Penulis: Admin MTs Zaha

  • Kepala Madrasah Berikan Hak Suara di TPS Putra

    Kepala Madrasah Berikan Hak Suara di TPS Putra

    Kepala Madrasah saat Menggunakan Hak Suara dalam Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS 2018-2019

    Genggong– Di hari yang sama, Senin (27/8) OSIS Putra Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong juga mengadakan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS baru. Prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS putra MTs. Zaha tersebut berlangsung di depan ruang kelas putra MTs. Zaha.

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal ikut mendatangi TPS dan memberikan hak suaranya untuk memilih salah satu pasangan calon. Beliau hadir didampingi sejumlah asatidz yang juga memberikan hak suara.

    Dalam pemilihan kali ini, pasangan calon yang bersaing memperebutkan posisi ketua dan wakil ketua OSIS tahun 2018-2019  adalah pasangan Mudrik Abdil Bar-Moh. Dwi Nanda Al Farades dengan nomor urut satu, Muhammad Ilyas Ramadhan-Tuhfah Maulana Sholeh dengan nomor urut dua, dan David Anggun Felani-Syarif Hidayatullah dengan nomor urut ketiga..

    Hampir sama dengan OSIS Putri, prosesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bhakti 2018-2019 tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Diawali dengan pemungutan suara oleh para santri di masing-masing kelas yang didampingi para asatid dan pengurus OSIS. Setelah itu, acara berlanjut ke depan kelas guna melaksanakan penghitungan suara. Di depan kantor ini juga dilaksanakan pemungutan suara oleh para asatidz. Mereka memilih di bilik yang sudah disediakan oleh pengurus OSIS Putra.

    “Monggo para asatid yang masih belum mencoblos agar segera menggunakan haknya. Karena sebentar lagi akan dilakukan penghitungan suara.” Ujar Ust. Ali Wapa selaku Pembina OSIS Putra MTs. Zaha melalui pengeras suara.

    Memasuki sesi penghitungan, para santri semakin bersemangat. Sorak-sorak dan tepuk tangan tak hentinya mereka luapkan ketika surat suara pertama yang dibacakan memihak pada pasangan nomor urut dua. Tampak kepala Madrasah dan semua asatidz ikut menyoraki pasangan yang didukungnya

    Berbeda dengan di putri, perolehan suara masing-masing pasangan calon begitu ketat, terutama pasangan nomor urut satu dan nomor urut dua. Kedua pasangan calon tersebut bersaing ketat dalam perolehan suara sampai menjelang akhir penghitungan, namun tidak bisa mengejar perolehan suara nomor urut tiga

    Sampai akhirnya, pasangan nomor urut tiga, David-Syarif berhak memperoleh suara tertinggi dengan  meraih 153 suara, unggul jau dari pasangan nomor urut satu Mudrik-Nanda yang memperoleh 106 suara. Sedangkan pasangan nomor urut dua Ilyas-Tuhfah selisih 1 suara dengan pasangan nomor urut 1, yaitu memperoleh 105 suara. Jumlah suara tidak sah cukup kecil, yaitu 17 suara

    “Ya Alhamdulillah bisa menjadi ketua OSIS MTs. Zaha. Minta doanya semoga saya dan teman-teman amanah.” Ucap David Anggun Felani, Ketua OSIS terpilih masa bakti 2018-2019.

    Selanjutnya, ketua OSIS terpilih beserta pengurus harian dan Pembina OSIS akan menjadi tim formatur akan memilih beberapa santri yang telah mencalonkan diri menjadi anggota OSIS untuk membentuk struktur kepengurusan OSIS MTs. Zaha periode 2018-2019. Rencananya, para pengurus terpilih baik putra dan putri akan dilantik pada minggu pertama bulan September.

  • Menang Telak, Deby-Zulfa Pimpin OSIS Putri periode 2018-2019

    Menang Telak, Deby-Zulfa Pimpin OSIS Putri periode 2018-2019

    Proses Penghitungan Suara Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS Putri 2018-2019

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melakukan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS masa bakti 2018-2019. Kegiatan ini berlangsung kemarin Senin (27/08/2018). Ratusan santri dan asatidz turut andil dalam pesta demokrasi ala santri tersebut.

    Kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MTs. Zaha diawali dengan pemungutan suara pada pukul 10.30 WIB yang dilangsungkan di masing-masing kelas. Didampingi oleh pengurus OSIS dan asatidz, para santri tampak sangat antusias memilih satu diantara tiga calon pasangan yang sudah ditetapkan melalui tahap seleksi sebelumnya.

    Ketiga pasang calon tersebut  yakni Deby Sakinatul Jannah-Rif’atu Zulfa Asy’arina dengan nomor urut satu, Ayu Lifiaturrahmah-Adzimah Balqis nomor urut dua, dan Risqiana Munawwaroh-Laily Musdalifatul Jannah pasangan nomor urut tiga.

    Setelah pemungutan suara yang berlangsung di masing-masing kelas selesai, para santri dan asatidz langsung menuju ke aula madrasah untuk mengikuti prosesi penghitungan suara. Namun, sebelum penghitungan suara dimulai, acara diawali dengan sambutan Pembina OSIS putri, Ustad Agus Setiawan, S.S. lalu dilanjutkan pemungutan suara dari para asatidz dan pengurus OSIS.

    Dalam sambutannya, Pembina OSIS yang akrab disapa Ustad Agus itu menyampaikan bahwa ketiga pasangan calon tersebut sudah pasti menjadi pengurus OSIS harian MTs. Zainul Hasan Genggong. “Ketiga pasang calon ini sudah melalui tahap seleksi yang dilaksanakan oleh Pembina OSIS dan tim. Secara otomatis, keenam santri ini nantinya akan menjadi pengurus harian. Terbanyak pertama akan menjadi ketua dan wakil, terbanyak kedua menjadi Sekretaris dan wakil sekretaris, serta bendahara dan wakil bendahara akan dijabat oleh pasangan terbanyak ke tiga”, paparnya.

    Selain itu, lanjut Ustad Agus, beliau juga berterima kasih kepada pengurus OSIS yang sudah melaksanakan proses pemilihan ini dengan sangat baik. Mulai dari kampanye pasangan calon yang diselenggarakan tiga hari sebelum pemilihan, sampai proses penghitungan suara yang berlangsung kemarin.

    Suasana penghitungan suara menjadi lebih meriah karena sorak-sorak dari para santri pendukung ketiga pasang calon. Mereka menanti siapa sosok yang akan memimpin OSIS Putri MTs. Zaha selanjutnya.

    Setelah sekitar satu setengah jam proses penghitungan suara, pasangan calon nomor urut satu, Deby-Rif’atu Zulfa terpilih sebagai ketua dan wakil ketua OSIS MTs. Zaha periode 2018-2019. Mereka unggul jauh dari para pesaingnya dengan meraih 379 suara. Sedangkan pasangan Ayu-Adzimah dan Risqiana-Laily masing-masing mendapatkan 53 dan 33 suara. Sementara suara tidak sah sebanyak 35 suara.

  • Serunya Guru Vs Santri dalam Lomba Memperingati HUT RI ke-73

    Serunya Guru Vs Santri dalam Lomba Memperingati HUT RI ke-73

    Genggong- Banyak cara yang dilakukan untuk memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke 73 ini, salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba. Seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Madrasah dengan jargon teristimewa ini memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan mengadakan berbagai lomba, yakni lomba tarik tambang, lomba makan kerupuk, lomba sepeda lambat, dan lomba bakiak.

    Lomba yang digelar di halaman madrasah pada Sabtu (18/8) ini tak hanya diikuti oleh santri dari masing-masing kelas, tapi juga diikuti oleh para asatidz. Untuk kategori asatidz ini dibagi menjadi 4 kategori, yakni guru perwakilan dari pimpinan, perwakilan dari karyawan dan TU. Juga perwakilan dari guru agama dan perwakilan dari guru umum. Dalam perlombaan ini, lawan tak ditentukan menurut kategori, tapi sesuai hasil pengundian. Sehingga seringkali dalam perlombaan ini guru melawan santri.

    Tak seperti biasa, santri yang biasanya selalu nurut kepada guru tapi tidak untuk kali ini. Para santri dari perwakilan kelas tak mau kalah, mereka tampak semangat untuk menang meski yang menjadi lawan main adalah gurunya. “Ya inilah perlombaan. Kita adakan lomba ini sebagai hiburan untuk para santri. Konsep sederhana tapi meriah”, ujar ustadz Ali Wapa, koordinator lomba.

    Lomba tarik tambang merupakan lomba yang pertama digelar. Dalam lomba ini masing-masing regu berjumlah 5 orang. Perlombaan tampak semakin seru saat regu pimpinan melawan regu guru umum, disusul regu karyawan melawan santri. Setelah melewati beberapa babak, grup pimpinan berhak masuk babak semi final. Namun dalam babak semifinal, grup pimpinan harus mengakui keunggulan kelas IXE, sehingga pada babak final kelas IX E harus bertanding dengan grup karyawan yang sudah dulu meraih tiket ke final. Setelah perjuangan keras adu otot akhirnya di babak final ini kelas IXE harus mengakui keunggulan grup karyawan yang dikomandani ustadz Yusuf.

    Usai tarik tambang, lanjut dilaksanakan Lomba bakiak. Dalam lomba ini tak ada perwakilan guru yang juara. Semua juara diraih oleh perwakilan santri dari masing-masing kelas. Yakni juara 1 dari kelas IX A dan juara 2 diraih oleh kelas IX B.

    Dilanjut dengan lomba sepeda lambat yang dimenangkan oleh perwakilan karyawan yang diwakili oleh ustadz Yusuf dan disusul oleh kelas VII D sebagai juara kedua. Di cabang lomba makan kerupuk diambil satu juara yakni kelas IXC.

    Wakil kepala madrasah bagian Kesiswaan, Ustadz Abd. Wafi Haris mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk menjaga kekompakan dari seluruh lapisan madrasah dan bentuk rasa syukur dalam menikmati kemerdekaan Indonesia. Beliau juga berharap dengan adanya kegiatan ini rasa kekeluargaan semakin terasa. “Acara ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat kemerdekaan dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa inilah MTs Zaha, madrasah yang kompak, penuh canda tawa dan rasa kekeluargaan ”, tuturnya.

  • Santri Baru Ucap Janji Saat Penutupan OSBA

    Santri Baru Ucap Janji Saat Penutupan OSBA

    Kepala Madrasah saat Menyampaikan Pengarahan pada Penutupan OSBA 2018-2019

    GENGGONG – Serangkaian kegiatan masa Orientasi Santri Baru (OSBA) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019 berakhir kemarin (12/7). Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan Apel Penutupan di halaman MTs. Zaha Putra pada pukul 07.30 WIB yang dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.

    Sebanyak kurang lebih 400 santri baru, baik putra maupun putri sangat antusias mengikuti acara penutupan OSBA MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tersebut. Acara penutupan OSBA diawali dengan pembacaan surat Al Fatehah yang dipandu oleh ketua OSIS Putri, Kelvina Berlian Noer Riza selaku pembawa acara. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kegiatan OSBA mulai dari Peserta OSBA terbaik, Kelompok terbaik, dan pemenang lomba-lomba dalam kegiatan OSBA.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan janji santri yang dipandu langsung oleh Wakil Ketua OSIS Putra, Noval Jayyad Hasan. Tampak para santri baru sangat lantang dan bersemangat dalam mengucapkan janji santri. Salah satu poin dalam janji tersebut bahwa para santri baru itu bersedia untuk menaati segala tata tertib madrasah dan pesantren serta siap menerima sanksi apabila dikemudian hari terbukti melanggar peraturan. Selepas itu, acara dilanjutkan dengan pencopotan atribut OSBA oleh kepala madrasah kepada perwakilan santri baru.

    Setelah pencopotan atribut OSBA, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala MTs. Zainul Hasan 1 Genggong selaku pembina apel. Dalam sambutannya yang santai, beliau menuturkan bahwa santri baru harus punya niatan baru yang baik, yaitu niat mencari ilmu yang barokah. “ Perbarui niat kalian, niat yang baik, yaitu mencari ilmu barokah di Madrasah dan Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.” Dawuhnya. Beliau juga berharap agar para santri baru nantinya dapat beradaptasi di MTs. Zainul Hasan 1 Genggong dengan cepat.

    Setelah acara Apel Penutupan OSBA selesai, para santri baru didampingi oleh pengurus OSIS dan beberapa asatidz melakukan ziaroh ke makam para Masyayikh Pesantren Zainul Hasan Genggong. (*)

  • Paparkan Visi Misi, Madrasah Ajak Wali Santri Baru Aktif Berkomunikasi

    Paparkan Visi Misi, Madrasah Ajak Wali Santri Baru Aktif Berkomunikasi

    Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong saat Silaturrahim Bersama Pimpinan dan Asatidz.

    Genggong – Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan rapat bersama wali santri baru kemarin Ahad (8/7).  Rapat yang dikemas dalam kegiatan silaturrahim bersama pimpinan dan asatidz ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Damanhury Romli Genggong. Silaturrahim ini juga dimanfaatkan oleh pihak madrasah untuk menyampaikan visi, misi, dan tujuan madrasah kepada wali santri baru. Acara tersebut dihadiri oleh para pimpinan, dewan asatidz serta para wali santri. Tampak juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Zidni Ilma yang hadir dengan kapasitas sebagai pengasuh dan juga wali santri

    Usai pembukaan, acara dilanjut pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh M. Hasan Zamzami santri kelas VIII MTs. Zaha Genggong yang sempat meraih juara MTQ tahun lalu.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala MTs Zaha, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI. Sambutan yang disampaikan via rekaman video tersebut berisikan permohonan maaf beliau kepada seluruh hadirin atas ketidakhadirannya pada acara itu. Hal itu dikarenakan posisi beliau yang masih berada di negara Yaman dalam acara dauroh. Dalam sambutannya beliau juga memperkenalkan program baru di MTs Zaha serta mengenalkan para pimpinan di madrasah yang beliau pimpin. Satu per satu para pimpinan dikenalkan kepada hadirin disertai guyonan has beliau, salah satunya bendahara madrasah dikenalkan beliau dengan menyebutkan ciri-cirinya yakni berjenggot tebal. Sontak hal tersebut mengundang gelak tawa para wali santri yang hadir.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh wakil kepala madrasah (wakamad) kurikulum Ustadz H. M. Harsoyo Mukhtar. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi, dan tujuan Madrasah. Dalam pemaparannya beliau menegaskan bahwa untuk  mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui seluruh waka. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi dan mendukung putra dan putrinya yang telah memantapkan pilihannya kepada MTs. Zaha Genggong.

    Beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya menyelenggarakan program SKS by School sehingga dapat pula menyediakan program peserta didik cerdas istimewa yang nantinya dapat lulus dalam 2 tahun. Lalu program pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Tahun ini merupakan tahun kedua MTs. Zaha sudah menggunakan program SKS by School, jadi mohon doanya agar selalu bisa berjalan dengan lancar dan sukses”, paparnya.

    Di akhir laporan pendidikan diberikan kesempatan kepada wali santri yang hadir untuk mengajukan pertanyaan atau usulan terhadap pimpinan MTs Zaha. Beberapa wali santri tampak antusias mengajukan pertanyaan kepada pimpinan terkait dengan program – program yang ada di MTs Zaha. Para pimpinan menjawab pertanyaan para wali santri dengan lugas dan jelas sehingga memberikan kepuasan tersendiri kepada wali santri.

    Setelah dialog usai, acara diakhiri dengan pembacaan sholawat nabi yang dipimpin oleh hadraah Munsyiduna MTs. Zaha dan ditutup dengan do’a oleh Almukaarrom KH. Moh. Hasan Zidni Ilma. (Tgh)

  • Pesilat MTs. Zaha Juara Bintang Trisula Cup VII Se Jawa dan Bali

    Pesilat MTs. Zaha Juara Bintang Trisula Cup VII Se Jawa dan Bali

    Muhammat Ainul Yaqin (kiri) dan Mario Ahmad Baidowi (kanan) Foto Bersama Usai Penyerahan Tropi BTC di UIN Malang.

    Genggong-  Awal tahun pelajaran baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo terasa sangat istimewa. Sebab, dua santri madrasah setempat berhasil mengukir prestasi yang begitu membanggakan. Mereka adalah Mario Ahmad Baidowi dan Muhammat Ainul Yaqin. Kedua pesilat tersebut membawa harum madrasah dalam ajang Bintang Trisula Cup (BTC) VII se Jawa-Bali di Malang yang berlangsung pada tanggal 2 sampai 5 Juli kemarin.

    BTC VII se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh UIN ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia. Ajang ini merupakan ajang tahunan dalam rangka menyambut HUT UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur.

    Pada kategori kelas C Pra Remaja Putra setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidowi, santri yang baru naik kelas IX ini berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya berhenti di final setelah dikalahkan satu peserta dari Jawa barat, akhirnya ia pun harus puas sebagai juara kedua.

    Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain berhasil menambah pundi-pundi medali pada kategori D Pra Remaja Putra. Peserta dengan nama Muhammad Ainul Yaqin santri kelas VIII yang juga menyabet juara kedua.

    Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba. “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Pendekar kita biasa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus.” jelas ustadz Taufik mantap.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Perhatian kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal terhadap pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.

    Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ustadz M. Restu, ketua program sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.

    “Alhamdulillah, kita mendelegasikan dua santri diajang tersebut dan keduanya berhasil meraih juara. ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s  Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya. (Tgh/Pin)

  • Hasil Tes Gelombang 2 PPDB 2018-2019

    Hasil Tes Gelombang 2 PPDB 2018-2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Berikut kami sampaikan hasil tes Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019.

    Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zaha 1 Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha Teristimewa.

    Pemetaan Kelas akan diumumkan setelah pelaksanaan Tes IQ baik untuk pendaftar gelombang 1 maupun pendaftar gelombang 2. Info selengkapnya hubungi 085230506511

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Hasil Tes PPDB Gel. 1 dapat didownload dibawah ini: 

  • Dua Santri MTs. Zaha Tampil Sempurna di Acara Lailatul Qiro’ah

    Dua Santri MTs. Zaha Tampil Sempurna di Acara Lailatul Qiro’ah

    M. Fatoni Dailani saat tampil diacara Lailatul Qori’ah.

    GENGGONG- Lailaul Qiro’ah Pesantren Zainul Hasan Genggong tahun ini memberikan kesan tersendiri bagi dua santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, Sebab dua santri berbakat ini berkesempatan tampil sebagai qori pada acara tahunan dalam rangka memperingati haul almarhumah Nyai Hj. Himami Hafshawaty yang berlangsung Jumat malam kemarin (25/5/2018).

    Mereka adalah M. Fatoni Dailani dan M. Hasan Zamzami. Keduanya merupakan santri yang masih duduk di bangku kelas VII MTs. Zaha Genggong, masing-masing di kelas VII B Fullday Agama dan kelas VII D Reguler. Selain itu, tampil juga bersama mereka satu qori’ dari SD Zaha, Asghar Kandias

    Dalam penampilannya, mereka secara bergantian melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdunya yang diawali oleh Asghar Kandias. Dilanjut dengan penampilan M. Hasan Zamzmi dan ditutup oleh M. Fatoni Dailani. Sontak penampilan mereka mendapat tepuk tangan begitu meriah dari para hadirin.

    Sementara itu, M. Fatoni Dailani mengaku senang bercampur takut, sebab ini merupakan kali pertama ia tampil diacara Lailatul Qiro’ah. “Alhamdulillah tampilnya lancar. Tadi baca surat Yunus pakai lagu nahawan dan rost”, kata santri yang pernah menyumbang tropi juara 2 MTQ tingkat jawa timur untuk MTs. Zaha ini.

    Hal senada juga disampaikan oleh M. Hasan Zamzami. Santri yang membacakan surat Annisa dengan menggunakan lagu bayati ini merasa kurang percaya diri saat tampil dihadapan ribuan jamaah yang diketahui sengaja datang untuk mendengarkan lantunan qori dan qoriah terbaik. “Tapi setelah tampil rasa kurang percaya diri itu hilang dengan sendirinya”, ungkapnya.

    Selain itu, Asghar Kandias saat ditanya usai tampil mengaku telah menjatuhkan pilihannya kepada MTs. Zaha sebagai sekolah lanjutannya nanti. “Insya Allah setelah lulus SD nanti saya melanjutkan di MTs. Zaha”, ungkapnya. (Pin)