• Bukti Cinta tuk Sang Baginda, Santri MTs. Zaha Bersholawat Bersama

    Bukti Cinta tuk Sang Baginda, Santri MTs. Zaha Bersholawat Bersama

    Pembacaan Sholawat Nabi yang dipimpin oleh Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal

    Genggong-Terik matahari makin membakar semangat santri dalam bersholawat memperingati maulid nabi yang diadakan oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo. Acara dengan tajuk “suka cita dalam cinta habibana Muhammad SAW” dilaksanakan kemarin Kamis (22/12), tepat 2 hari sebelum pelaksanaan UAS Ganjil.

    Bertempat di halaman madrasah, para santri berkumpul rapi dengan bersarung dan mengenakan baju dan kopyah putih. Ya memang khusus hari itu semua santri dihimbau untuk berseragam islami. “Untuk santri pakaian putih bersarung, begitu juga asatidz, serta asatidzah mengenakan jubah”. Kata ustadz Abd. Wafi Haris, wakamad kesiswaan.

    Sebelum mulai bersholawat, acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Lalu dilanjutkan dengan sambutan sekaligus mau’idhoh hasanah yang disampaikan langsung oleh kepala madrasah Abuya KH. Moh. Hasan Naufal.

    Abuya (sapaan akrab beliau) menyampaikan bahwa cinta harus tumbuh dalam setiap insan yang bernyawa, terlebih kecintaan kepada sang baginda agung Nabi Muhammad SAW. Karena dengan cinta semua halangan dan rintangan jadi tak terasa. “Kalian salah satu buktinya, dengan kecintaan kepada baginda rosul, panas mentaripun jadi tak terasa”. Dawuh beliau sembari member semangat kepada para santri.

    Untuk acara ini, lanjut abuya, memang dikhususkan untuk santri putra saja. Tujuannya tak lain agar kekhusyu’an dalam bersholawat senantiasa terjaga. Seain itu, akses jalan untuk santri putri menuju lokasi gedung putra cukup jauh. “supaya kalian tidak lirik kanan-kiri sehingga kita bisa lebih khusu’ dalam bersholawat”. Pesan beliau kepada santri.

    Usai memberikan sambutan, kepala madrasah juga langsung memimpin pembacaan maulid nabi yang diiringi dengan hadroh munsyiduna MTs. Zaha feat Al-Hasanain. Semangat santri dalam mengikuti lantunan sholawat semakin tampak. Suara lantang mereka tunjukkan mengikuti irama sholawat yang dibawa, seakan mereka tak perduli semakin panasnya terik matahari.

    Sebagai acara penutup, para santri dan asatidz serta asatidzah menikmati makan bersama. Dengan membentuk barisan panjang mereka menikmati makanan yang dibawa serta menikmati indahnya kekeluargaan yang tercipta di MTs. Zaha Genggong. (fin)

    Indahnya Kebersamaan- Asatidz MTs. Zaha Makan Bersama Beralaskan Daun Pisang
  • MTs. Zaha Programkan Madrasah Menghafal dan Mengkhatamkan Al-Qur’an

    MTs. Zaha Programkan Madrasah Menghafal dan Mengkhatamkan Al-Qur’an

    gerakan-mengkhatam

    Genggong– Suasana pagi di Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong bakal lebih semarak dan khidmat. Pasalnya, madrasah yang berada dibawah Yayasan Pesantren Zaha ini memprogramkan Madrasah Menghafal dan Mengkhatamkan Al-Qur’an. Dengan program ini, semua santri hingga asatidz akan mengaji bersama untuk mengkhatamkan Al-Qur’an.

    Hal ini disampaikan oleh ustadz Abdul Wafi Haris, wakamad kesiswaan pada rapat pimpinan (rapim) kemarin Senin (28/11). Menurutnya, program ini hasil dari usulan para asatidz pembina Al-Qur’an yang menginginkan semua santri kompak mengkhatamkan Al-Qur’an di madrasah. Baik itu santri yang menetap di pesantren maupun santri yang berangkat dari rumah. “Tujuannya, kita berusaha semoga dengan program ini dapat membantu kelancaran santri dalam membaca Al-Qur’an serta para santri bisa istiqomah mengkhatam. Lebih-lebih dengan begitu seringnya membaca bisa mencapai level hafal juga”. Paparnya.

    Berkaitan dengan waktu palaksanaan, ustad Wafi menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan pada pagi hari sebelum dimulainya pelajaran, baik santri putra dan santri putri. Beliau akan menggantikan waktu takriran nadhom dan pembacaan surah yasin yang sudah lama dilakukan. Menurutnya, para santri sudah dilihat mampu menghafal nadhom saat jam pelajaran, sehingga kegiatan ini dinilai tidak mengganggu program madrasah yang sudah berjalan.

    “Untuk Nadhom, santri sudah cukup bisa menghafal pada jam pelajaran, baik pelajaran amtsilati, nahwu, maupun shorrof. Jadi program ini kita mulai jam 07.15 hingga jam 07.30 atau sesuai jam takriran biasanya. Jika kita hitung, dengan waktu singkat itu masing-masing santri bisa mengkhatamkan dalam waktu 3 bulan. Jika dikalikan jumlah santri, dalam 3 bulan tersebut MTs. Zaha bisa mencapai seribu kali khataman lebih”. Paparnya jelas.

    Program ini langsung disetujui oleh kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal yang juga hadir dalam rapim tersebut. Menurutnya ini merupakan kegiatan mulia yang memang harus ada di MTs. Zaha. “Saya sangat setuju dengan program ini. Semoga bisa berjalan lancar sesuai harapan. kita sebut program ini dengan istilah Pro Fatan, kepanjangannya Program Menghafal dan mengkhatam Al-Qur’an”. Tutur beliau.

    Rencananya, program ini akan dimulai pada awal semester genap nanti atau setelah libur Maulid. “Nanti ketika santri pulang akan kami berikan surat pemberitahuan kepada wali santri tentang program ini dan meminta agar para santri mempunyai Al-Qur’an khusus untuk di madrasah, sehingga ketika kembali santri sudah memiliki Al-Qur’an khusus tersebut”. Kata ustadz Wafi. (Fin)

  • Wisuda Amtsilati Ke II akan Dilaksanakan Bulan Januari Mendatang

    Wisuda Amtsilati Ke II akan Dilaksanakan Bulan Januari Mendatang

    Panitia Wisuda ketika Melakukan Rapat Persiapan kemarin Selasa (22/11).
    Panitia Wisuda ketika Melakukan Rapat Persiapan kemarin Selasa (22/11).

    Genggong-Rencana madrasah untuk melaksanakan wisuda 2 kali dalam setahuan bakal benar-benar terealisasi. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya rapat panitia wisuda kemarin Selasa (22/11). Rapat yang dilaksanakan di kantor MTs. Zainul Hasan Genggong itu membahas tentang persiapan pelaksanaan wisuda amtsilati ke II, serta wisuda perdana tahfidz Juz ‘Amma. Ya selain amtsilati kali ini juga akan diwisuda santri yang telah tuntas hafal Juz ‘Amma.

    Rapat ini dilaksanakan setelah sebelumnya tim wisuda melakukan perjalanan ke Jepara Jawa Tengah kemarin Rabu (16/11) dengan tujuan mengundang kembali pada wisuda nanti KH. Taufiqul Hakim, pengarang kitab Amtsilati. Hasilnya, kiai yang juga pengasuh PP Darul Falah Amtsilati ini bersedia hadir kembali ke MTs. Zaha Genggong untuk mewisuda santri.

    Dari perjalanan ini juga diperoleh waktu yang pasti untuk pelaksanaan wisuda, yakni hari Ahad, 8 Januari 2016. Sebenarnya, tim sudah menentukan waktu wisuda tanggal 4 Januari, namun setelah dihaturkan beliau (Kiai Taufiq) berhalangan karena harus menghadiri acara serupa di daerah lain. “Saya juga ada acara wisuda di Wonosobo”. Dawuh beliau.

    Akibat kendala tersebut tim wisuda dari MTs. Zaha Genggong dengan KH. Taufiqul Hakim harus melakukan musyawarah untuk kembali menentukan waktu yang tepat. Sehingga, tanggal 8 Januari itulah disepakati pelaksanaan wisuda di MTs. Zaha.

    Dalam rapat panitia tersebut, kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal menyampaikan pesan kepada panitia untuk benar-benar mempersiapkan wisuda ke II ini. Beliau berharap wisuda kali ini harus lebih sukses dari sebelumnya. “Persiapkan dari sekarang apa saja yang diperlukan untuk acara wisuda nanti”. Tegas beliau.

    Terkait dengan tempat pelaksanaan, ustadz Abd. Wafi Haris, wakamad kesiswaan yang sekaligus dipercaya sebagai ketua panitia wisuda kali ini mengusulkan untuk dilaksanakan di GOR Damanhuri Romly dengan alasan agar tidak terganggu cuaca. “Cuaca saat ini tidak bisa diprediksi, sehingga untuk mengurangi resiko hujan sangat perlu acara wisuda dilaksanakan dalam gedung”. Ucapnya yang disetujui oleh panitia yang lain.

    Termasuk rangkaian wisuda, santri calon wisudawan akan diuji dan ditashih oleh tim penguji untuk menentukan layak atau tidaknya diwisuda. Rencananya, uji akhir amtsilati dan pentashihan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 29 November hingga 7 Desember mendatang. “Semoga berjalan lancar karena juga bersamaan dengan ujian lisan UAS ganjil. Berharap para santri mempersiapkan semuanya”. Kata ustadz Wafi. (Fin)

    Panitia Wisuda Foto di Depan Dalem KH. Taufiqul Hakim Usai Menyampaikan Undangan
    Panitia Wisuda Foto di Depan Dalem KH. Taufiqul Hakim Usai Menyampaikan Undangan
  • Borong Juara Festival Anak Sholeh Indonesia, MTs. Zaha akan Mewakili pada Tingkat Provinsi

    Borong Juara Festival Anak Sholeh Indonesia, MTs. Zaha akan Mewakili pada Tingkat Provinsi

    Pembagian Hadiah kepada Para Pemenang FASI III
    Pembagian Hadiah kepada Para Pemenang FASI III

    Genggong- Jiwa pantang menyerah santri MTs. Zainul Hasan (MTs Zaha) Genggong dalam mengukir prestasi semakin terbukti. Hal ini ditunjukan dengan diborongnya juara Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) III tingkat Kabupaten-Kota Probolinggo kemarin Ahad (20/11). Kegiatan sendiri berlangsung di Pondok Pesantren Mambaul Ulum desa Pondok Wuluh, Leces, Kabupaten Probolinggo.

    Sebagaimana petunjuk teknis (juknis) pada FASI III  tingkat kabupaten-Kota, festival ini diikuti oleh peserta dengan usia 7, 12 dan 15 tahun sebagai perwakilan dari SD/MI dan SMP/MTs se kabupaten-Kota Probolinggo. Pada kesempatan ini perwakilan dari MTs. Zaha Genggong berhasil membawa pulang 4 tropi juara, yaitu Juara 1 tilawah putri usia 15 tahun yang diraih oleh Fina Tamamatun Ni’mah santri kelas IX F dan Kelvina Berlian Noer Riza kelas VII F sebagai Juara 1 pidato Bahasa Indonesia putri usia 15 tahun. Selanjutnya juara harapan III tahfidz putra usia 15 tahun diraih oleh M. Luqman Masyhud kelas VIII A serta juara III tahfidz putri usia 15 tahun diraih oleh Siti Nur Afifah santri kelas VII H.

    Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah dilakukan pada hari itu juga, tepatnya dimulai pada jam 19.00 WIB. Diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua panitia Ustadz Adnan. Dalam sambutannya dia menyampaikan bahwa FASI III ini dilaksanakan dengan sangat objektif dan tidak ada rekayasa sehingga para juara yang terpilih memang benar-benar juara yang sesungguhnya. “Festival ini menghadirkan juri tingkat Jawa Timur yang sudah bersertifikat”. Tegasnya.

    Dia juga menyampaiakan bahwa peserta yang meraih juara I akan mewakili kabupaten-kota Probolinggo pada FASI tingkat Jawa Timur. “Khusus juara I nanti akan mewakili tingkat Jatim tahun depan”. Ujarnya sebelum menutup sambutannya.

    Disamping keberhasilan ini, Ustad Edy Kurniawan Farid selaku Kajur Agama menyampaikan bahwa, capaian ini berkat doa dan barokah para guru-guru di Genggong. “Alhamdulillah, terima kasih kami ucapkan kepada Kepala Madrasah, segenap pimpinan, asatidz, khususnya para pembina cabang lomba yang telah berusaha sekuat tenaga lahir batin sehingga hasil ini dapat kita raih. Akhirnya rasa capai kami terobati setelah sejak jam 8.00 tadi pagi hadir di sini. Seribu jempol untuk MTs Zaha”. Ucapnya saat ditemui usai pemberian hadiah.

    Dia juga berharap agar tidak berpuas diri untuk mengukir prestasi. Masih banyak kegiatan-kegiatan yang harus diikuti dan tentunya harus pulang dengan juara. “Semoga juara semakin banyak kita raih pada Aksioma yang akan dilaksanakan tanggal 9-10 Januari tahun depan”. Ujarnya. (Tgh/Fin)

  • Bangga Meski Batal Juara

    Bangga Meski Batal Juara

    Peserta dari MTs. Zaha (Berkopyah) pada Waktu Kompetisi di Mall Of Indonesia.
    Peserta dari MTs. Zaha (Berkopyah) pada Waktu Kompetisi di Mall Of Indonesia.

    Genggong- Asa MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong untuk membawa pulang juara pada ajang kompetisi robotik madrasah 2016 gagal. Dalam kompetisi tingkat nasional yang diadakan pada Ahad-Senin (30-31/10) itu terdapat kendala yang dialami peserta dari MTs. Zaha. Salah satunya komponen roda yang disediakan panitia tidak berfungsi, bahkan pada beberapa komponen yang lain.

    Hal ini disampaikan ustadz Junaidi yang mendampingi peserta menggantikan ustadz Nizar. Menurutnya, kegagalan MTs. Zaha bukan dari santri kita yang tidak maksimal, melainkan dari beberapa komponen yang disediakan panitia. Diduga komponennya sudah aus namun masih tetap digunakan . Hal ini terbukti ketika robot dikendalikan tidak berjalan maksimal. “Memang untuk bahan disediakan panitia dan boleh membawa sendiri, sehingga kami memilih tidak membawa. Tapi kalau santri kita sudah bagus bahkan mengoperasikan dengan benar, tapi mungkin belum beruntung”. Kata ustadz Juned, sapaannya.

    Namun, meski gagal ustad Juned menyampaikan bahwa peserta kita mendapat pujian dari panitia karena menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari pesantren, bahkan satu-satunya peserta yang tidak meninggalkan identitas santri, yakni berkopyah. Sehingga berhasil menunjukkan bahwa santri pesantren juga bisa menguasai bidang robotik. “Ya selama kompetisi yang diadakan kemenag ini hanya MTs. Zaha yang berkopyah. Bisa dibilang inilah kemenangan kita”. Kata ustad Juned. Kegagalan ini tak menjadi masalah dihadapan kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal. Beliau memaklumi kesuksesan yang tertunda ini. “Menjadi peserta di ajang nasional sudah menjadi kebanggaan buat kita. Biarkan ini menjadi pengalaman yang berharga buat santri kita”. Dawuhnya.

    Namun, beliau juga berpesan untuk tetap selalu berusaha dan memperbaiki kekurangan. Terlebih dalam event lomba yang sudah pernah diikuti agar tidak jatuh pada lubang yang sama. “Biarlah untuk menjadi juara kita tunda tahun depan”. Ujarnya sambil tersenyum. (fin)

    photo_2016-11-05_08-05-59

  • MTs. Zaha akan Bertarung di Ajang Kompetisi Robotik Tingkat Nasional

    MTs. Zaha akan Bertarung di Ajang Kompetisi Robotik Tingkat Nasional

    Bahrul Ulum dan M. Rifqi A ketika diberitahu bahwa MTs. Zaha Terpilih Sebagai Peserta Kompetisi Robotik
    Bahrul Ulum dan M. Rifqi A ketika diberitahu bahwa MTs. Zaha Terpilih Sebagai Peserta Kompetisi Robotik

    Genggong-Setelah diumumkannya peserta yang berhak mengikuti Festival dan Kompetisi Robotik kemarin (25/10), nama MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong tercantum dalam lampiran pengumuman tersebut. Artinya MTs. Zaha berhak menjadi peserta dalam ajang Kompetisi Robotik Madrasah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

    Kompetisi yang akan dilaksanakan di Mall Of Indonesia Kelapa Gading Jakarta pada tanggal 30-31 Oktober itu diikuti sebanyak 15 madrasah se-Indonesia. Hal ini dikarenakan panitia membatasi jumlah peserta, sehingga panitiapun melakukan seleksi. “Setelah dilihat di website resmi kemenag, jumlah pendaftar sangat banyak. Tapi Alhamdulillah MTs. Zaha lolos sebagai peserta”. Ujar ustadz Alfin Fikri HM, kepala tata usaha yang juga mengurusi pendaftaran kegiatan ini.

    Sebelum mendaftarkan diri, ustadz Muhammad Nizar, S. Kom selaku pembina bidang robotik menunjuk 2 peserta dari santri MTs. Zaha. Yakni Bahrul Ulum santri kelas IX D dan Rifqi Amri Al Masyhudi santri kelas VIII A. Mereka merupakan peserta student day (ekstrakurikuler) bidang robotik. “Setelah melengkapi semua berkas yang diminta oleh panitia, kami langsung mendaftar online karena memang pendaftarannya melalui online”. Imbuh ustadz Alfin.

    Sementara itu, Ustadz Nizar mengatakan bahwa ini merupakan kompetisi bidang robotik yang pertama kali diikuti oleh santri MTs. Zaha. Tak tanggung, dilomba yang pertama ini langsung tingkat nasional. “Ini tantangan buat kami, meski bagaimanapun kami harus siap, Bismillah kami berangkat”. Tegasnya.

    Ustadz Nizar juga mengaharap do’a dan dukungan, utamanya dari para asatidz dan asatidzah serta keluarga besar MTs. Zaha. Karena kompetisi ini akan membawa nama MTs. Zaha di kancah nasional. “Doa dan dukungan sangat kami harapkan, semoga nanti membawa harum madrasah kita, kita sukses dan juara”. Harapnya.

    Peserta dari MTs. Zaha dijadwalkan terbang ke Jakarta pada Sabtu (29/10) atau sehari sebelum pelaksanaan lomba. Mereka juga akan didampingi oleh Ustadz Nizar hingga pulang kembali ke halaman MTs. Zaha. (Tgh/Fin)

  • MTs. Zaha Raih Juara Kedua Mading 3D Se Pesantren Genggong

    MTs. Zaha Raih Juara Kedua Mading 3D Se Pesantren Genggong

    Mading Hasil Karya Santri MTs. Zaha ketika Prosesi Penilaian oleh Dewan Juri
    Mading Hasil Karya Santri MTs. Zaha ketika Prosesi Penilaian oleh Dewan Juri

    Genggong– Usaha santri MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong dalam mengikuti lomba mading 3D tak sia-sia. Santri yang tergabung dalam pengurus OSIS putri MTs. Zaha ini berhasil meraih juara kedua dalam lomba yang diadakan oleh Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Genggong kemarin Jum’at (21/10).

    Sebanyak 14 Peserta  dari semua lembaga pendidikan dibawah Yayasan Hafshawaty dan PZH Genggong,  MTs. Zaha berhasil menempati juara kedua setelah SMA Unggulan ditetapkan sebagai juara pertama dan SMA Reguler menempati posisi juara ketiga. Hasil membanggakan ini merupakan hasil dari usaha dan persiapan para santri. “OSIS sudah mempersiapkan diri sejak seminggu sebelum lomba. Mereka dibimbing langsung oleh ustadz Nanang, Pembina student day bidang kerajinan tangan”. Ujar Ustadz Agus, Pembina OSIS yang juga mendampingi OSIS dalam lomba tersebut.

    Pada lomba yang digelar menyambut Hari Santri Nasional (HSN) ini, MTs. Zaha menjadi satu-satunya lembaga yang mendelegasikan 2 peserta. Ya, masing-masing lembaga lain hanya mengirimkan 1 perwakilan saja. “Alhamdulillah satu diantara perwakilan kami menjadi juara, tapi tidak tahu grup mana yang juara karena panitia tidak memberitahu”. Ujar ustadz Agus.

    Pembacaan hasil pemenang dan pembagian hadiah dilaksanakan kemarin Sabtu (22/10) seusai apel memperingati HSN di lapangan P5 PZH Genggong. Tropi diberikan oleh pembina apel, KH. Moh. Hasan Naufal, sedangkan sertifikat diberikan oleh KH. Moh. Hasan Maulana. Hadiah sendiri diterima oleh masing-masing waka kesiswaan dari masing-masing lembaga yang juara. Untuk MTs. Zaha sendiri, diterima oleh ustadz Abd. Wafi Haris. (Tgh/Fin)

    Hadiah Diterima oleh Wakamad Kesiswaan, Ustadz Abd. Wafi Haris.
    Hadiah Diterima oleh Wakamad Kesiswaan, Ustadz Abd. Wafi Haris.
  • Santri MTs. Zaha Ikuti Apel Hari Santri Nasional

    Santri MTs. Zaha Ikuti Apel Hari Santri Nasional

    Suasana Apel Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016
    Suasana Apel Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016

    Genggong-Ribuan santri, guru, dan shohibul bait Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, mengikuti pelaksanaan apel Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2016. Tak terkecuali santri dan para asatidz MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Mereka berjajar rapi dengan mengenakan pakaian ala santri, yakni bersarung dan  baju putih lengkap dengan kopyah putih ciri khas santri Genggong.

    KH. Moh. Hasan Naufal atau Nun Boy, Pengasuh pesantren yang sekaligus Kepala MTs. Zaha itu mendapatkan bagian menjadi Pembina apel pada Apel HSN yang dilaksanakan di halaman P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong. Tidak ada pengibaran bendera merah putih dalam apel ini, karena usai apel para santri harus kembali ke sekolah untuk mengikuti pelajaran. Meski demikian, para peserta tetap semangat dan tertib dalam mengikuti apel.

    Acara dilanjutkan dengan pembacaan amanat PBNU yang dibacakan oleh Pembina apel. Dalam amanat tersebut berisi pernyataan bahwa komunitas pesantren telah mengukir sejarah emas. Dimana pemerintah mengakui secara resmi peran komunitas santri, para ulama, dan kiai dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

    Dalam amanat tersebut juga menyatakan bahwa jihad dengan mengangkat senjata melawan penjajah, jihad dalam artian mujahadah untuk meningkatkan intelektualitas, tanpa mengenyampingkan spiritualitas, mempunyai ahklakul karimah, bertekad membangun negeri dengan tetap mempunyai karakter dan identitas santri. Sebagai santri harus tetap mempunyai jiwa jihad. Jihad untuk mengentas kemiskinan agar rakyat kita hidup dalam kesejahteraan.

    Apel lebih khidmat ketika KH.Moh. Hasan Maulana menutup apel dengan pembacaan doa. Apel berakhir setelah dibacakan pengumuman juara lomba mading 3D yang dilaksanakan oleh IPPNU komisariat PZH Genggong yang dalam hal ini MTs. Zaha juga meraih juara II.

    Nun Boy ketika ditemui seusai apel menyampaikan ucapan selamat kepada para santri dan masyarakat yang sedang merayakan hari santri nasional ini. “Selamat Hari Santri Nasional”. Ucapnya semangat sambil mengepal tangan.

    Usai Apel para santri kembali ke sekolah untuk mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya. mereka ke sekolah tetap mengenakan pakaian seperti pada saat apel.

    Sementara itu, Apel juga dilaksanakan di halaman pondok putri PZH Genggong yang diikuti semua santri putri dan asatidzah juga di halaman pondok putri Hafshawaty PZH Genggong. Sebagai Pembina apel pada kedua tempat itu yakni, KH. Hassan Ahsan Malik dan ustadz Dr. Abd. Aziz. (Tgh/Fin)