Berikut kami sampaikan hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB MTs. Zainul Hasan Genggong tahun pelajaran 2017-2018.
Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zaha Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha teristimewa.
Khusus Program PDCI (Peserta Didik Cerdas Istimewa) nominasi pesertanya sebagaimana pada lampiran pengumuman ini, untuk kepastiannya menunggu hasil tes IQ yang akan dilaksanakan tanggal 17 Juli mendatang.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Hasil Seleksi PPDB Gel. 1 dapat didownload dibawah ini:
Adinda Febriani Saputri Saat Menerima Trofi KSM dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo
Genggong- Pemenang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten Probolinggo tahun 2017 menerima hadiah pada hari Rabu kemarin (17/5). Hadiah yang berupa trofi dan piagam itu diberikan langsung oleh kepala kantor kementerian agama kabupaten Probolinggo, H. Santoso di halaman kantor kemenag setempat.
Bersamaan dengan apel yang dilakukan oleh kemenag kabupaten Probolinggo, para pemenang KSM dari tingkat MI hingga tingkat MA itu diundang untuk menerima hadiah, mereka berbaris rapi dihadapan para pejabat kemenag kabupaten Probolinggo yang mengikuti apel tersebut. Tiga santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan menjadi bagian dari apel tersebut. Yakni Adinda Febriani Saputri yang meraih Juara I mata pelajaran Matematika dan PAI, Tutik Alawiyah peraih Juara I mata pelajaran bahasa Arab dan PAI, serta peraih juara II mapel IPS dan PAI, Ika Akbarwati Oktavia. Mereka semua peraih juara KSM tingkat kabupaten Probolinggo yang digelar pada 22 April lalu.
Drs. H. Taufik, kepala seksi pendidikan madrasah yang saat itu bertugas sebagai pembina apel menyampaikan beberapa prestasi yang telah diraih oleh kemenag kabupaten Probolinggo. Ia juga memberikan apresiasi dan menaruh harapan besar kepada pemenang yang akan mengikuti KSM tingkat provinsi Jawa Timur. “Selamat kepada para pemenang, semoga yang mewakili di tingkat provinsi nantinya bisa membawa harum nama kabupaten Probolinggo”, ujarnya.
Diakhir apel para pemenang dipanggil untuk maju di barisan paling depan. Protokoler memanggil satu persatu para juara dari tingkat MI, MTs, dan MA. Trofi diberikan langsung oleh kepala kantor kemenag yang didampingi oleh Kasi Pendma, Kasi Pontren, Kasi Haji dan Umroh serta kepala seksi yang hadir.
Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan panitia, KSM tingkat provinsi Jawa Timur akan dilaksanakan di Surabaya pada hari Rabu 24 Mei mendatang. Ust. Hazbullah Rohman, kajur umum MTs. Zaha berharap para peserta dari MTs. Zaha bisa menjadi yang terbaik. “Kami sudah berusaha maksimal dengan memberikan bimbingan khusus kepada anak didik kami yang akan berangkat ke tingkat provinsi, mohon doanya semoga nantinya pulang dengan membawa juara”, harapnya (fin)
Foto bersama Para Juara KSM dari MTs. Zaha Genggong bersama Kepala Kantor Kemenag Kab. Probolinggo
Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal Saat Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim dan Fuqara
Genggong- Acara MTs. Zaha Bersholawat dengan tajuk Kebersamaan Hakiki dalam Lantunan Surgawi yang diadakan oleh Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong kemarin Sabtu (1/5) tak hanya diisi dengan acara sholawatan. Dalam kesempatan tasyakkuran kelas IX dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan itu, MTs. Zaha kembali mengadakan bakti sosial. Hal itu diwujudkan dalam bentuk pemberian santunan kepada para anak yatim dan fuqara. Santunan yang merupakan hasil shodaqoh santri dan asatidz disalurkan kepada 30 anak yatim dan fuqara’ di GOR Damanhuri Romly, tempat digelarnya MTs. Zaha Bersholawat.
Santunan kali ini merupakan santunan kali ketiga yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong Setelah yang pertama dilakukan pada saat rapat kenaikan kelas dan tanggal 10 Muharrom yang lalu. Program ini menurut ustadz Ishak, selaku bendahara madrasah akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz pada program Yaumus Shodaqoh (Hari Bershodaqoh) yang dilakukan setiap hari Kamis. Kita melaksanakan santunan hari ini ini karena ada 2 alasan , yang pertama untuk menyambut bulan Ramadhan dan yang kedua Tasyakkuran untuk kelas IX yang akan lulus”. Ujarnya.
Sedangkan para penerima santunan ini merupakan anak yatim dan fuqara yang berasal dari desa sekitar MTs. Zaha Genggong. “Semuanya merupakan siswa dari SD dan MI dari daerah sekitar Genggong yang tergolong yatim dan tidak mampu”. Ujar ustadz Teguh Firmansyah, wakamad Humas yang bertugas mengundang anak yatim pada kegiatan ini.
Acara dimulai pada jam 9.30 wib. Sebelum kegiatan santunan, acara didahului dengan penampilan para santri kelas IX yang berupa puisi serta penyampaian pesan dan kesan.
Usai penampilan para santri acara santunanpun dimulai. Para penerima santunan maju kedepan menempati barisan di depan para santri MTs. Zaha. Mereka maju didampingi oleh walinya dan masing-masing dari mereka menerima barang berupa tas, alat tulis, dan sejumlah dana pendidikan. Santunan sendiri diberikan oleh kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Diiringi instrument lagu yang berjudul Bunda membuat acara semakin khidmat. Air matapun tampak tak terbendung mengalir deras di pipi para santri dan asatidz yang ikut terharu menyaksikannya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala MTs Zainul Hasan Genggong. Kepala madrasah beliau menyampaikan bahwa santunan ini bukan merupakan santunan dari yang terkuat kepada yang terlemah tetapi merupakan pemacu semangat bagi para yatim dan yatimah. Beliau juga menambahkan bahwa Rasulullah dengan keyatimannya beliau bisa menaklukkan dunia. “Santunan ini merupakan pemacu spirit kalian untuk terus menatap kehidupan dengan optimis, seperti optimisnya Rasulullah, seorang yatim yang bisa menaklukkan dunia”. Ungkap beliau ditengah-tengah sambutannya.
Beliau juga menyampaikan beberapa motivasi kepada santri MTs. Zaha dan penerima santunan untuk selalu saling menghargai satu sama lain. “Yang menerima jangan merasa lemah dan yang memberi jangan merasa lebih, karena adanya yang memberi dan menerima seperti ini dunia semakin indah,” ujar beliau (Tgh/Fin)
Sholawat Nabi yang dipimpin oleh Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal
Genggong- Usai mengikuti beberapa rangkaian kegiatan akhir santri kelas IX, Sabtu kemarin (13/5) santri kelas IX Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan pamungkas, yakni bersholawat bersama. Acara dengan tajuk “Kebersamaan Hakiki dalam Lantunan Surgawi” berlangsung meriah.
Rasa lelah usai mengikuti berbagai ujian akhir dan kegiatan Haflatul Imtihan Pesantren Zainul Hasan Genggong rupanya tak menyurutkan semangat para santri dalam mengikuti acara MTs. Zaha Bersholawat ini. Bertempat di GOR Damanhuri Romly, para santri berkumpul rapi dengan seragam khasnya dan berbaur dengan para asatidz dan asatidzah yang saat itu berbusana serba putih.
Sebelum bersholawat dimulai, acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibawakan oleh M. Bagus Fajariyanto, santri kelas IX D. Lalu dilanjutkan penampilan puisi dan penyampaian pesan kesan dari perwakilan santri kelas IX. Pesan kesan yang disampaikan oleh Jinani Firdausi As’ad mengaduk perasaan para asatidz dan para santri yang hadir. Penyampaian yang tenang dan menjiwai pidatonya membuat yang hadir tak kuasa meneteskan air mata. “Terima kasih ustadz/ustadzah atas jasa panjenengan. Kami dulu bukan apa-apa. Kami dulu hanya angka nol. Sekarang kami bisa mengetahui cara untuk menatapi kehidupan ini. Tolong jangan lupakan kami dalam sujud dan do’a panjenengan. Tariklah tangan kami jikalau nanti kaki kami tergelincir di neraka-Nya.” Ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada tiga puluh anak yatim dan fuqoro’ oleh kepala MTs Zaha Genggong, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal. Seperti biasa, santunan ini merupakan hasil dari hasil shodaqoh para santri dan asatidz setiap hari Kamis. Usai santunan, acara diteruskan dengan sambutan sekaligus mau’idhoh hasanah yang disampaikan langsung oleh kepala madrasah.
Abuya (sapaan akrab beliau) menyampaikan bahwa perpisahan ini hanyalah sementara, bukanlah untuk seterusnya. Dalam sambutannya beliau juga berpesan untuk menjadi santri yang tidak pernah berhenti dari Pesantren Zainul Hasan Genggong. “Jangan pernah berhenti dari Genggong. Sebab jika kalian berhenti dari pesantren ini maka sanad keilmuan kalian akan terputus dari Al-Marhum Kiai Hasan Sepuh Genggong. Jadi sekalipun kalian melanjutkan pendidikan di luar sana, niatkan untuk pindah sementara dan suatu saat kembali untuk mengabdi supaya kita tetap diakui sebagai santrinya (Kiai Sepuh, red). Sambungkan selalu hati kalian dengan Genggong. Karena Genggong itu istimewa nak, pernah ada wali berkata bahwa barokah Genggong ini jika diberikan pada tujuh turunan, maka tidak akan habis”, pesan beliau kepada para santri.
Beliau juga mengingatkan para santri untuk menyudahi pelanggaran yang pernah dilakukan di MTs. Zaha. “Sekecil apapun pelanggaran yang pernah kalian lakukan, jangan pernah kalian ulangi lagi di jenjang pendidikan selanjutnya. Jadilah santri yang selalu taat pada peraturan”, dawuh beliau.
Usai memberikan sambutan, kepala madrasah juga langsung memimpin pembacaan maulid nabi yang diiringi dengan hadroh munsyiduna MTs. Zaha. Semangat santri dalam mengikuti lantunan sholawat semakin tampak. Suara lantang mereka tunjukkan mengikuti irama sholawat yang dibawa dengan gerakan tangan ke atas. Kegiatan ini ditutup dengan doa dan semua santri bersalaman dengan para asatidz MTs. Zaha. (Tgh/Fin)
Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal saat mengikuti kegiatan menulis doa dan harapan untuk kabupaten Probolinggo
Genggong- Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berada di wilayah kabupaten Probolinggo, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan tentunya ikut serta mendukung program positif yang dilakukan pemerintah setempat. Seperti halnya kegiatan Festival Doa dan Harapan yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo. Selasa kemarin (25/4), santri MTs. Zaha ikut menggelar aksi menulis doa dan harapan tersebut.
Dalam kegiatan itu, turut hadir tim dari dinas kominfo kabupaten Probolinggo dan Jawa Pos Radar Bromo yang disambut langsung oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal beserta para santri. Para santri mulai berkumpul di halaman madrasah sekitar pukul 07.30 WIB, sesaat setelah kegiatan Profatan atau Program Menghafal dan Mengkhatamkan Al-Qur’an berakhir.
Santri yang mengikuti kegiatan ini dibagi menjadi dua tempat. Yakni untuk santri putra mengikuti kegiatan di halaman madrasah, sedangkan untuk santri putri di aula madrasah. “Mereka kami ajak untuk mengikuti kegiatan ini, karena ini merupakan kegiatan positif. Khususnya agar mereka bisa menyalurkan harapan-harapan dan doa mereka untuk kemajuan kabupaen Probolinggo”, ujar KH. Moh. Hasan Naufal.
Disamping itu, Kepala bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala, mengaku sangat senang dan terkesan bisa berkumpul bersama para santri untuk mendoakan kemajuan kabupaten Probolinggo. Ia berharap dengan kegiatan ini doa para santri yang dinilai tulus bisa memberikan manfaat dan keberkahan untuk kabupaten Probolinggo. “Kabupaten Probolinggo milik kita bersama, doa dan peran kalian sangat berarti. Tidak menutup kemungkinan kelak diantara kalian ada yang memimpin kabupaten Probolinggo ini”, ujarnya dihadapan para santri.
Usai acara pembukaan itu, para santri mulai menuliskan doa dan harapannya diatas lembaran kertas yang telah disiapkan. Tak terkecuali kepala madrasah beserta asatidz MTs. Zaha ikut serta menuliskan doa dan harapan terbaiknya. Hasil tulisan mereka dikumpulkan untuk diserahkan kepada tim dari Diskominfo untuk dibacakan dan dipilih yang terbaik.
“Selamat Hari Jadi ke-271 kabupaten Probolinggo, tanah kelahiran yang kubanggakan. Semoga Allah selalu memberikan kedamaian dan keberkahan untuk bumi Probolinggoku ini. kami juga berharap agar pemerintah kabupaten Probolinggo selalu menjaga dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan”, tulis salah satu santri MTs. Zaha. (Tgh/Fin)
Para Peserta saat Mengikuti KSM Tingkat Kabupaten di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo (22/4)
Genggong- Semangat juang santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo dalam mengukir prestasi kembali membuahkan hasil. Hal ini ditunjukan dengan diraihnya Juara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kabupaten Probolinggo kemarin Sabtu (22/4). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.
Pada kesempatan ini santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong berhasil membawa pulang 3 juara, yaitu Juara 1 mata pelajaran Matematika diraih oleh Adinda Febriani Saputri dan Juara 1 mata pelajaran bahasa Arab yang diraih oleh Tutik Alawiyah. Disusul juara 2 mata pelajaran IPS diraih oleh Ika Akbarwati Oktavia yang hanya selisih 1 poin dengan peraih juara 1. Nilai sempurna kembali diraih oleh Tutik Alawiyah, ia kembali berhasil menjawab dengan benar semua soal mata pelajaran bahasa Arab.
Namun dibalik kesuksesan itu juga ada sebuah kegagalan yang dialami. Khususnya mata pelajaran Biologi dan Fisika yang diwakili oleh Alya Agitha Ramadhani dan Ayu Sulistiyowati gagal meraih juara. Mereka hanya bisa memposisikan pada urutan ke 4 dan 5.
Meski demikian, menurut Ustad Hazbullah Rohman, Ketua jurusa umum MTs. Zaha menilai bahwa capaian ini sudah bagus dan patut disyukuri meski dinilai masih kurang maksimal. Sebab menurutnya dari 5 peserta yang mewakili hanya ada 2 santri saja yang akan mewakiliki pada tingkat provinsi Jawa Timur. “Pertama kita mengucap syukur Alhamdulillah atas prestasi ini. Yang kami sayangkan adalah mapel IPS, selisih nilai dengan juara 1 hanya 1 poin saja. Tapi hal ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk berbenah lagi agar nanti bisa lebih banyak yang menjadi juara”. Ujarnya.
Sebagaimana diketahui bahwa KSM tingkat kabupaten ini diikuti oleh peserta se kabupaten Probolinggo yang menjadi juara pada tingkat Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Yakni peraih juara 1 dan 2 tingkat KKM. MTs. Nurul Jadid, KKM. MTs.N Paiton, KKM MTs.N Pajarakan, dan KKM MTs. Zainul Hasan Genggong. Sedangkan mata pelajaran yang dilombakan tetap sama seperti pada tingkat sebelumnya, yakni Matematika, Biologi, Fisika, Bahasa Arab, dan IPS. Namun ada penambahan soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada setiap mapelnya. Sehingga total jumlah soal sebanyak 75 butir soal, dengan rincian 50 butir soal sesuai mata pelajaran yang dilombakan dan 25 butir soal PAI.
Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kepala seksi pendidikan madrasah, Drs. H. Taufik, M.Pd.I. bahwa KSM kali ini tidak sama dengan KSM pada tahun sebelumnya. “Ada beberapa perbedaan, yang pertama, soal KSM tidak murni mapel yang biasa kita pelajari di madrasah, namun ada tambahan soal mapel Pendidikan Agama Islam. Hal ini mengharuskan para peserta untuk menguasai kedua materi tersebut. Inilah kelebihan madrasah. Yang kedua, soal ini 100% dibuat oleh Panitia yang berasal dari pendidikan madrasah, tidak dibuat oleh KKM Kabupaten. Jadi KSM ini menjadi fair play competition. Masing-masing juara pada setiap cabang KSM akan mewakili Kabupaten Probolinggo di KSM tingkat Provinsi Jawa Timur”, jelasnya.
Sedangkan untuk pemberian hadiah, panitia pelaksana KSM tingkat kabupaten ini memberikan info bahwa pemberian hadiah berupa trofi dan sertifikat akan dilaksanakan pada apel bersama di kantor kementerian agama kabupaten Probolinggo pada tanggal 17 Mei mendatang. (Tgh/Fin)
Seremonial dalam acara study banding PDCI MTs. Zaha Genggong di MTs. Negeri Lumajang
Genggong- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ke MTs. Negeri Lumajang kemarin Jumat (7/4). Kunjungan yang diikuti oleh pimpinan dan tim PDCI MTs. Zaha ini bertujuan untuk memantapkan langkah MTs. Zaha untuk merealisasikan program Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) yang akan dimulai pada tahun pelajaran baru nanti.
MTs. Negeri Lumajang dipilih sebagai tempat berkunjung dikarenakan madrasah tersebut merupakan madrasah yang telah membuka program PDCI selama 2 tahun. Disamping itu, Sekretaris Kurikulum Kanwil Jawa Timur juga merekomendasikan untuk berkunjung ke MTs. Negeri Lumajang. “Bapak Syahrir, selaku sekretaris bagian kurikulum merekomendasikan kepada kami untuk segera melakukan study banding ke MTs. Negeri Lumajang. Disana termasuk madrasah yang sukses menjalankan program PDCI”, ujar Ustadz Teguh Firmansyah, Wakamad Humas MTs. Zaha.
Rombongan yang berjumlah 12 orang tiba di Lumajang jam 9.30 dan langsung beramah tamah di aula MTs. Negeri Lumajang yang diterima langsung oleh Bapak H. Jamaluddin, M.Pd, Kepala Madrasah dan didampingi para wakil kepala madrasah. Di aula ini pula acara seremonial dan pembahasan maksud serta tujuan digelar.
Diawali oleh KH. Moh. Hasan Naufal, kepala MTs. Zaha Genggong yang mengutarakan tujuannya datang bersama rombongan ke MTs. Negeri Lumajang. “Yang pertama kami ingin menjalin silaturrahim dan kedua ingin melihat dan meniru proses pengelolaan madrasah dan pembelajaran berbasis SKS by School sehingga bisa memberikan layanan kepada siswa Cerdas Istimewa dengan program PDCI”. Tuturnya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTs. Negeri Lumajang, Bapak H. Jamaluddin, M.Pd. Ustadz Jamal (sapaan akrabnya) menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas kehadiran dan kesediaan rombongan MTs Zaha Genggong telah menjadikan MTsN Lumajang sebagai sarana percontohan.
“Kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada MTs Zaha Genggong yang telah menyempatkan hadir ke madrasah kami dan menjadikan madrasah kecil ini sebagai mitra dalam menjalankan program PDCI ”. Ungkapnya.
Usai sambutan masing-masing kepala madrasah, acara dilanjut dengan presentasi waka kurikulum MTs.N Lumajang, ibu Vivin yang juga termasuk ketua PDCI madrasah setempat. Ia memaparkan banyak tentang tahapan-tahapan dalam menjalankan program PDCI, mulai dari proses seleksi, pembelajaran, hingga penanganan terhadap siswa yang memiliki kecerdasan istimewa ini. “tidak sulit menjalankan program ini, yang penting ada keinginan dan kemauan besar, kita bisa menjalankannya”, pungkasnya.
Acara ditutup dengan pemberian cinderamata oleh MTs. Zaha Genggong. Sebelum pulang rombongan diberi kesempatan berkunjung ke kelas PDCI yang berjumlah dua rombel untuk melihat langsung proses pembelajaran dan sarana prasarana di kelas PDCI. (Tgh/Fin)
Pemberian cinderamata oleh KH. Moh. Hasan Naufal kepada bapak Jamaluddin, Kepala MTs. Negeri Lumajang
Dari kiri: Alya Aghita, Ayu Sulistyowati, Tutik Alawiyah, Adinda Febriani, dan Ika Akbarwati Oktavia. peraih juara I KSM tingkat KKM
Genggong- Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs. Zainul Hasan Genggong melakukan seleksi peserta Kompetisi Sains Madrasah atau KSM tingkat KKM kemarin Ahad (19/3). Dalam kegiatan itu, peserta dari Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong berhasil meraih juara. Tak tanggung, dari lima mata pelajaran (mapel) yang dilombakan, santri MTs. Zaha mampu meraih juara I.
Kelima santri tersebut yakni Adinda Febriani Saputri yang menjuarai mapel Matematika, Ayu Sulistyowati mapel Fisika, dan Alya Agitha Ramadhani sebagai juara mapel Biologi. Disusul oleh Ika Akbarwati Oktavia sebagai juara mapel IPS dan Tutik Alawiyah juara mapel Bahasa Arab. Mereka semua mampu menyisihkan peserta dari madrasah-madrasah penggabung yang mengikuti KSM ini.
Bahkan, nilai teristimewa diraih oleh Tutik Alawiyah, santri kelas VIII yang beberapa waktu lalu sempat mengalahkan Mahasiswa dalam ajang cerdas-cermat amtsilati ini mampu menjawab dengan benar semua soal KSM mata pelajaran Bahasa Arab. “tidak tahu saya ustadz kalau bisa benar semua, padahal saya jawab seadanya”, ujar Tutik setelah penerimaan trofi dengan gaya humorisnya.
Dari capaian tersebut, sesuai dengan surat keputusan ketua KKM dan aturan yang berlaku, maka para pemenang tersebut berhak mewakili KKM MTs. Zaha pada ajang KSM tingkat kabupaten. Selain itu, peraih juara II juga ikut mewakili KKM pada tingkat kabupaten yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu ke-4 bulan ini.
Ketua KKM MTs. Zaha KH. Moh. Hasan Naufal menyampaikan bahwa KSM ini tujuan utamanya disamping mencari peserta yang akan mewakili KKM juga bertujuan untuk menjalin silaturrahim antar pelajar di lingkup keluarga besar KKM MTs. Zaha. Beliau juga memberi apresiasi kepada semua peserta yang telah mengikuti KSM ini. “Kalian yang belum menjadi juara jangan berkecil hati, mengikuti seleksi ini sudah menunjukkan bahwa kalian memiliki jiwa kompetitif yang siap bertarung menghadapi masa depan. Dan kalian yang menjadi juara jangan berbangga dulu, karena setelah ini kalian akan bertarung di tingkat kabupaten. Untuk itu harus berusaha dan belajar lebih serius lagi”, ucapnya yang dilanjutkan menutup acara dengan doa. (fin)