Organisasi Santri Intra Madrasah (OSIM) Madrasah Tsanawiyah Zainul (MTs. Zaha) Genggong akhirnya memiliki pemimpin baru. Hal tersebut terjadi usai OSIM MTs. Zaha menggelar pemilihan ketua OSIM Masa Khidmah 2023-2024 pada Rabu (23/08) kemarin di dua tempat berbeda. Pemilihan Ketua OSIM Putra di Aula Tabaarakallah, Sedangkan di putri bertempat di halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Adalah Alfan Bashori yang terpilih sebagai Ketua OSIM Putra. Santri program agama tersebut memperoleh 289 suara. Unggul jauh dari calon lainnya, yaitu Marcell R.A (150 suara), M. Aidil Ramadhan (59 suara), dan Wahyu A. (13 Suara).
Sedangkan di putri, Hafsawati juga unggul jauh dari para pesaingnya. Santri program agama tersebut meraih 251 suara. Sedangkan para pesaingnya, Rifka Firdiana meraih 103 suara, Nadira Putri Utami 111 suara, dan Syafa El Zahro 50 suara.
“Syukur Alhamdulillah. Terima kasih kepada teman-teman santri dan asatid yang telah mempercayai saya. Semoga saya bisa amanah dalam menjalankan tugas ini.” Ujar Alfan usai pemilihan ketua OSIM.
Hal senada juga diungkapkan oleh Hafsawati. Ia tidak menyangka bisa meraih suara terbanyak. “nggak nyangka sebenarnya. tapi Alhamdulillah. Semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik.” Tuturnya.
Sebelum terpilih, mereka telah melalui beberapa tahap seleksi, mulai dari tes wawancara hingga debat kandidat yang dilaksanakan sebelum pemungutan suara.Gus/Ry
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan sambung sanad keilmuan, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan ( MTs. Zaha ) Genggong mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah pada Senin (21/08). Kunjungan bertajuk “Rihlah Sanadiyah” tersebut bertujuan sambung sanad keilmuan Amtsilati kepada mushonnif (pengarang) kitab Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim yang selama ini digunakan untuk pembelajaran di MTs. Zaha.
“Ini (Rihlah Sanadiyah) perdana untuk program Amtsilati. Semoga kegiatan ini penuh manfaat dan barokah, khususnya untuk kepada para santri pasca (yang telah wisuda Amtsilati) peserta Rihlah ini.” Ungkap Koordinator Amtsilati, Ustad A.Kholilullah Khutaimi, S.Pd.
Sebanyak 65 santri putra dan 50 santri putri berangkat pada Ahad sore. Mereka didampingi oleh 25 asatid yang terdiri atas pimpinan dan pengampu Amtsilati.
Di Darul Falah, rombongan disambut hangat oleh pengasuh. Mereka langsung beramah tamah di Aula Pesantren. “Terima Kasih sudah bisa rawuh ke sini. Berharap semoga kegiatan ini penuh dengan barokah dan manfaat serta sanad keilmuan tetap terjaga.” Dawuh beliau.
Pengasuh yang biasa dipanggil Romo Yai tersebut juga menceritakan sedikit tentang bagaimana proses berdirinya Pesantren Darul Falah dua puluh tahun yang lalu
Selain itu, beliau juga memberikan beberapa kitab hasil karyanya sendiri kepada para santri dan asatid pendamping sebagai kenang-kenangan dari Pesantren Darul Falah. Gus/Ry
Guna meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menggelar Workshop Pembelajaran bertajuk “Menjadi Guru Inovatif, Kreatif, dan Interaktif.” Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (19/08) di Aula Tabaarakallah dengan menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Dr. Widayanto, M.Pd dan dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik MTs. Zaha.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berharap dengan adanya workshop ini, para tenaga pendidik mendapatkan ilmu baru dan dapat menerapkannya di kelas nantinya.
Workshop dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, Dr. Widayanto memaparkan tentang beberapa model pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan interaktif dalam kelas. “Jadi, Bapak-Ibu, ketika kita masuk ke dalam kelas, buat suasana yang menyenangkan dan aktif. Jangan kita masuk kelas hanya karena ingin menggugurkan kewajiban. Berikan yang terbaik pada siswa-siswa anda.” Papar pemateri asal Kota Malang tersebut.
Selain itu, peserta workshop juga diajak untuk praktik menggunakan media dan sumber pembelajaran, baik online maupun offline. Seperti penggunaan media pembelajaran aplikasi Quizizz. Para asatid-asatidzah tampak sangat antusias mengikuti kuis melalui media pembelajaran Quizizz tersebut. Seperti yang disampaikan Ustad Kamaluddin. Menurut beliau, kegiatan workshop ini sangat positif. “Ini kegiatan yang sangat seru. Tidak membosankan. Kenapa? karena kita juga ikut praktik layaknya para murid.” Ungkap salah satu guru Al Qur’an Hadits tersebut.
Keseruan Workshop berlanjut di sesi dua. Pada sesi ini, para peserta workshop diajak untuk melakukan simulasi pembelajaran yang aktif, kreatif, dan interaktif. Simulasi pertama, para peserta diajak untuk praktik model pembelajaran Two Stay Two Stray. Para asatid dibagi menjadi 17 kelompok yang berisikan lima guru tiap kelompok. Di setiap kelompok, ada yang bertugas untuk mengerjakan soal, ada yang bertugas bertamu untuk sharing dengan anggota kelompok lain.
Selain Two Stay Two Stray, pemateri yang pernah mendapat penghargaan tingkat nasional tersebut juga mengajak para peserta untuk simulasi model pembelajaran Snowball Throwing, model pembelajaran yang mengharuskan para siswa membuat dan menjawab soal sendiri dengan melempar kertas berisi pertanyaan.
“Jadi, dengan pembelajaran seperti itu (Snowball Throwing), para siswa akan aktif di kelas karena soalnya dari siswa, jawabannya juga dari siswa.” Imbuhnya. Gus/Ry
Kabar gembira sekaligus membanggakan kembali didapat oleh Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong di awal tahun ajaran. Sebanyak dua santri berhasil meraih prestasi tingkat Nasional.
Mereka adalah Hasanul Azmi Azzabillah dari kelas Spill Agama dan Muhammad Ilham Al Azmi dari kelas 9F Program Umum. Keduanya berhasil mendapat Gold Medal pada Ajang Olimpiade Pendidikan Agama Islam (O-MAPSI) Tingkat Nasional yang diadakan oleh PT. Edutainer Karya Nusantara dan PT. Lembaga Bina Prestasi Nusantara.Olimpiade yang dilaksanakan pada Jumat, 04 Agustus 2023 ini diikuti oleh siswa SMP/MTs. se-Indonesia secara daring.
Ustad Mistari, S.Pd. selaku Ketua Program Agama mengatakan bahwa persiapan yang matang menjadi kunci keberhasilan para santri. Mereka diberi pembinaan khusus selama sepekan oleh pembina olimpiade.
“Alhamdulillah, MasyaAllah Tabarakallah. Tentunya sangat bangga dengan prestasi para santri. Namun tidak mudah untuk mencapai itu semua. Perlu semangat belajar yang tinggi dan pantang menyerah.” Ujar Ketua Program Agama, Ustad Mistari, S.Pd. Gus/Ry
Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menggelar santunan untuk anak yatim pada Sabtu, (29 /07). Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Muharam sebagai bentuk kepedulian sosial kepada para anak yatim.
Bertempat di halaman Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, kegiatan ini dihadiri oleh para santri putri, asatid-asatidzah, dan Kepala madrasah, Al Mukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd.
Sebanyak puluhan anak yatim dari daerah sekitar pondok sengaja diundang dalam kegiatan tersebut untuk menerima santunan. Santunan yang diberikan langsung oleh kepala madrasah tersebut merupakan hasil dari program Yaumus Shodaqoh, yaitu hari bersedekah yang dilakukan oleh para santri dan asatid-asatidzah setiap kamis.
Usai memberi santunan Kepala Madrasah memberi pengarahan kepada para santri. Beliau berpesan kepada para santri agar tetap semangat dan melakukan hal-hal positif.
“Setiap manusia pasti akan mengalami susah dan senang. Namun, lakukanlah hal-hal terbaik semampu kalian. Jangan pernah goyah, jangan gamang jika pun kalian sudah kehilangan orang tua. kalahkan kegamangan itu dengan prinsip hidup yang positif.” Dawuh beliau.
Di penghujung tahun ajaran 2022-2023, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali berhasil menambah pundi-pundi medalinya. Sebanyak enam santri berhasil meraih medali pada Olimpiade Bahasa (Olimba) tingkat nasional yang diadakan oleh Al-Mukhlas ECC pada Jumat-Sabtu, 23-24 Juni 2023.
Kabar gembira tersebut didapat setelah panitia pelaksana mengumumkan hasil lomba secara online di sosial media pada Senin (26/6) kemarin.
Enam santri peraih medali tersebut adalah Hafsawati dan Fairuz Azzahro meraih emas pada bidang Bahasa Indonesia, Sarah Qurratu Aini dan Hasby Iskandar Fayyadh meraih emas pada bidang Bahasa Inggris. Sedangkan dua santri lainnya, Sunniyatul Mutammimah dan Sabrina Aprilia meraih perak pada bidang Bahasa Arab.
Sebagai informasi, keenam santri peraih medali tersebut masih duduk di bangku kelas 7 semester dua.
“Kami mendelegasikan enam santri Kelas 7 dan Alhamdulillah semuanya meraih medali.” Ungkap Ustad Muhammad Afifuddin, S.Pd. selaku Ketua Program Bahasa.
Selain itu, beliau juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi langkah awal Program Bahasa di tahun ajaran baru untuk lebih semangat lagi dalam berkompetisi. Gus/Ry
Proses tidak akan mengkhianati hasil. Itulah ungkapan yang pas disematkan kepada Widhat Ainur Muttaqin. Santri kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong ini baru saja meraih medali perak pada ajang Final Kompetisi Matematika Suprarasional (KOMAS) ke-18 yang digelar di Bogor pada Ahad (14/5) kemarin.
Widad, sapaan akrabnya bersaing dengan ribuan peserta tingkat kelas 7 SMP/MTs. dari seluruh Indonesia. Berkat kerja keras dan doa, santri program dua tahun ini berhasil menjadi terbaik kedua pada ajang bergengsi grade 2 Nasional tersebut.
“Alhamdulillah!Lega, Ustad! Nggak sia-sia dari kemarin baca sholawat, ke Maqbaroh Kiai Hasan, dan belajar tengah malam ngurangi tidur.” Ungkapnya setelah penyerahan medali.
Sebelum mencapai babak final, Widad harus melalui babak penyisihan dan semi final yang digelar di SMPN 1 Kraksaan pada 19 Februari 2023 dan 19 Maret 2023. Widad berhasil menjadi salah satu delegasi Kabupaten Probolinggo.
Prestasi membanggakan tersebut disambut gembira oleh kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.Pd., M.Pd. Beliau memberi selamat sekaligus berpesan agar prestasi ini menjadi motivasi bagi para santri.
“Alhamdulillah! MasyaAllah Tabaarakallah! Selamat kepada Widad. Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi Widad dan semua santri serta para ustad-ustadzah.” Dawuh Beliau.Gus/Ry
Genggong- Tahun 2023 merupakan tahun yang penting bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs.Zaha) Genggong. Sebab, pada Senin dan Selasa (08-09/05), MTs. Zaha kedatangan Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) yang diwakili oleh dua asesor asal Malang, Dr. Miftahu Soleh, M.Sc. dan Arito, S.Ag., M.A.
Dua asesor tersebut mendapat tugas untuk melaksanakan visitasi akreditasi bagi MTs. Zaha selama dua hari. Sekitar pukul 08.00 WIB, tim asesor datang ke MTs. Zaha dan disambut hangat oleh seluruh asatid-asatidah. Mereka langsung melakukan observasi terhadap sarana prasarana dan lingkungan madrasah mulai dari gedung madrasah, ruang kelas, koperasi santri, kantin, ruang OSIS, hingga kamar mandi.
Setelah itu, acara dilanjut dengan pembukaan atau temu awal yang berlangsung di Aula Tabaarakallah dengan agenda sambutan dari kepala madrasah sekaligus pemutaran video profil. Kemudian dilanjut dengan sambutan dari Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan dan tim asesor.
Usai pembukaan, tim asesor langsung melakukan telaah dokumen empat komponen, yaitu komponen mutu lulusan, komponen mutu guru, komponen proses pembelajaran, dan komponen manajemen madrasah. Selain telaah dokumen, para asesor juga mewawancarai kepala madrasah, para guru, komite madrasah, wali santri, serta alumni. Rangkaian kegiatan di hari pertama ini berakhir hingga pukul 16.00 WIB.
Di hari kedua, tim asesor melakukan observasi kelas dengan menilai langsung praktik pembelajaran di kelas. Setelah melakukan observasi kelas, tim asesor melakukan survei dengan memberi angket dan mewawancarai para santri.
Sekitar pukul 13.00, acara dilanjutkan dengan penutupan. Pada sesi ini, tim asesor memaparkan hasil observasi selama dua hari di MTs. Zaha. Menurut tim asesor yang diwakili Bapak Arito, S.Ag., M.A, menyampaikan bahwa secara umum MTs. Zaha sangat bagus karena memiliki program-program yang inovatif.
“Secara umum, MTs. Zaha ini sangat bagus dan luar biasa. Terutama program-programnya. Banyak program dengan istilah unik yang mudah diingat dan dapat membentuk karakter santri serta, Seperti Profatan, pelopor kedisiplinan, Petasan, Cyber Fann (Tim Website), dan lain sebagainya.” Ungkap beliau.
Disisi lain, Dr. Miftahus Soleh juga menyampaikan berbagai keunggulan dan kelebihan yang dimiliki MTs. Zaha. Seperti pengamatannya dalam observasi kelas. Beliau menilai bahwa setiap guru dapat menguasai kelas dan menciptakan kelas yang menyenangkan sehingga para santri terlibat aktif dalam berkomunikasi, berkolaborasi, serta berkreativitas dalam proses pembelajaran.
“Dari awal mengamati, saya menunggu dan mencari kekurangan guru dalam kegiatan pembelajaran, tapi di sini saya tidak menemukannya. Ini bukti bahwa guru-gurunya luar biasa.” Ungkap asesor lulusan Electrical Engineering Fachhochschule Darmstadt, Germany
Selain itu, tim asesor juga berterima kasih kepada warga madrasah yang sudah menyambut beliau berdua dengan sangat ramah selama dua hari.
Usai penutupan, kegiatan visitasi akreditasi ditutup dengan makan bersama ala santri, yaitu polok’an. Gus/Ry