• Ismail dan Tiara Ocha Raih Suara Terbanyak di Pemilihan Ketua OSIS/IPNU & IPPNU 2021-2022

    Ismail dan Tiara Ocha Raih Suara Terbanyak di Pemilihan Ketua OSIS/IPNU & IPPNU 2021-2022

    Genggong-MTs. Zainul Hasan Genggong melalui Pengurus OSIS (IPNU/IPPNU) kembali menggelar pemilihan Ketua OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan Genggong masa khidmat 2021-2021 pada sabtu (4/9). Kegiatan tahunan ini berlangsung di dua tempat, yaitu santri putra di gedung putra sedangkan santri putri di gedung putri.

    Ada empat kandidat calon Ketua OSIS Putra (IPNU), yaitu Rahmat Junior Pratama, M. Haris Rizqullah, Ahmad Iqbal Hakan, dan Ismail. Sementara di putri juga memiliki empat kandidat. Mereka adalah Auliatur Rohmaniyah, Fasya Adina, Tiara Ocha Ramadhina, dan Rofika Ifana Putri.

    Berbeda dari tahun sebelumnya, pemilihan OSIS kali ini hanya memilih calon ketua saja, bukan pasangan calon. “Kali ini kami buat hanya calon ketua agar beda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana, mereka, para kandidat ini sudah melalui beberapa tahapan sebelum ditentukan menjadi calon ketua OSIS (IPNU/IPPNU).” Jelas Ustad Agus selaku Pembina OSIS.

    Sebelum mencoblos, para kandidat mengikuti debat kandidat di masing-masing tempat yang disaksikan oleh seluruh santri dan asatidz. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemungutan suara yang dilaksanakan di masing-masing kelas dan langsung dilaksanakan penghitungan suara oleh pengurus OSIS (IPNU/IPPNU). Sementara itu, asatidz mencoblos di depan kantor yang telah disediakan bilik suara.

    Usai penghitungan suara, hasil pemungutan suara langsung diumumkan kepada seluruh warga madrasah. Hasilnya, di putra, Ismail terpilih menjadi ketua OSIS/IPNU setelah berhasil mengumpulkan 226 suara. Disusul Rahmat Junior Pratama dengan 83 suara, Ahmad Iqbal Hakan 71 suara, dan M. Haris Rizqullah 70 suara.

    “Puji syukur Alhamdulillah saya ucapkan karena saya bisa terpilih menjadi Ketua OSIS. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memercayai saya. Mohon dukungannya agar saya bisa melaksanakan program-program OSIS ke depannya.” Tutur Ismail.

    Sementara di putri, calon nomor urut tiga, Tiara Ocha Ramadhina berhak menjadi Ketua OSIS/IPPNU setelah meraih 271 suara. Ia unggul dari Rofika Ifana Putri yang mendapat 201 suara, Auliatur Rohmah 96 suara, serta Fasya Adina 17 suara.

    “Senang sekali rasanya terpilih jadi ketua OSIS. Terima kasih kepada semuanya atas dukungannya. Semoga saya amanah dalam menjalankan tugas ini dan dapat membawa OSIS lebih maju lagi” Ucap santri semester tiga tersebut. Gus/Ry

  • Rayakan Muharam, MTs. Zaha Santuni Puluhan Anak Yatim

    Rayakan Muharam, MTs. Zaha Santuni Puluhan Anak Yatim

    GENGGONG- Dalam rangka memperingati bulan mulia Muharam, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengadakan kegiatan santunan bagi anak yatim. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (19/8).

    Sebanyak puluhan anak yatim beserta walinya sengaja diundang oleh madrasah untuk menerima santunan. Santunan yang diberikan tersebut merupakan hasil dari salah satu program MTs. Zaha yang istikamah dilaksanakan setiap hari Kamis oleh santri dan asatidz, yaitu Yaumus Shodaqoh.

    Acara yang berlangsung di Aula MTs. Zaha ini, dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, Almukarrom KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. beserta para asatid dan seluruh santri putra dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Dalam sambutannya, beliau memaparkan keutamaan Bulan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender Tahun Hijriah. Seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, di bulan Muharam salah satu ibadah yang bernilai pahala besar adalah membelai anak-anak yatim yang diartikan sebagai menyantuni anak yatim..

    “Banyak amalan yang dapat dilakukan di bulan istimewa ini. Salah satunya menyantuni anak yatim. Sebagaimana dalam hadits, bahwa orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.” Tutur beliau.

    Selain itu, beliau juga mengapresiasi program Yaumus Shodaqoh yang istikamah dilakukan para santri dan asatidz. “Inilah hasilnya. Shodaqoh kalian tidak sia-sia. Ini menjadi saksi nanti di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” Dawuh beliau. Gus/Ry

  • Adakan Kunjungan ke MTs. Zaha, Tim Dari UNAIR Apresiasi Green House dan Bank Sampah

    Adakan Kunjungan ke MTs. Zaha, Tim Dari UNAIR Apresiasi Green House dan Bank Sampah

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kedatangan tamu istimewa. Rabu pagi (16/6), beberapa dosen dari Universitas Airlangga (UNAIR) berkunjung ke MTs. Zaha guna melihat program Green House. Mereka didampingi oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M.

    Ditemui langsung oleh pimpinan MTs. Zaha, tim yang terdiri atas beberapa guru besar UNAIR tersebut antusias dengan program Green House dan Bank Sampah MTs. Zaha. Mereka menanyakan pemanfaatan Green House dan Bank Sampah tersebut.

    Ustadz Nanang selaku Kepala Green House menjelaskan kepada para guru besar tersebut bahwa Green House memiliki beberapa manfaat, diantaranya sebagai media pembelajaran santri pada mapel IPA, mengurangi polusi udara, dan hasil tanamannya organik bebas bahan kimia.

    “Di sini ada produk yang kami beri nama Sawi Pakcoy, Pak. Kami manfaatkan sebagai bahan pembuatan pentol bakso.
    Dijual di madrasah dan pesantren utk mengurangi ketergantungan santri pada mi instan dan menambah pendapatan sekolah” jelasnya.

    Tim UNAIR juga mengapresiasi pembuatan batako plastik hasil pengolahan Bank Sampah. “Sudah setingkat tsanawiyah sudah kayak ini. Guru di sini hebat-hebat. Selain bisa ngajar, juga bisa mengelola sampah.” Ungkapnya.

    “Kyai Mutawakkil, meskipun harga batakonya lebih mahal dari batako semen, para guru di sini harus percaya diri karena batakonya dibuat santrinya Kyai Mutawakkil. Nah, nanti batakonya diberi nama batako
    “Barokah”. Disambut gelak tawa yang hadir.
    Sebelum pulang, salah satu profesor berpesan agar MTs Zaha menanam tanaman yang sangat baik dalam menyerap polusi diantaranya bambu.

  • Lolos Seleksi Olimpiade Tingkat Nasional, Dua Santri MTs. Zaha Menuju Hong Kong

    Lolos Seleksi Olimpiade Tingkat Nasional, Dua Santri MTs. Zaha Menuju Hong Kong

    Aur ditanam, betung tumbuh. Itulah peribahasa yang pas bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. ZAHA) Genggong. Bagaimana tidak? Setelah beberapa pekan lalu dua santri MTs. Zaha meraih medali di ajang olimpiade internasional, setali tiga uang, madrasah tsanawiyah dengan visi “Teristimewa” ini kembali sukses meraih prestasi di ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO).

    Hal tersebut terkonfirmasi pada Jumat (11/6) sore setelah dua santri atas nama Dwi Putri Arifin dan Ahiqni Abdi Manazil Gibran yang masing-masing meraih bronze medal dan merit medal.

    Prestasi tersebut diperoleh setelah mereka mengikuti Heat Round regional Indonesia pada 2 Mei 2021 via online tingkat SMP se-derajad. Selanjutnya dua santri prestasi tersebut akan mengikuti babak final HKIMO pada November tahun ini di Hong Kong.

    Keberhasilan menembus olimpiade internasional merupakan yang ketiga kalinya bagi MTs. Zaha tahun ini. Sebelumnya, beberapa santri MTs. Zaha juga berhasil meraih medali pada dua ajang olimpiade internasional dan berhak mengikuti babak final di Philipina.

    “Alhamdulillah! Tahun ini kita bisa tembus tiga olimpiade internasional. Namun yang di luar ASEAN (Hong Kong) ini pertama kali.” Ucap Koordinator Olimpiade, Ustad Hazbullah Rohman, S.Pd. Gus/Ry

  • Dua Santri MTs. Zaha Raih Medali Olimpiade Nasional

    Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menorehkan prestasi di ajang olimpiade. Jumat kemarin, (4/6), dua santri MTs. Zaha berhasil meraih medali di ajang Philippine International Math and Science Olympics (PIMSO). Kedua santri tersebut adalah Ahiqni Abdi Manazil Gibran meraih Merit Medal dan Naila Karismafatin Nabila meraih Achiever Medal.

    Hasil tersebut diperoleh setelah kedua santri tersebut mengikuti seleksi tingkat nasional pada 27 April 2021 secara online. Mereka bersaing dengan ribuan siswa tingkat SMP sederajat se-Indonesia.

    Berkat prestasi gemilang tersebut, kedua santri yang masih duduk di bangku semester dua ini berhak mengikuti putaran final PIMSO pada bulan April 2022 di Boracay, Filipina.

    “Syukur Alhamdulillah. Dua santri kita dapat medali. Insya Allah jika tidak ada halangan mereka akan ikut putaran final tahun depan di Filipina,” Ucap Ustad Hazbullah Rohman selaku Koordinator Olimpiade.

    Keikutsertaan di ajang olimpiade internasional tersebut merupakan kedua kalinya bagi MTs. Zaha Genggong pada tahun ini. Beberapa bulan lalu, madrasah tsanawiyah pimpinan KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I. ,M.Pd. tersebut juga berhak mengikuti ajang olimpiade internasional yang juga akan digelar di Filipina pada November tahun ini. Gus/Ry

  • PERSIAPAN WISUDA, MTs. ZAHA GELAR UJI PUBLIK AMTSILATI DAN TAHFIDZ AL QURAN

    PERSIAPAN WISUDA, MTs. ZAHA GELAR UJI PUBLIK AMTSILATI DAN TAHFIDZ AL QURAN

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar acara uji publik bagi calon wisudawan/wisudawati Amtsilati dan Tahfidz Al Quran. Acara tersebut berlangsung di GOR Damanhuri Romly pada Rabu pagi (26/05) dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
    Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka ujian terakhir menjelang Wisuda Amtsilati ke-5 dan Tahfidz Al Quran ke-4. Sebanyak 266 calon wisudawan/wisudawati Amtsilati dan Tahfidz diuji di hadapan para asatidz dan wali santri.

    Acara dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh santri semester 4, M. Asghar Kandiaz. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala madrasah yang diwakili oleh wakil kepala madrasah bagian kurikulum, Ustad H. M. Harsoyo Mukhtar, S.Ag., M.M.. Dalam sambutannya, beliau berharap agar para calon wisudawan/wisudawati terus mengembangkan ilmunya. “Amtsilati dan tahfidz merupakan program unggulan kita. Kami berharap kalian tidak hanya berhenti sampai di sini. Tapi juga berlanjut ke pasca amtsilati dan program tahfidz di jenjang berikut. Insya Allah kalian semua menjadi anak yang baik,” tegasnya.

    Acara dilanjut dengan uji tahfidz Al Quran. Sebanyak tiga puluh santri diuji di depan pentas oleh ustad Sandi, M.Pd. Surat-surat dan juz yang dibaca terdiri atas juz 30 dan juz 1 sampai 8. Peserta membaca menggunakan metode murottal dengan lancar.

    Setelah uji tahfidz, acara dilanjut dengan uji amtsilati. 236 calon wisudawan/wisudawati diuji langsung oleh Koordinator Amtsilati Jawa Timur III, Kiai Ahmad Kamaluddin, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Falah, Bondowoso. Mereka diuji dengan didampingi oleh orang tuanya masing-masing. Tujuannya adalah agar orang tua mengetahui secara langsung proses dan hasil yang dicapai oleh putra-putrinya dalam belajar amtsilati.

    “Biar bapak-ibu tahu kualitas anaknya sejauh mana hasil belajar amtsilati selama ini. Bukan hanya tahu mereka diwisuda saja. Tapi benar-benar bisa.” Tutur Kiai asal Kudus tersebut.

    Syukur alhamdulillah, seluruh peserta dapat membaca kitab kuning dan mengartikannya dengan lancar.

    Selanjutnya, para calon wisudawan/wisudawati Amtsilati dan Tahfidz Al Quran tersebut akan mengikuti prosesi wisuda pada 3 Juli 2021. Gus/Ry

  • Lagi! Santri MTs. Zaha Tembus Olimpiade Internasional

    Lagi! Santri MTs. Zaha Tembus Olimpiade Internasional

    Bak ketiban durian runtuh. Bulan April 2021 merupakan bulan berkah bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs. Zaha). Setelah meraih beberapa prestasi di ajang lomba non akademik, kini madrasah tsanawiyah pimpinan KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. ini kembali menorehkan prestasi gemilang. Ahad kemarin (04/4), santri atas nama Ahiqni Abdi Manazil Gibran meraih medali perunggu tingkat SMP/MTs. di ajang olimpiade nasional. Tak ketinggalan Naila Karisma Fatin Nabila juga turut menyumbang Merit Medal pada ajang yang sama.

    Olimpiade yang diadakan oleh Philipine International Mathematical Olympiad (PHIMO) pada 6 maret 2021 ini diikuti oleh puluhan siswa SMP/MTs se-Indonesia secara virtual dengan pengawasan ketat.

    “Alhamdulilah kabar baik di bulan April. Salah satu santri kita, Ahiqni Abdi Manazil Gibran bisa lolos ke ajang olimpiade internasional.” Tutur ustad Hasbullah Rohman selaku koordinator olimpiade MTs. Zaha.

    Dengan hasil tersebut, santri yang masih duduk di bangku semester dua ini berhak mengikuti ajang olimpiade internasional pada September mendatang di Philipina.

    “Insya Allah kalau tidak ada halangan, akan berangkat ke Philipina bulan September tahun ini (red:2021).” Imbuh Ketua Program SKS tersebut.

    Santri ini merupakan hasil bimbingan intensif yang rutin diadakan MTs Zaha kepada santri yang berbakat pada bidang tertentu. Bimbingan ini diadakan setiap minggu untuk melatih santri menghadapi ajang-ajang olimpiade.
    Bukan hanya akademik, bimbingan juga dilakukan pada bidang non akademik.
    Berkat karunia Allah dan kerja keras semua stake holder madrasah, MTs Zaha setiap tahun selalu mengirimkan wakilnya ke ajang nasional maupun internasional.
    Sungguh prestasi yang membanggakan…..
    Masih ragu bergabung dengan MTs. Zaha…????

    Tgh/Ry

  • MTs. Zaha Borong Juara Lomba Tarik Suara, Ini Yang Viral

    MTs. Zaha Borong Juara Lomba Tarik Suara, Ini Yang Viral

    Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong di masa pandemi ini. Kemarin (30/03), dua santri MTs. Zaha berhasil meraih tiga juara sekaligus dalam ajang Gebyar Prestasi Siswa (GPS) se-kabupaten dan kota Probolinggo yang diselenggarakan oleh MAN 1 Probolinggo. Mereka adalah Muhammad Iqbal meraih juara 2 lomba tarik suara dan Annisa Dian Firdausi meraih juara 1 dan juara favorit di lomba yang sama . Lomba yang diadakan oleh MAN 1 Probolinggo tersebut dilaksanakan pada 3 Maret 2021 dan ditayangkan secara live di Youtube.

    Kepastian juara tersebut diketahui lewat surat keputusan yang di-share oleh panitia penyelenggara melalui grup whats app pada Selasa siang.

    Berdasarkan penilaian juri, Annisa Dian Firdausi mengumpulkan nilai 71.3, mengungguli Iqbal sebagai juara dua yang meraih nilai 66. Sedangkan untuk juara favorit, santriwati asal Mojokerto ini mengungguli perolehan like dan viewer dari peserta lain dengan 949 viewer dan 241 like.

    “Alhamdulillah, setelah menunggu hampir sebulan, dua santri kita berhasil dapat tiga piala sekaligus.” Kata Ustad Restu, koordinator lomba lewat pesan telegram.

    Setali tiga uang, salah satu pembina Student’s Day musik, ustad Sulaiman Bakir juga mengapresiasi keberhasilan anak didiknya. “Alhamdulillah, senang sekali mendengar mereka (Annisa dan Iqbal) dapat juara. Mereka memang berbakat di bidang tarik suara. Prestasi ini pastinya tidak lepas dari doa Kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal.” Ungkapnya. Gus/Ry