• Tim Robotika MTs. Zaha Juara 1 tingkat Jawa Timur

    Tim Robotika MTs. Zaha Juara 1 tingkat Jawa Timur

    Ahmad Burhan Maliki (paling kanan) saat menerima hadiah yang diberikan oleh Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Pens), Dr. Zainal Arif, S.T, M.T

    Genggong-Jerih payah sebuah perjuangan akhirnya terbayar. Mungkin inilah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keberhasilan tim robotika MTs Zaha. Meski sempat gagal di ajang perlombaan tingkat nasional beberapa bulan lalu, namun kemarin (11/2) tim robotika MTs Zaha yang tergabung dalam tim OROMZA (Otomasi dan Robotika MTs Zaha) berhasil membuktikan kemampuannya di ajang Olimpiade ke 14 cabang robotika tingkat Jawa Timur.

    Olimpiade yang dilaksanakan di SMA Unggulan Hafshawaty Probolinggo ini menjadi tempat melampiaskan hasrat juara bagi dua tim robotika MTs Zaha, yakni OROMZA 1 dan OROMZA 2. Tak tanggung-tanggung, dua kategori juara langsung disabet mereka. Dua prestasi tersebut diantaranya juara 1 best finish dan juara 1 best design. Lebih membanggakan lagi, kategori best design ini hanya diraih satu-satunya oleh MTs. Zaha.

    Tim juri dari Politeknik Elektronika Negeri  Surabaya (PENS) yang didatangkan panitia memutuskan tim OROMZA 1 yang dimotori oleh Rifqi Amri Almasyhudi dan M. Rofiqul Jailani sebagai juara 1 kategori best design. Kategori ini dinilai berdasarkan kriteria desain robot paling menarik dan terunik.

    Sedangkan juara 1 best finish disabet oleh tim OROMZA 2 yang dinahkodai oleh Bahrul Ulum dan Ahmad Burhan Maliki. Robot Oromza 2 ini sempat membuat cengang tim juri dan para peserta lain dikarenakan speed yang luar biasa dalam menempuh lintasan, yakni dalam waktu 17 detik. Jauh melampaui para peserta lain yang rata-rata berada di atas 1 menit untuk mencapai finish.

    Dalam perlombaan ini dibagi dalam 2 babak. Pada babak penyisihan masing-masing tim diberi kesempatan untuk melajukan robot miliknya pada lintasan yang disediakan panitia dengan waktu 3 menit. Dari babak ini, tim juri menilai dengan beberapa poin dan diambil 8 peserta dengan perolehan nilai poin tertinggi untuk selanjutnya diadu pada babak adu cepat. Semua tim dari MTs. Zaha lolos dalam babak penyisishan ini.

    Namun asa untuk sama-sama meraih best finish kandas setelah hasil undian menentukan OROMZA 1 dan OROMZA 2 harus bertemu dalam perdelapan final. Sehingga harus merelakan tim OROMZA 1 yang tertinggal  untuk keluar lintasan.

    “Sayangnya kami harus perang saudara. Padahal kami sudah prediksi untuk bisa juara 1 dan 2 karena memang robot kami melaju dengan sangat baik di lintasan. Tapi ya  Alhamdulillah kedua tim berhasil menyisihkan 27 peserta lain dan keduanya sudah juara. hehe…”, kelakar Ustadz Nizar, pembina Student’s Day bidang robotika yang mendampingi para peserta.

    Ungkapan rasa bangga juga disampaikan oleh Waka Kesiswaan Ustadz Abd Wafi Haris. Beliau menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan pembina yang berhasil mengharumkan MTs. Zaha melalui prestasinya. “Tidak sia-sia kita membuka bimbingan cabang robotika dalam Student’s Day (sehari penyaluran Minat dan Bakat santri, red) ini. Belum genap 1 tahun tim robotika sudah mempersembahkan dua trofi tingkat Jatim. Seribu jempol buat tim robotika MTs Zaha. Semoga prestasi ini dapat diraih terus oleh tim robotika MTs. Zaha”, tutur ustadz berkacamata ini. (Tgh/Fin)

    Kemeriahan saat pelaksanaan Lomba. Tampak Tim MTs. Zaha menunjukkan kemampuannya (kiri)
    Foto Bersama Peserta dan Pembina beserta Trofi yang diraih
  • Tahun Pelajaran Baru MTs. Zaha akan Buka Program PDCI

    Tahun Pelajaran Baru MTs. Zaha akan Buka Program PDCI

    Kepala MTs. Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I

    Genggong- Kabar gembira bagi calon peserta didik Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan  Genggong khususnya yang memiliki Intellegence Quotient (IQ) tinggi atau tingkat kecerdasan istimewa. Pasalnya, Madrasah yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong ini akan membuka Program Peserta Didik Cerdas Istimewa atau PDCI pada tahun pelajaran 2017-2018 mendatang. Melalui kurikulum Sistem Kredit Semester (SKS) yang akan diterapkan, peserta didik bisa menyelesaikan pendidikan di MTs. Zaha hanya dengan waktu 2 tahun atau empat semester.

    Hal ini disampaikan oleh kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal dalam rapat pimpinan madrasah hari Selasa (31/1). Beliau menyampaikan bahwa program PDCI ini merupakan salah satu program yang sudah direncanakan sejak tahun lalu, namun baru bisa mengambil langkah lebih serius pada tahun ini. Sebab, selain termasuk program, MTs. Zaha juga mendapat lampu hijau dari ketua yayasan untuk menjalankan program ini. “Memang sudah saatnya madrasah kita memberikan layanan khusus kepada peserta didik cerdas istimewa ini, apalagi ketua yayasan menginstruksikan kepada kita”, paparnya dihadapan para pimpinan madrasah.

    Keseriusan menjalankan program ini juga dibuktikan dengan langkah cepat pihak MTs. Zaha untuk menjalin kerjasama dengan MA Model Zainul Hasan Genggong. Karena MA Model merupakan salah satu madrasah yang sudah menjalankan program PDCI. Sehingga kedua belah pihak melakukan pertemuan untuk membahas Memorandum of Understanding (MoU) terkait program PDCI.

    Pertemuan yang dilaksanakan pada Rabu (1/2) atau tepat sehari setelah rapat pimpinan tersebut dihadiri oleh ustadz Fajar Shodiq selaku Ketua PDCI MA Model didampingi oleh ustadz Agus Supriyanto. Sedangkan dari pihak MTs Zaha mengikutsertakan semua pimpinan, staff kurikulum, ketua jurusan, serta kepala TU dan bendahara. Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang wakil kepala MTs. Zaha.

    Dalam pertemuan itu Kepala MTs Zaha kembali menyatakan bahwa pihak MTs menyambut baik program PDCI tersebut. “Kami menerima program PDC ini dengan syukur kepada Allah dan tangan terbuka. Jika izin resmi sudah kami dapat, maka tahun ajaran baru nanti kami siap memulai. Bismillahi tawakkalna Alallah”, ujar Kyai yang akrab disapa Abuya oleh para santri ini.

    Beliau juga menambahkan bahwa dengan adanya PDCI ini tidak berarti menghapus program yang telah digagas sebelumnya meskipun nantinya menerapkan SKS by school. “Artinya menu program Full Day Agama, Full Day Umum dan Reguler di MTs Zaha tetap diberlakukan hanya saja ada tambahan PDCI itu. Nanti tim kurikulum yang mengatur”, papar abuya.

    Dalam pertemuan ini pula Ustad Fajar Shodiq, ketua program PDCI MA Model banyak memberikan gambaran tentang program PDCI ini. Intinya dengan program ini santri bisa lulus dengan masa waktu paling cepat 2 tahun. Beliau juga menuturkan bahwa pihak MA model menyambut baik program ini. “ Kami siap untuk mendampingi dan mengawal MTs Zaha untuk menjalankan program PDCI, ujarnya.

    Selanjutnya, MoU ini akan lansung ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak dengan mengirim proposal izin penyelenggaraan program SKS by school ke Kemenag Jatim yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (8/2).

    Dalam penutupnya kepala MTs. Zaha berharap semua pihak ikut mendukung program ini. Utamanya dalam hal memberikan info sebanyak-banyaknya sebagai langkah awal untuk mengenalkan produk baru kepada masyarakat. Beliau juga mengajak peserta didik yang sedang duduk di kelas VI baik SD maupun MI untuk bersiap-siap mendaftarkan diri di MTs. Zaha. “mari bergabung bersama kami di MTs. Zainul Hasan Genggong, insya Allah barokah dan manfaat”, tuturnya. (Tgh/Fin)

  • MTs. Zaha Berhasil Bawa Pulang 2 Trofi Tingkat Jawa Timur

    MTs. Zaha Berhasil Bawa Pulang 2 Trofi Tingkat Jawa Timur

    Jinani Firdausi As’ad (Kiri) dan Adelia Damayanti dengan Trofi yang diraih.

    Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menambah daftar juaranya di awal tahun ini. Prestasi yang sangat membanggakan diukir oleh dua santri putri kelas IX, yaitu Adelia Damayanti dan Jinani Firdausi As’ad. Kedua santri tersebut berturut-turut berhasil menyabet juara Harapan 3 dan juara Harapan 1 Essay Bahasa Arab pada ajang Internasional Education Fair Nuris Got Talent.

    Kegiatan olimpiade se-Jawa Timur ini dilaksanakan kemarin Sabtu (28/1) di pondok pesantren Nurul Islam (Nuris) Sumbersari, Jember. Walaupun cakupan wilayah olimpiade ini se-Jawa Timur, namun kegiatan yang dilangsungkan di pondok asuhan Ro’is Syuriah PCNU Jember KH. Muhyidin Abdusshomad ini diikuti oleh beberapa siswa program pertukaran pelajar. Mereka berasal dari Cina, India, Arab dan Malaysia.

    Tidak mudah bagi MTs Zaha untuk meraih juara tersebut. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengasah kemampuannya pada dua babak yaitu babak penyisihan dan final. Pada babak penyisihan, santri tersebut harus berjuang  melawan ratusan peserta tingkat SMP/MTs Se Jawa Timur. Alhamdulillah kedua santri tersebut bisa masuk final dengan delapan peserta yang lain. Perjuangan yang melelahkan di final membuahkan hasil, mereka menyabet juara harapan 1 dan 3. Prestasi juara yang lain banyak diraih oleh para peserta dari luar kota penyelenggara, diantaranya Sidoarjo, Surabaya dan Malang.

    Menurut ustadz Hazbullah Rohman, kajur Umum yang mendampingi santri mengatakan bahwa  capaian ini dinilai sudah baik, karena ini kali pertama MTs Zaha mengikuti lomba di Nuris, sedangkan para juara yang lain rata-rata sudah langganan juara di sini. “Alhamdulillah bisa membawa pulang 2 piala. Ini kali pertama kami ikut di sini, yang lain sudah langganan. Hal ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk berbenah lagi agar nanti bisa memborong prestasi di sini. Kita lihat tahun depan”. Tegasnya dengan nada mantap.

    Hal senada juga disampaikan oleh Adelia Damayanti, santri kelas IX H peraih juara harapan 1 pada olimpiade ini menyatakan bahwa para peserta banyak berasal dari sekolah yang bonafit. namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya mengharumkan MTs Zaha. “awalnya teman-teman ciut melihat lawannya, namun kami diyakinkan oleh ustadz Hazbullah bahwa kami bisa. MTs Zaha pasti bisa.” Ujarnya. (Tgh/Fin)

    Pemberian Trofi oleh Panitia Nuris Got Talent Kepada Juara dari MTs. Zaha
  • Rapat Bersama Pimpinan Lembaga, Ketua Yayasan Beri Apresiasi kepada MTs. Zaha

    Rapat Bersama Pimpinan Lembaga, Ketua Yayasan Beri Apresiasi kepada MTs. Zaha

    Penyampaian laporan pendidikan oleh Kepala MTs. Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal

    Genggong- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong (YPPZH) melakukan rapat internal semua lembaga dan pengurus pondok. Kegiatan ini dilakukan kemarin Sabtu (21/1) yang diikuti oleh seluruh pimpinan lembaga dan para pengurus pondok di bawah naungan YPPZH Genggong.

    Pertemuan yang dihadiri langsung oleh ketua YPPZH KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah tersebut dilaksanakan di gedung aula STIKES Hafshawaty. Kegiatan tersebut beragendakan penyampaian laporan pendidikan oleh masing-masing lembaga pendidikan.

    Acara dibuka oleh Kepala Biro Pendidikan YPPZH Bapak Dr. Abd. Aziz, M.Ag. beliau menyampaikan kepada segenap pimpinan untuk melakukan presentasi dengan jelas singkat dan padat. “Semua kepala lembaga atau yang mewakili harus memberikan laporan disini”. Ujarnya.

    Sesi pertama diisi oleh penyampaian laporan dari semua lembaga pendidikan tinggi dan menengah atas. Sedangkan sesi kedua merupakan giliran dari semua lembaga pendidikan dasar dan menengah pertama. Pada sesi kedua ini, MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong  mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan laporan.

    Laporan Pendidikan MTs Zaha disampaikan oleh kepala madrasah, Abuya KH. Moh Hasan Naufal didampingi oleh waka Humas, Ustadz Teguh Firmansyah. Dalam kesempatan tersebut Abuya (sapaan akrab beliau) memaparkan semua hal yang berkaitan dengan keadaan MTs Zaha saat ini. Baik berupa prestasi , program, sarana prasarana, kurikulum, dan kesiswaan. Bahkan beliau juga menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi oleh MTs Zaha saat ini. Tampilan slideshow powerpoint yang atraktif serta penyampaian yang lugas, jelas dan singkat membuat presentasi MTs Zaha mendapatkan applaus yang meriah dari peserta rapat.

    Dari presentasi tersebut yang sangat menarik perhatian Ketua Yayasan adalah program MTs Zaha yang mendayagunakan para pengurus pondok pusat maupun cabang sebagai mitra kerja madrasah dalam melaksanakan pembinaan santri. MTs Zaha menggandeng beberapa asatidz untuk menjadi murobbi di pondok pusat dan para pengurus pondok cabang untuk menjadi Koordinator Daerah (Korda).

    Pondok putra pusat dipilih untuk dibentuk murobbi karena kebanyakan para santri yang bermasalah berasal dari pondok putra pusat. Seorang murobbi ini akan menjadi seorang wali pondok di setiap lantai di daerah D (pondok khusus santri MTs putra. Red). Semua murobbi akan berkoordinasi dengan semua wali kelas di bawah pengawasan waka humas.

    Acara yang diakhiri dengan pengarahan yang disampikan KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua Asatidz dan asatidzah atas pengabdiannya kepada Pesantren Zainul Hasan genggong.

    Beliau juga menyampaikan, kesuksesan sekolah atau madrasah tergantung dari sistem dan proses yang dilakukan. Guru atau pendidikan juga harus bertanggung jawab untuk menjadikan santri bisa dan tidak memberikan kesempatan untuk bermalas-malasan. Selain itu santri juga harus kompetitif, tidak boleh kalah dengan lembaga umum. “Kita lembaga pesantren sudah harus lebih unggul dalam bidang agama dan kita juga tidak boleh kalah dalam bidang umum”. Tegasnya.

    Dalam akhir pidatonya beliau berpesan untuk lebih memerhatikan keadaan santri di pesantren daripada keasyikan berpromosi ke luar daerah. “ setiap lembaga silahkan berpromosi ke luar, tapi tolong jangan sampai melupakan keadaan santri di pesantren. Anda kuat di luar tapi keropos di dalam, hal itu tiada berguna” tuturnya.

    Dalam penutupnya beliau juga memberikan apresiasi lebih kepada lembaga MTs Zaha dalam hal pembinaan santri dan inovasi-inovasi yang dilakukan “Dalam penilaian saya ada dua lembaga yang memiliki perkembangan signifikan. yakni lembaga MTs dan MA. Kedua sekolah ini banyak memiliki terobosan atau inovasi yg patut ditiru oleh lembaga lain. Ungkap beliau. (Tgh/Fin)

  • Ikuti Apel Besar Pelajar, MTs. ZAHA dapat Penghargaan dari Kapolres Probolinggo

    Ikuti Apel Besar Pelajar, MTs. ZAHA dapat Penghargaan dari Kapolres Probolinggo

    Santri MTs. Zaha Genggong foto bersama Kapolres Probolinggo usai Apel Besar Pelajar

    Genggong- Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Probolinggo, Satlantas Polres Probolinggo mengadakan Apel Besar Pelajar SMP/MTs. Se Kabupaten Probolinggo pada Rabu pagi (18/1). Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Polres Probolinggo tersebut diikuti sekitar 15 SMP/MTs. Se Kabupaten Probolinggo, tak terkecuali MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong.

    Sebanyak 24 santri perwakilan dari MTs. Zaha Genggong menjadi bagian dalam barisan apel yang dimulai pukul 07.30 WIB itu. Dengan didampingi ustadz Agus dan ustadz Harvi mereka berbaris rapi menjadi satu pasukan.

    Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin tersebut berlangsung khidmat. Dalam amanatnya, beliau berpesan agar para remaja SMP/MTs. menahan diri untuk mengendarai motor. Karena dalam segi usia, Pelajar SMP/MTs. belum memenuhi syarat untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi atau SIM. “Selain itu, sebagai warga negara yang baik, pelajar harus menjadi pelopor dalam menjaga ketertiban berlalu lintas”. Tuturnya.

    Dalam kegiatan apel tersebut, terasa lebih spesial bagi MTs. Zaha Genggong. Pasalnya, dari semua lembaga SMP/MTs. yang menghadiri apel tersebut, MTs. Zaha Genggong menjadi satu-satunya lembaga yang mendapat piagam penghargaan langsung dari Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin. Piagam penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Kapolres terhadap MTs. Zainul Hasan Genggong yang telah menyediakan sarana transportasi bagi siswa sehingga dapat mencegah pelanggaran dan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pelajar di bawah umur. (Gus/Fin)

    Foto Bersama Peserta Apel Besar Pelajar SMP/MTs di Halaman Polres Probolinggo
    Piagam Penghargaan dari Polres Probolinggo untuk MTs. Zaha Genggong
  • MTs. Zainul Hasan Genggong Panen Juara pada Ajang AKSIOMA 2017

    MTs. Zainul Hasan Genggong Panen Juara pada Ajang AKSIOMA 2017

    Himmatul Choiroh Ali (2 dari kiri) dan Layli Mamlu’atul Ulfiyah (pakai jubah) dengan piala yang diraih pada cabang pidato bahasa Arab

    Genggong- Lagi-lagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menambah pundi-pundi piala dalam ajang AKSIOMA tahun 2017 tingkat kabupaten Probolinggo. Pada hari kedua (Selasa, 10/1) perwakilan MTs. Zaha berhasil mendominasi pada cabang pidato bahasa Arab, hal ini terbukti dengan diraihnya juara 1 dan 2 oleh peserta dari MTs. Zaha. Yakni Juara 1 diraih oleh Himmatul Choiroh Ali yang baru duduk di bangku kelas VII MTs Zaha, selanjutnya juara 2 diraih oleh Laily Mamlu’atul Ulfiyah santri kelas VIII MTs Zaha.

    Ustadz Edy Kurniawan Farid yang menjadi pendamping cabang pidato bahasa Arab tampak bahagia melihat hasil yang dicapai kedua santri tersebut. “Alhamdulillah berkat barokah dan doa para guru, pidato Bahasa arab terbang ke tingkat Provinsi. Semoga pembinaan di tingkat Kabupaten bisa terus maksimal.” Ungkapnya.

    Selanjutnya pada cabang lomba tenis meja MTs. Zaha kembali menorehkan namanya. Duet antara Devi Mariska dan Imroatis Sa’diyah yang semuanya masih kelas VII ini berhasil menyabet Juara 3 cabang lomba tenis meja ganda putri. Selain itu, kerjasama Ilham Raihan M dan M. Iqbal juga berhasil meraih juara 2 cabang lomba tenis meja ganda putra.

    Tak hanya disitu prestasi yang diraih, cabang lomba bulu tangkis ganda putra yang diwakilkan oleh Mushoniful Khoirot dan M. Rafli juga berhasil meraih juara 2. Tak kalah membanggakan, M. Nur Fitradinata, santri kelas VIII yang ikut bertarung pada cabang lomba bulu tangkis tunggal putra sukses menuliskan namanya di posisi teratas, ia sukses mengalahkan semua peserta hingga resmi menjadi juara 1. Secara otomatis, Adin (sapaan M. Nur Fitradinata) mewakili kabupaten Probolinggo dalam ajang AKSIOMA tingkat Provinsi Jawa Timur.

    Disusul oleh cabang lomba pidato Bahasa Indonesia yang diwakili oleh Kelvina Berlian Noer Riza dari kelas 7 F berhasil menjadi juara 2 setelah bersaing lagi di partai final.

    Sedangkan pada cabang futsal MTs. Zaha juga tidak kalah saing dengan kontingen yang lain, juara 2 berhasil diraih oleh tim fulsal asuhan ustadz Agus Setiawan. Raihan tersebut dicapai setelah pertandingan yang cukup ketat dan menegangkan dengan lawan di lapangan futsal Handayani Paiton. “Persaingan memang sangat ketat dan kita sempat tertinggal 1-3 di babak pertama, lalu babak kedua kita bisa menyamakan kedudukan menjai 3-3. Skor adu penaltipun tetap sama, namun setelah lotre koin posisi kita sebaga penjaga gawang dan lawan penendang bola sehingga keeper kita tak bisa menepis bola. Tapi ya Alahamdulillah kita berhasil juara 2. Semoga 2 tahun lagi kita juara 1.” Tutur ustadz Agus. (Tgh/Fin)

    Tim Futsal foto bersama pembina setelah pemberian hadiah
    Atlet Tenis Meja MTs. Zaha (paling tengah) dengan piala yang diraih.
  • Hari Pertama Aksioma, MTs. Zaha Raih Beberapa Juara

    Hari Pertama Aksioma, MTs. Zaha Raih Beberapa Juara

    Peserta Aksioma Mengikuti Pembukaan di Lapangan PJB Paiton

    Genggong- Perhelatan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah atau AKSIOMA  tahun 2017 tingkat kabupaten Probolinggo resmi dibuka kemarin Senin (9/1). Pembukaan yang digelar di lapangan PJB Paiton dimeriahkan oleh para peserta Aksioma tingkat Kabupaten Probolinggo. Ikut hadir juga beberapa pejabat pemerintah kabupaten Probolinggo, diantaranya Bupati Hj. Puput Tantriana Sari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo.

    Dalam sambutannya bupati Probolinggo menyampaikan agar kegiatan ini dijadikan sebagai ajang silaturrahim antar pelajar di kabupaten Probolinggo. Dia juga berpesan agar selalu menjunjung tinggi sportifitas dalam bertanding. “Selamat bertanding dengan semangat sportifitas yang tinggi”. Tuturnya yang dilanjutkan membuka aksioma tahun 2017.

    Seperti yang telah ditentukan, Aksioma yang akan digelar hingga 12 Januari mendatang memperebutkan piala dari beberapa cabang lomba baik bidang seni maupun olahraga tingkat MTs dan MA. Diantaranya bidang seni ada Pidati 3 bahasa, MTQ, Tahfidz, Design grafis, Kaligrafi, Cipta dan baca puisi serta singer atau menyanyi. Setelah itu cabang olahraga ada futsal, bulu tangkis, tenis meja, atletik, volley ball, dan catur. Beberapa diantaranya langsung dilombakan seusai acara pembukaan.

    Sementara itu, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong yang juga ikut andil dalam aksioma ini bertarung di hari pertama pada beberapa cabang lomba. Hasilnya, Afindra Yanuarsyah santri kelas 8A berhasil meraih juara 3 MTQ.

    Ustadz Hasan Jazuli, pendamping bidang MTQ menyampaikan permohonan maaf karena hanya bisa memberikan tropi juara ke 3. “Kami target juara pertama, tapi mungkin masih belum berpihak pada MTs. Zaha. Mohon maaf atas kelemahan kami”. Ujarnya.

    Dicabang lomba lain, ada pidato Bahasa Indonesia yang diwakili oleh Kelvina Berlian Noer Riza dari kelas 7 F berhasil menjadi juara 1 tapi tidak sampai disitu. Menurut ustadzah Indah Nihayati, pendamping Kelvina menyampaikan bahwa pemenang tersebut akan diuji kembali esok harinya (hari ini, red). “Mohon doanya semoga tetap bisa mempertahankan Juara 1”. Harapnya.

    Hal serupa juga dialami perwakilan cabang lomba catur. Sebanyak 2 putra dan 1 putri harus menyelesaikan 4 babak lagi yang juga akan dituntaskan hari ini. “anak kita memiliki peluang untuk menang, semoga juara 1 juga bisa didapat pada cabang catur ini”. Ujar ustadz Sholehuddin, Pembina cabang lomba catur. (fin)

    Afindra Yanuarsyah dengan Tropi Juara 3 cabang lomba MTQ
    Kelvina (paling kiri) bersama pemenang juara 2 dan 3
  • KH. Taufiqul Hakim Kembali Mewisuda Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

    KH. Taufiqul Hakim Kembali Mewisuda Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

    Prosesi Wisuda Program Amtsilati MTs. Zainul Hasan Genggong

    Genggong- Rasa gembira bercampur bahagia terpancar dari wajah 172 santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Mereka adalah wisudawan dan wisudawati MTs. Zaha tahun 2017. Dalam acara Wisuda Amtsilati Ke-II dan Tahfidz Juz ‘Amma perdana ini terdiri dari 78 wisudawan Amtsilati dan 94 wisudawan Juz ‘Amma. Prosesi wisuda tersebut berlangsung di GOR Damanhury Romli Pesantren Zainul Hasan  Genggong.

    Wisudawan Juz ‘Amma dikukuhkan oleh Pengasuh Pesantren  Zainul Hasan genggong, KH. Moh. Hasan Saiful Islam.  Sedangkan  wisudawan Amtsilaty dikukuhkan langsung oleh pengarang kitab amtsilati yakni KH. Taufiqul Hakimdari Jepara Jawa Tengah. Kedua prosesi tersebut didampingi oleh kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I.

    Digelar mulai pukul 08.00 WIB, wisuda kali ini diawali dengan “Kirab Satu Jiwa” para wisudawan-wisudawati. Kirab yang didampingi para asatidz tersebut dimulai dari halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong menuju lokasi wisuda. Diiringi grup drumband dari SD Zainul Hasan Genggong semakin menambah meriah suasana.

    Selain wali santri wisudawan-wisudawati, para pengasuh dan shohibul bait Pesantren Zainul Hasan Genggong turut hadir diacara wisuda ini. Selain itu, pejabat dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan kepala lembaga dibawah naungan Yayasan Pesantren Zainul Hasan Genggong menambah kesempurnaan acara.

    Dalam sambutannya, kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan  bahwa program wisuda ini merupakan bentuk apresiasi madarasah kepada para santri yang sudah berjuang menorehkan prestasi menuntaskan program amtsilati dan hafalan Al-Qur’an. “Kami akan memberikan yang terbaik untuk putra-putri ummat, semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan barokah”. Harapnya.

    Sebelum diwisuda, santri diuji publik dihadapan para hadirin. Pada uji publik ini membuat suasana makin meriah. Pasalnya para santri yang diuji tidak hanya bisa membaca kitab yang dipilih secara acak oleh hadirin, tapi juga mampu memberikan dasar bacaan yang sesuai dengan qoidah amtsilati. kekompakan menjawab yang dilontarkan dalam bentuk nadhom disambut dengan tepuk tangan hadirin yang begitu meriah. Lebih spesial lagi, uji publik ini dilakukan langsung oleh pengarang kitab amtsilati.

    KH. Taufiqul Hakim menjelaskan bahwa dengan metode amtsilati santri bisa belajar membaca kitab kuning dengan senang. Karena pembelajarannya dengan sistem nadhom yang dibaca berulang-ulang tapi juga ada target agar santri bisa menuntaskan pelajarannya. “Diharapkan selama 6 bulan santri sudah bisa tuntas belajarnya dan sudah bisa membaca kitab yang belum ada makna dan harokatnya alias kitab gundul. Dan metode ini bisa digunakan oleh semua kalangan bahkan bagi santri yang belum pernah belajar kitab saja juga bisa. Ini baru tingkat pemula, akan ada lagi 10 jilid untuk lanjutan Amtsilaty ini, sudah hampir terbit cetakannya”. tegasnya.

    Dalam wisuda ini juga terdapat 6 wisudawan terbaik, yaitu 3 wisudawan terbaik Amtsilaty dan 3 wisudawan Juz Amma. Wisudawan Amtsilaty terbaik diantaranya Tutik Alawiyah sebagai wisudawan terbaik pertama, Halimatus Sa’diyah pada posisi kedua, dan terbaik ketiga diraih oleh Rifqa Annisa Safitri. Penghargaan diberikan langsung oleh KH. Taufiqul Hakim yang didampingi oleh kepala madrasah. Sedangkan wisudawan Juz ‘Amma terbaik secara berurutan yaitu, Shafira Munawaroh Dahlan, Siti Nur Afifah, dan Moh. Luqman Masyhud.

    Dr. Abd Aziz Wahab, M.Ag, kepala Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan genggong  yang mewakili Ketua yayasan menambahkan, dalam perkembangannya MTs. Zainul Hasan Genggong ini merupakan satu-satunya MTs di kabupaten Probolinggo yang melaksanakan wisuda Amtsilaty dan Juz Amma. Madrasah ini sudah memiliki semua kriteria untuk dikatakan sebagai madrasah yang maju. Salah satunya MTs Zainul Hasan mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh lembaga lain, yaitu unggul dalam Amtsilaty.

    Sementara itu, H. Moh. Sakdun, M.Pd yang hadir mewakili Kankemenag Kabupaten Probolinggo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MTs Zainul Hasan Genggong yang selalu melestarikan Al Quran dan budaya salaf. Beliau juga berpesan kepada para wisudawan untuk membudayakan baca Al Quran. “Atas nama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menyampaikan apresiasi atas segala inovasi yang dilakukan oleh MTs. Zainul Hasan, Wisuda ini merupakan bukti kemajuan MTs. Zaha”. Ujarnya.

    Acara wisuda ini ditutup dengan pembacaan sholawat nabi yang dimpimpin langsung oleh kepala MTs. Zaha  diiringi jam’iyah hadrah Munsyiduna MTs. Zaha dan Do’a bersama yang dipimpin oleh KH. Taufiqul Hakim. (Tgh/Fin)

    Kirab Satu Jiwa Wisudawan-Wisudawati MTs. Zainul Hasan Genggong
    Wisudawan Terbaik Program Tahfidz Juz ‘Amma
    Wisudawan Terbaik Program Amtsilati