MTs.
Zaha kembali menunjukkan keseriusan dan kesiapannya dalam menjalankan program
SKS. Kemarin (10/10), lembaga pimpinan KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. ini
divisitasi oleh Dirjen Kemenag Pusat .
Selain MTs. Zaha, ada sejumlah madrasah yang juga ikut divisitasi guna diuji
kesiapannya menjalankan program SKS. Kegiatan yang berlangsung di MTs.N 2
Probolinggo ini bertujuan untuk mendapatkan SK dari Dirjen Pusat terkait
penyelenggaraan program SKS.
Tim
SKS MTs. Zaha yang diketuai oleh Ustad Hazbullah Rohman, S.Pd. bersama Wakil
Kepala Bagian kurikulum dan Kepala Madrasah didapuk mewakili lembaga untuk
menjawab dan memberikan keterangan terhadap tim asesor. Mereka membawa
instrument-instrumen yang dibutuhkan dalam proses verifikasi.
Sejumlah
instrumen langsung dicek oleh tim verifikasi dari kemenag pusat yang diwakili
oleh Bapak Syafril, Bapak Dr. Suwandi, dan Bapak Arisandi. Di antaranya
instrumen dari kemenag, portofolio, ARD, dan tidak ketinggalan UKBM yang
menjadi ciri khas madrasah juga turut
dicek.
Kepala
Madrasah, KH. Moh Hasan Naufal, sangat optimis terhadap hasil visitasi yang
dilakukan dirjen kemenag. Beliau mengatakan bahwa verifikasi dan pengecekan
berjalan lancar.
“Alhamdulillah, dari MTs. Zaha Tidak ada kendala dan tidak ada yang salah. Hanya ARD (Aplikasi Rapor Digital) saja yang belum sempurna. Tidak hanya kita. Hampir semua lembaga penyelenggara SKS belum memiliki ARD yang baku.” Dawuhnya. (Gus/Ry)
OSIS Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong (MTs. Zaha) tidak henti-hentinya menimba ilmu untuk menjalankan masa kepengurusan satu tahun ke depan. Setelah beberapa hari lalu para pengurus OSIS mendapatkan ilmu jurnalistik, latihan dasar kepemimpinan, dan baris berbaris, kini OSIS MTs. Zaha mengadakan studi banding ke Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 (MTsN 3) Pamekasan, Madura. Kegiatan tersebut bertujuan untuk studi banding saling berbagi ilmu antara MTs. Zaha dengan MTsN 3 Pamekasan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat kemarin (4/10) ini diikuti oleh 23 pengurus OSIS baik putra maupun putri dan didampingi oleh pembina OSIS dan Waka kesiswaan Mereka merupakan pengurus harian dan koordinator seksi masing-masing bagian.
Acara diawali dengan seremonial penyambutan oleh MTsN 3 Pamekasan yang juga menjalankan program SKS seperti halnya MTs. Zaha. Setelah acara seremonial, pengurus osis MTsN 3 Pamekasan mengajak pengurus OSIS MTs. Zaha untuk melihat-lihat keadaan madrasah. Mulai dari kelas, , Mading, aula kegiatan sampai ruang OSIS.
Setelah berkeliling madrasah, pengurus OSIS dari dua madrasah berkumpul di ruang OSIS guna sharing tentang program dari masing-masing pengurus OSIS dari kedua madrasah. Tampak para santri terlibat diskusi yang santai dan bersahabat. Tidak ketinggalan juga para pembina OSIS dari dua madrasah tersebut. Menurut pembina OSIS Mts.N 3 Pamekasan, Bapak Samsul Bahri, S.Pd., menyusun program OSIS jangan bamyak-banyak dan muluk-muluk. Sebagai contoh, ia menjelaskan program PHBI bulan Muharram yang dikemas dengan acara bakti sosial dengan membersihkan musholla sekitar madrasah dan membagikan alat kebersihan.” Buat program yang sederhana, tetapi dapat dilaksanakan dengan baik. Yang penting OSIS bisa bertanggung jawab, disiplin, dan jadi contoh bagi siswa lain,” ujarnya.
Usai diskusi dan sharing program, para pengurus OSIS kedua madrasah bersama para pembina dan Waka kesiswaan beramah tamah dan berfoto bersama. ( Gus/Ry)
Hari Terakhir Diklat, OSIS Berlatih Baris-Berbaris.
Setelah mendapatkan materi Latihan Dasar Kepemimpinan dan
Jurnalistik, OSIS (IPNU/IPPNU) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Masa Khidmat
2019-2020 kembali mendapatkan bekal dalam menjalankan roda organisasi. Kali ini,
materi yang didapat oleh pengurus osis, ketua kelas, dan duta madrasah adalah
pelatihan baris-berbaris. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (29/9) ini
berlangsung di dua tempat terpisah. Santri putra lapangan Desa Temenggungan
Kecamatan Pajarakan, sedangkan santri putri mendapatkan di area Pondok Baitus
Sholihin, Desa Temenggungan Kecamatan Pajarakan. Hal ini merupakan rangkaian
acara diklat yang berlangsung selama tiga hari.
Di putra, acara dimulai dengan pengarahan oleh pemateri, Kak
Ibrahim Sholeh dan Kak Mukhlas. “Mohon ikuti kegiatan ini dengan baik. Agar
nanti kalian bisa menyerap ilmu dan dapat mempraktikkannya di madrasaha,” Tutur
Kak Ibrahim yang juga salah satu Pembina Pramuka di MTs. Zainul Hasan 1
Genggong.
MTs. Zainul Hasan 1 Genggong
Selanjutnya para peserta diklat berjalan menuju ke lapangan Desa
Temenggungan. Di sana, mereka diajari cara melakukan aba-aba dalam
baris-berbaris dengan benar. Selain itu, para peserta diklat yang berjumlah
empat puluh delapan santri ini juga praktik baris-berbaris. Mulai dari cara hadap
kanan, balik kanan, sampai langkah tegap maju. Meski cuaca saat itu lumayan
terik, para santri menjalani diklat dengan penuh semangat. Walau pun ada
beberapa santri yang kondisi fisiknya kurang baik.
Sementara di putri, kegiatan dipandu langsung oleh Ustad Muhammad Mutawally Assyarowi. Hampir sama
dengan putra, peserta diklat di putri yang berjumlah lima puluh dua santriwati
ini juga mendapat pelatihan baris-berbaris yang baik dan benar. Namun bedanya,
Para peserta diklat putri cukup kaget karena pemateri memberi pengarahan dengan
sangat tegas. Sehingga, yang awalnya peserta menjalani pelatihan dengan
bergurau dan cengengesan, seketika menjadi tegang dan tegas.
MTs. Zainul Hasan 1 Genggong
“Walau pun kalian cewek, bukan berarti kalian harus lemah. Cewek
juga harus disiplin, baik dalam perkataan, maupun perbuatan.” Kata
pemateri yang biasa dipanggil Kak Roy.
Setelah berlatih baris-berbaris, peserta diklat putri kembali ke halaman pesantren untuk praktik upacara bendera. Di sana, mereka dilatih bagaimana cara hormat kepada bendera yang benar sampai cara menjadi pemimpin dalam upacara bendera.
Genggong – Guna membekali Pengurus OSIS ( IPNU/IPPNU) dalam menjalankan program-programnya, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 Genggong menggelar kegiatan Diklat Pengurus OSIS (IPNU/IPPNU) masa khidmat 2019-2020 pada Jumat (27/9). Kegiatan ini berlangsung di dua tempat, yakni OSIS Putri di ruang kelas VII J dan OSIS Putra di ruang kelas VII C. Materi diklat dibagi menjadi dua, yakni pelatihan jurnalistik bagi OSIS Putri dan latihan dasar kepemimpinan bagi OSIS Putra. Selain pengurus OSIS, diklat ini juga diikuti oleh seluruh ketua kelas dan Duta Madrasah.
Di putri, kegiatan jurnalistik dimulai pukul 07.30 WIB dengan menghadirkan pemateri dari Jawa Pos Radar Bromo, Rudianto, S.H. Menurut pemateri yang juga alumnus Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini, menulis adalah kegiatan gampang, apalagi menulis berita. Tinggal kita mau nulis berita dari sudut pandang mana.” Jelasnya. Dalam diklat tersebut, para santri diberi pengetahuan tentang apa itu jurnalistik dan bagaimana cara menulis berita yang baik. Selain itu, peserta diklat juga praktik membuat berita. Meskipun acara sampai sore, para peserta diklat tampak antusias mengikuti acara tersebut. Terutama saat praktik membuat berita.
Di
akhir acara, Pembina OSIS Putri, Ustad Agus Setiawan memberikan hadiah kepada
dua peserta terbaik dalam membuat berita. Dua santri tersebut antara lain
Khoirun Nisa’ dan Ghinan Nafsi Manzilatul Hasanah dari kelas VIII H.
Di
lain tempat, OSIS Putra mendapat materi tentang Latihan Dasar Kepemimpinan dan
pengetahuan tentang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Materi ini disampaikan
oleh Ustad Mochammad Hendra, M.Pd.I. selaku pemateri. Menurutnya, seorang
pemimpin dimulai dari memimpin diri sendiri. “Jadi, seorang pemimpin harus tahu
dan mengerti ilmunya. Jika tidak, maka organisasinya akan hancur.” Tandasnya.
Tidak
kalah dengan OSIS Putri, OSIS Putra juga begitu saksama mendengarkan materi
yang disampaikan oleh Ustad yang juga dosen di INZAH. Selain mendapat materi
tentang kepemimpinan dan IPNU, para peserta (OSIS Putra) juga diberi game
yang mengasah kemampuan kepemimpinan dan kerjasama santri.(Ag/Ry)
Pengurus OSIS Putra (IPNU) dilantik, Kepala Madrasah berharap Pengurus OSIS Kompak
Selang sehari setelah pelantikan OSIS Putri
(IPPNU) Mts. Zainul Hasan 1 Genggong masa bakti 2019-2020, kini giliran
pengurus OSIS putra (IPNU) yang diresmikan oleh kepala madrasah, KH. Moh.Hasan
Naufal, S.H.I., M.Pd. kegiatan yang berlangsung Kamis (19/9) tersebut bertempat di
halaman gedung putra Mts. Zainul Hasan 1 genggong.
Sama seperti pelantikan OSIS putri sebelumnya, acara dimulai pada
pukul 07.30 wib dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh paduan suara Harmoni hati
putra. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan susunan pengurus OSIS (IPNU)
masa bakti 2019-2020 dan laporan pertanggungjawaban.
Prosesi serah terima jabatan menjadi acara berikutnya. Pengurus OSIS harian
lama secara resmi menyerahkan jabatan, fungsi, dan tugasnya kepada pengurus OSIS harian baru dengan
menyerahkan
bendera OSIS, bendera madrasah, dan bendera merah putih. Setelah serah terima jabatan, para pengurus
OSIS terpilih masa bakti 2019-2020 dilantik langsung oleh kepala madrasah.
Setelah dilantik, ketua OSIS terpilih, M.
Rangga Yanto dan ketua OSIS demisioner, David Anggun Felani langsung
menandatangani berita acara serah terima. Dalam prosesi tersebut, mereka
disaksikan oleh kepala madrasah, wakil kepala bagian kesiswaan, dan pembina
OSIS Putra yang juga
menandatangani berita acara.
Usai penandatanganan berita acara,
ketua OSIS terpilih dan ketua OSIS demisioner memberi sambutan kepada peserta
apel. Demikian juga dengan Duta Madrasah
yang juga memberi selamat kepada OSIS terpilih.
Sambutan terakhir sekaligus doa sebagai acara penutup disampaikan oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. beliau mengucapkan selamat kepada pengurus OSIS terpilih masa bakti 2019-2020. “Menjalankan sebuah roda organisasi itu gampang-gampang susah. Dibilang sulit karena tugasnya memang berat. Tapi itu semua akan terasa mudah ketika kalian bisa kompak dan bersama-sama dalam bekerja.,” tandas beliau. Selain itu, beliau juga berharap kepada OSIS baru agar lebih memunculkan NU dalam program-programnya. ( Ags/Ry )
Pengurus OSIS Putri (IPPNU) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Dilantik, Kepala Madrasah Meminta Inovasi Terbaru.
Selesai sudah tugas dan kewajiban pengurus OSIS Putri MTs. Zainul Hasan 1 Genggong masa bakti 2018-2019. Hal itu ditandai ketika acara pelantikan pengurus OSIS putri baru MTs. Zainul Hasan 1 Genggong Masa Bakti 2019-2020 yang berlangsung Rabu, 18/9. Bertempat di halaman pesantren Zainul Hasan Genggong, prosesi pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung sangat khidmat.
Acara dimulai dengan menyanyikan
lagu Indonesia raya yang dilantunkan oleh paduan suara Harmoni Hati
MTs. Zaha. Kemudian dilanjutkan pembacaan susunan pengurus OSIS baru yang
disampaikan oleh ust.Sandi Zainullah dan pembacaan laporan pertanggung jawaban OSIS masa
bakti 2018-2019 oleh salah satu pengurus OSIS masa bakti 2018-2019, .
Berlanjut ke acara inti,
yaitu serah terima jabatan dari pengurus OSIS periode 2018-2019 kepada pengurus
OSIS baru periode 2019-2020 berlangsung sangat khidmat. Pasalnya, dalam prosesi
serah terima jabatan tersebut pengurus OSIS baru dan lama berbaris rapi di atas
karpet biru. Kemudian, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus OSIS baru periode
2019-2020 oleh kepala madrasah.
Usai dilantik, ketua OSIS baru dan lama yakni
Deby Sakinatul Jannah dan Munawwaroh menandatangani berita acara serah terima
jabatan yang disaksikan langsung oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah
bagian kesiswaan, dan pembina OSIS putri. Tepuk tangan yang meriah dari para
santri peserta apel mengiringi jabat tangan dan pelukan antara ketua OSIS lama
dan ketua OSIS baru.
Setelah itu, acara dilanjut dengan sambutan
dari ketua OSIS terpilih, ketua OSIS lama, dan ketua Duta Madrasah terpilih.
Sambutan dari kepala madrasah menjadi acara
terakhir sebelum apel dibubarkan. Dalam sambutannya, beliau sangat antusias
dengan pengurus OSIS terpilih. “Saya harap ada inovasi-inovasi program OSIS
dari pengurus yang terpilih ini. Apa lagi mulai tahun ini, OSIS berganti nama
menjadi IPPNU. Jadi, dalam program-program OSIS, unsur ke-NU-annya harus lebih
ditonjolkan ” tutur beliau. Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih
kepada pengurus OSIS masa bakti 2018-2019 yang telah melaksanakan
program-program dengan baik.
Setelah pelantikan, Pengurus OSIS terpilih
akan didiklat selama tiga hari sebagai bekal dalam melaksanakan program-program
OSIS. ( Ags/Ry )
Genggong- Sudah menjadi kegiatan rutin bagi keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha) setelah menuntaskan program menghafal dan mengkhatamkan Al-Qur’an (profatan), para santri mengadakan tasyakkuran dan selamatan. Hal tersebut dilakukan pada hari ini, Sabtu (14/9). Kegiatan yang juga bertepatan dengan 14 Muharrom ini bertempat di GOR Damanhury Romli. Hadir dalam acara tersebut Kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI.,M.Pd. beserta istri beliau, Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon, para santri, asatidz dan asatidzah serta para anak yatim didampingi walinya.
Tasyakkuran dan selamatan yang dikemas dengan kegiatan santunan anak yatim dan Polo’an Akbar atau makan bersama ala santri ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB. Acara yang dipandu dengan pembawa acara berbahasa Inggris ini menjadi kejutan tersendiri bagi santri yang hadir. Nabila, santri kelas IX J memandu acara dengan berbahasa Inggris membuat acara nampak beda. Pasalnya setiap acara di MTs Zaha selalu berbahasa Indonesia. Kegiatan tasyakkuran dan selamatan ini diawali dengan menuntaskan sisa bacaan surat mulai Ad-Dhuha sampai surat An-Nas. Pembacaan surat-surat tersebut dipimpin oleh beberapa santri putri yang diikuti oleh seluruh santri dan asatidz-asatidzah.
Setelah khatam Al Quran, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 40 anak yatim yang sengaja diundang dari beberapa kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Santunan tersebut merupakan hasil shodaqoh yang dikumpulkan oleh para santri dan asatidz pada program Yaumus Shodaqoh yang dikumpulkan setiap hari Kamis.
Santunan kali ini merupakan santunan kali keenam yang dilakukan oleh MTs. Zaha Genggong. Dalam sambutannya kepala madrasah menuturkan bahwa program ini akan terus dijalankan. “Dana yang digunakan untuk santunan ini adalah murni hasil shodaqoh dari santri dan para asatidz yang dilakukan setiap hari kamis. Kita mengambil hari ini untuk melakukan kegiatan ini karena merupakan bulan istimewa, yakni bertepatan bulan Muharram”. Ujarnya.
Beliau juga menuturkan bahwa santunan tersebut juga merupakan tasyakkuran atas khataman Al Quran. ”Alhamdulillah santunan dan Polo’an ini merupakan bentuk tasyakkuran dan selamatan kita warga MTs Zaha yang telah mengkhatamkan Al Quran dalam program profatan”, ucap beliau dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu beliau juga mengajak asatidz asatidzah santri dan seluruh anak yatim yang hadir supaya menjadi santri yang ahli Al Quran dan ahli sedekah.
Salah satu anak yatim penerima santunan berterus terang bahwa dirinya merasa senang dan terkesan kebaikan MTs Zaha. Ia juga mengaku belum pernah mengikuti kegiatan santunan yang begitu meriah seperti ini sebelumnya. “Ini baru pertama saya merasakan makan bersama Kyai dan kakak-kakak santri sebanyak ini. Terima kasih dari kami untuk MTs Zaha”, ujar Fathullah, penerima santunan dari kecamatan Maron
Sebagai acara penutup, setelah doa para santri menikmati makan bersama. Mereka berjejer rapi berhadap-hadapan membentuk barisan yang masing-masing di depannya tersaji makanan dengan beralaskan plastik. Makanan ini sengaja disiapkan oleh pihak madrasah untuk dimakan bersama. Dan sebagian santri juga membawa makanan dari pondok dan rumah. Setelah doa makan dibaca oleh Kepala Madrasah para asatidz dan santri pun dengan lahap menikmati nasi polo’an dengan nikmat.
Terpilih: Muhammad Ali Syifa’ (paling kiri) dan Fazatirraysah Azka El Ghifari (paling kanan) saat foto bersama usai ditentukan sebagai duta madrasah tahun 2019-2020.
Genggong-Promosi adalah sebuah metode untuk memajukan dan mengembangkan potensi sebuah lembaga agar masyarakat tertarik dengan lembaga tersebut. Sebuah strategi promosi yang dilakukan MTs Zaha adalah memilih duta madrasah sebagai salah satu ujung tombak untuk membidik peminat MTs Zaha. Hari ini Sabtu (14/9) sebanyak 35 peserta calon duta Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo mengikuti kegiatan Pemilihan Duta Madrasah.
Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Damanhury Romli ini merupakan bagian dari program tahunan bidang humas MTs Zaha. Kegiatan yang diselenggarakan ini selain untuk promosi madrasah juga sebagai bentuk seleksi untuk memilih dua santri yang mencirikan MTs Zaha Genggong. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala MTs. Zaha KH. Moh. Hasan Naufal, S.HI, M.Pd. dan istri beliau Nyai Hj. Balqis Husni Sulthon. Tampak juga segenap pimpinan, para Asatidz dan santri putri menyaksikan pemilihan ini.
Dari 35 peserta ini dipilah 20 besar santri putri dan 15 besar santri putra hasil penyisihan sebelumnya. Di kegiatan final duta madrasah ini akan dipilih dua peserta yakni satu putra dan putri untuk mewakili mendapatkan gelar duta madrasah. Para peserta ini merupakan utusan terbaik dari beberapa kelas yang ada di MTs Zaha dari kelas VII dan VIII. Mereka juga merupakan para santri pilihan dengan wawasan luas, baik wawasan umum maupun wawasan pesantren, mempunyai keterampilan public speaking yang baik, kepercayaan diri tinggi dan tentunya berpenampilan menarik.
Selama sebulan penuh sepulang sekolah para peserta digodok oleh wakil kepala madrasah bagian humas, ustadz Teguh Firmansyah, S.Pd.M.Pd. dengan berbagai topik seperti public speaking, kepribadian, wawasan kepesantrenan dan nasionalisme. Materi-materi yang disajikan dalam bentuk teori dan praktek ini diselingi dengan humor dan berbagai permainan yang membuat anak-anak begitu semangat dan tak terlihat kelelahan dalam mengkuti ajang bergengsi di MTs Zaha ini.
Dalam sambutannya, Nun Boy, sapaan kepala madrasah mengatakan bahwa ujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan ruang atau kesempatan kepada santri MTs Zaha untuk berkreasi secara bebas mengekspresikan diri sesuai bakat dan potensinya. Juga sebagai wajah dari MTs Zaha. “Dengan sebuah arti bahwa jika ingin melihat MTs Zaha, maka lihatlah Duta Madrasah, engkau akan melihat semuanya di sana. Ada semangat, ada kekompakan, ada kecerdasan, ada akhlakul karimah, ada wawasan, ada santri serta ada welcome di situ” ungkapnya disambut gemuruh tepuk tangan para santri.
Lebih jauh lagi beliau menghimbau agar duta madrasah terpilih mempromosikan MTs Zaha ke khalayak luar dengan ciri khas santri MTs Zaha, yaitu apa adanya tetapi teristimewa. Terpilih sebagai juri dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kepala Madrasah, istri beliau dan pembina OSIS putri, ustadz Agus Setiawan.
Satu per satu para calon duta madrasah menaiki pentas kehormatan. Acara yang dipandu langsung oleh waka Humas tersebut berlangsung 4 babak. Babak dua puluh besar, sepuluh besar, dan babak final. Setelah melalui babak final, para peserta harus menunggu hasil perekapan nilai dari dewan juri menjadi acuan untuk memilih duta madrasah 2019/2020.
Penantian mendebarkan dengan tanda tanya besar berkecamuk di hati para hadirin. Setelah dewan juri mengantongi nama pemenang duta madrasah, diberi kesempatan kepada kepala madrasah beserta istri untuk maju menyematkan selempang duta madrasah. Terpilih Muhammad Ali Syifa’ dari Jakarta Utara dan Fazatirraysah Azka El Ghifari dari Jakarta Selatan menjadi duta madrasah putra dan putri. Lengkap sudah nama-nama pemenang duta madrasah, di pundak mereka madrasah akan dikenal oleh para masyarakat dengan akhlak dan kecerdasannya.