi Batako

    Proses Pembuatan Batako Hasil Olahan Bank Sampah MTs. Zaha

    Genggong- Sampah plastik menjadi sumber masalah bagi sebagian orang karena dianggap mencemari lingkungan. Sampah ini masih belum terurai di dalam tanah meskipun sudah ditimbun selama lebih 100 tahun.

    Namun ditangan Bank Sampah Teristimewa (BST) Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, plastik bekas justru menjadi barang paling diburu saat ini. Melalui kreasi pengurus bank sampah, limbah plastik bisa disulap menjadi batako bernilai tinggi.

    Kreativitas pengurus bank sampah ini muncul saat mereka melihat sampah plastik yang menumpuk di tempat sampah. Sampah yang berupa plastik bungkus makanan dan minuman tidak laku dijual ke pengepul hanya membuat gudang bank sampah terasa sesak. Manager BST, Ustadz Nanang Ishariyanto memutar otak untuk mencari solusi masalah tersebut. Beliau yakin bahwa ada manfaat lebih dari sampah plastik yang menumpuk dan tidak laku dijual itu.

    “Saya berpikir siang malam, apa yang bisa saya lakukan untuk menghilangkan sampah palstik ini agar tidak menumpuk dan tidak membekas meskipun dibakar.,”ujarnya.

    Ia pun iseng memanaskan plastik itu dengan wajan yang biasa dipakai untuk memasak. Para asatidz yang melihatnya merasa sedikit aneh, terlebih wajannya sampai hitam karena dipakai memanaskan plastik.

    Ternyata lelehan plastik tersebut dibuat untuk mengisi cetakan paving. Setelah berulang kali uji coba akhirnya BST berani meyakinkan para asatidz mengenai kualitas paving buatannya.

    Terbukti, ungkap Ustadz Nanang, paving ini jauh lebih kuat daripada paving yang terbuat dari semen.

    “Saya uji coba terus, untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Saya banting berulang kali ke batu tidak pecah. Saya palu tidak pecah. Beda dengan paving yang terbuat dari semen. Sekali banting langsung pecah. Saat ini kualitasnya sudah bagus, dan saya berani menawarkan ke pembeli. Bahan dasarnya juga bisa dari jenis plastik apapun,” katanya mantap.

    Bentuk paving berbahan plastik itu persis seperti paving pada umumnya. Yang membedakan, bobot paving kreasi bank sampah Teristimewa lebih ringan. Selain itu, bahan bangunan tersebut lebih mudah dicat dengan warna cerah.

    Kepala MTs Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan bank sampah Teristimewa. Hal ini terlihat dari rencana pemasangan paving disekitar halaman madrasah memakai paving dari plastik ini.

    “Terobosan ini perlu diviralkan ke khalayak luar. Karena ini adalah murni hasil anak bangsa yang belajar di madrasah. Saya yakin paving ini akan mendapatkan respon baik dari masyarakat. Saya akan mengawalinya dengan order dulu untuk pemasangan paving di sekitar halaman MTs Zaha” ujar beliau tersenyum.

    Kepala madrasah juga menambahkan bahwa sampah yang sudah dibuang ke tempat sampah belum tentu bisa bersih,”Dengan membuang sampah melalui Tempat Pembuangan Akhir  masalah belum tentu selesai. Namun dengan didaur ulang jadi paving, masalah selesai tanpa melahirkan masalah. Malah bisa membantu ekonomi masyarakat,”ujar beliau mantap.

    BST kini masih terkendala dalam mengembangkan usahanya. Karena alat produksinya terbatas sehingga belum mampu melayani permintaan yang mulai datang dari pelanggan yang mulai meningkat. Sementara modal yang dimilikinya untuk membeli alat cetakan terbatas. BST berharap bisa dilirik oleh berbagai pihak, utamanya pemerintah Kabupaten Probolinggo. (Tgh/Pin)

  • Kepala Madrasah Tinjau Pelaksanaan Try Out UNBK

    Kepala Madrasah Tinjau Pelaksanaan Try Out UNBK

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal (berdiri) saat Melihat Proses Try Out UNBK

    Genggong-  Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan Try Out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejak kemarin Senin (29/1). Bertempat di gedung putra, semua santri kelas IX mengikuti kegiatan ini dengan tertip dan bergantian sesuai dengan sesinya masing-masing.

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal turut hadir ke ruang try out untuk mengetahui proses pelaksanaan try out serta sejauh mana persiapan madrasah untuk menghadapi ujian nasional nanti. Beliau hadir usai acara pelantikan pelopor kedisiplinan di gedung putri.

    Dalam pengamatannya saat proses try out, beliau meminta agar pada pelaksanaan unbk nanti semuanya sudah siap, baik dari peserta maupun dari perlengkapan. “Para santri harus terus dibimbing, mulai dari materi sampai pengoperasian saat mengerjakan. Jika ada laptop yang error segera dipastikan agar nanti tidak terjadi error”, tuturnya.

    Menurrut ustadz Rudy Hamzah, salah satu proktor di MTs. Zaha bahwa dalam pelaksanaan try out unbk pertama kali ini memang ada beberapa kendala. Salah satunya ada laptop yang tiba-tiba mati. Selain itu ruangan juga menjadi ramai karena anak-anak banyak yang bertanya cara login dan pengerjaanya.

    “Memang di hari pertama dan yang pertama kali ini kita banyak memberikan pengarahan kepada santri terutama tata cara pengoperasian, di hari-hari berikutnya sudah lebih kondusif lagi. Termasuk laptop yang error nanti akan diperbaiki. Intinya sementara ini semua masalah teratasi dan try out berjalan dengan lancer”, ujar Ustadz Rudy.

    MTs. Zaha Genggong melakukan try out dengan 5 server pc dan 100 client yang kesemuanya berupa laptop. Para peserta dibagi menjadi 3 sesi, yakni sesi pertama dimulai pukul 07.30, dilanjut sesi kedua pukul 10.30 dan terakhir sesi ketiga dimulai dari pukul 14.00. Try out akan dilaksanakan hingga Kamis (1/2) mendatang. (Pin)

  • Pendaftaran Santri Baru MTs. Zaha Tahun 2018-2019 Resmi Dibuka

    Pendaftaran Santri Baru MTs. Zaha Tahun 2018-2019 Resmi Dibuka

    Kepala Madrasah (Pegang Mic) saat Sambutan dalam Acara Selamatan Pembukaan Penerimaan Santri Baru

    Genggong- Seperti tahun-tahun sebelumnya, MTs. Zainul Hasan Genggong melakukan selamatan untuk memulai penerimaan peserta didik baru ( PPDB). Tahun ini, selamatan tersebut dilaksanakan hari Jum’at (26/01) di kantor putra MTs. Zaha. Kegiatan itu diikuti oleh sejumlah asatidz yang dimulai dari pukul 18.00 atau selepas sholat Maghrib.

    Selamatan ini, menurut kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal dalam sambutannya, sebagai upaya memohon kepada Allah agar selalu diberikan keberkahan kepada MTs. Zaha, utamanya dalam kegiatan penerimaan peserta didik baru.

    “Kita bersama-sama memohon kepada Allah agar nantinya santri baru yang bergabung bersama kita menjadi santri yang diridhai Allah dan Rasulullah, serta ilmu yang kita sampaikan nantinya dapat dengan mudah mereka terima dan menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah. Selamatan ini juga sebagai tanda awal dibukanya pendaftaran santri baru”, ujarnya.

    Asatidz Khusyu’ Berdoa dalam Acara Selamatan

    Usai sambutan kepala madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan surat-surat Al-Qur’an yang biasa dibaca oleh santri Pesantren Zainul Hasan Genggong, yakni surat yang terkumpul menjadi surat munjiyat. Dilanjut dengan pembacaan sholawat nabi dan ditutup dengan doa yang juga dipimpin oleh kepala madrasah.

    Menurut ustadz Abd. Wafi Haris, ketua panitia penerimaan santri baru, secara keseluruhan tidak ada yang berbeda dari penerimaan santri pada tahun-tahun sebelumnya. Hanya beberapa saja yang sedikit ada perubahan, diantaranya tempat pendaftaran dan syarat pendaftaran yang harus dibawa oleh pendaftar.

    “Tahun lalu tempat pendaftaran ada di kantor putra dan putri, tapi tahun ini tempat pendaftaran kita sentral menjadi satu di kantor putra. Sehingga semua pendaftar baik putra dan putri mendaftarnya di kantor putra. Begitu juga syarat pendaftaran yang wajib dibawa ketika mendaftar adalah foto copy Kartu Keluarga (KK), foto copy akte kelahiran, serta foto copy raport dari SD atau MI kelas IV sampai kelas VI”, papar ustadz yang juga menjabat wakamad kesiswaan ini.

    Jadi, lanjut ustadz wafi, mulai tanggal 27 Januari pendaftaran santri baru MTs. Zaha Genggong sudah mulai dibuka. “silakan yang hendak mendaftar langsung datang ke kantor MTs. Zaha atau untuk info bisa mengunjungi website madrasah”, imbuhnya. (Pin)

    —————————-

    Informasi Pendaftaran Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong:

    1. Syarat Pendaftaran
    • Mengisi Formulir pendaftaran
    • Menyerahkan foto copy KK
    • Menyerahkan foto copy akte kelahiran
    • Menyerahkan foto copy raport kelas IV, V, dan VI
    • Menyerahkan surat keterangan NISN
    • Menyerahkan foto copy ijazah/surat tanda lulus
    • Menyerahkan foto copy DKHUN/SHUN
    • Menyerahkan pas foto terbaru ukuran 3×4 8 lembar
    • Menyerahkan foto copy piagam/sertifikat prestasi

    Keterangan: Foto Copy KK, Akte, dan Raport wajib diserahkan saat mendaftar. (Ijazah dan SHUN bisa disusul lain waktu).

    1. Waktu Pendaftaran

    Gelombang I:

    Pendaftaran : 27 Januari – 05 Mei 2018

    Pelaksanaan Tes : 06 Mei 2018

    Pengumuman hasil tes : 08 Mei 2018 (melalui website madrasah)

    Gratis Biaya Pendaftaran

    Gelombang II:

    Pendaftaran : 09 Mei – 27 Juni 2018

    Pelaksanaan Tes : 28 Juni 2018

    Pengumuman hasil tes : 30 Juni 2018 (Melalui website madrasah)

    Biaya Pendaftaran Rp. 50.000 (Lima puluh ribu rupiah)

    1. Tempat Pendaftaran

    Kantor MTs. Zainul Hasan Genggong putra, Jl. Km. 03 PZH Genggong Pajarakan Probolinggo Jawa Timur (Sebelah selatan monument NU)

    1. Contact Person

    Ustadz Abd. Wafi Haris, S.H., M.Pd.I (085230506511)

    Ustadz Teguh Firmansyah, M.Pd. (085230155096)

    website madrasah : www.mtszaha1.sch.id

  • Wisuda Amtsilati Ketiga, KH. Taufiqul Hakim Serahkan Piagam Terdaftar

    Wisuda Amtsilati Ketiga, KH. Taufiqul Hakim Serahkan Piagam Terdaftar

    Kepala Madrasah saat Menerima Piagam Terdaftar dari Pengarang Amtsilati di acara Wisuda Ketiga

    Genggong- Wajah sumringah terpancar dari ratusan santri MTs Zainul Hasan (MTs Zaha) Genggong. Sebab 273 santri tersebut merupakan peserta wisuda amtsilati dan tahfidz juz ‘amma tahun 2018. Mereka mengikuti prosesi wisuda pada Ahad (7/1) yang berlangsung di Gor Damanhury Romli.

    Wisudawan Juz Amma yang berjumlah 94 santri dikukuhkan oleh Pengasuh Pesantren  Zainul Hasan genggong, KH. Moh. Hasan Zidni Ilma,  sedangkan  179 wisudawan Amtsilaty dikukuhkan oleh KH. Taufiqul Hakim, pengarang kitab Amtsilaty asal Jepara Jawa Tengah. Kedua prosesi tersebut didampingi oleh kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.

    Para pengasuh dan shohibul bait Pesantren Zainul Hasan Genggong menjadi saksi prosesi wisuda Amtsilaty ke-III dan Juz ‘Amma kedua tersebut. Selain para tamu dari Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo dan pengurus Yayasan pendidikan Pesantren zainul Hasan, para asatidz dan wali santri atau orang tua wisudawan juga hadir dalam wisuda tersebut.

    Acara digelar mulai pukul 19.00 WIB, prosesi wisuda tersebut diawali dengan pawai obor oleh santri mengiringi para wisudawan. pawai yang didampingi para asatidz tersebut start dari halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong menuju lokasi prosesi wisuda. Iringan grup drum band dari SD Zainul Hasan yang ikut mengantar para wisudawan semakin menambah meriah suasana, pesta kembang api di langit genggong juga ikut menghiasi kemeriahan pawai.

    Dalam sambutannya, kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I mengatakan  bahwa program wisuda ini akan dilaksanakan setiap tahun setelah para santri diseleksi melalui ujian akbar dan uji publik. Wisuda merupakan akhir dari perjalanan santri menuntaskan Amtsilaty dan Juz Amma. Beliau juga mendoakan semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan barokah.

    “Program wisuda Amtsilaty dan Juz ‘Amma ini akan dilaksanakan sekali dalam setahun setelah melalui rentetan ujian. Mulai ujian akbar oleh tim amtsilaty sampai ujian Publik di depan para santri dan asatidz.   Semoga ilmu kalian menjadi ilmu yang manfaat dan barokah serta selalu mendapatkan barokah dari para muassis Pesantren Zainul Hasan Genggong. “,harapnya.

    Sementara itu, bapak Dr. Sugiyo, M.Pd yang hadir mewakili Kankemenag Kabupaten Probolinggo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MTs Zainul Hasan yang selalu melestarikan budaya pesantren. Beliau juga berpesan kepada para wisudawan untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu di pesantren Zainul Hasan Genggong.

    Dalam wisuda ini juga terdapat 6 wisudawan terbaik, yaitu 3 wisudawan terbaik Amtsilaty dan 3 wisudawan Juz Amma. Wisudawan Amtsilaty terbaik diantaranya Shinta Nur Safitri sebagai wisudawan terbaik pertama, Muhammad Abdul Qodir pada posisi kedua, dan terbaik ketiga diraih oleh Yusi Nur Laili Khabibah. Penghargaan diberikan langsung oleh pengaran Amtsilaty, KH. Taufiqul Hakim yang didampingi oleh Kepala Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong, Ustadz Abd. Aziz Wahab, M.Ag.

    Sedangkan wisudawan Juz ‘Amma terbaik secara berurutan yaitu M. Fathoni Dailani, Halimatus Sa’diyah dan M. Hafidzul Ahkam. Almukarrom KH. Hassan Ahsan Malik diberi kehormatan memberikan penghargaan kepada wisudwan terbaik Juz Amma. Tidak ketinggalan juga, MTs Zaha Genggong juga memberi apresiasi kepada para penghafal Al Quran  yang telah menghafalkan Al Quran di atas 3 juz.

    Disamping itu, KH. Taufiqul Hakim, pengarang kitab amtsilati memberikan piagam terdaftar kepada MTs. Zainul Hasan Genggong yang diterima oleh kepala madrasah. Dengan begitu melalui piagam dengan nomor 188/SD/PPDF/II/2010 ini, MTs. Zainul Hasan merupakan lembaga resmi atau yang diakui oleh amtsilati pusat sebagai lembaga yang mengajarkan metode amtsilati. Beliau juga memberikan piagam kepada para pengajar amtsilati di MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Dr. Abd Aziz Wahab, M.Ag, kepala Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan genggong  yang mewakili Ketua yayasan menambahkan, dalam perkembangannya MTs Zainul Hasan ini merupakan satu-satunya MTs di kabupaten Probolinggo yang melaksanakan wisuda Amtsilaty dan Juz Amma. Madrasah ini sudah memiliki semua kriteria untuk dikatakan sebagai madrasah yang maju. Salah satunya MTs Zainul Hasan mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh lembaga lain, yaitu unggul dalam Amtsilaty.

    “Dengan berbagai keunggulan karakteristik madrasah tersebut, sungguh sangat pantas jika MTs Zaha Genggong mempunyai jargon MTs. Zaha Teristimewa” pungkas beliau disambut tepuk tangan hadirin.

    Acara wisuda ini ditutup dengan pembacaan Do’a yang dipimpin oleh KH. Moh. Hasan Maulana. (Tgh/Pin)