• Pesilat MTs. Zaha Juara Bintang Trisula Cup VII Se Jawa dan Bali

    Pesilat MTs. Zaha Juara Bintang Trisula Cup VII Se Jawa dan Bali

    Muhammat Ainul Yaqin (kiri) dan Mario Ahmad Baidowi (kanan) Foto Bersama Usai Penyerahan Tropi BTC di UIN Malang.

    Genggong-  Awal tahun pelajaran baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo terasa sangat istimewa. Sebab, dua santri madrasah setempat berhasil mengukir prestasi yang begitu membanggakan. Mereka adalah Mario Ahmad Baidowi dan Muhammat Ainul Yaqin. Kedua pesilat tersebut membawa harum madrasah dalam ajang Bintang Trisula Cup (BTC) VII se Jawa-Bali di Malang yang berlangsung pada tanggal 2 sampai 5 Juli kemarin.

    BTC VII se Jawa- Bali yang dilaksanakan oleh UIN ini merupakan ajang kejuaraan yang cukup bergengsi dalam ajang perlombaan pencak silat di Indonesia. Terbukti dari banyaknya jumlah para pendaftar dari ujung barat pulau jawa sampai ujung timur Bali yang hadir untuk memperebutkan tropi yang telah disiapkan panitia. Ajang ini merupakan ajang tahunan dalam rangka menyambut HUT UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur.

    Pada kategori kelas C Pra Remaja Putra setelah melalui persaingan yang ketat, Mario Ahmad Baidowi, santri yang baru naik kelas IX ini berhasil menyisihkan para peserta dari beberapa sekolah di pulau bali pada sesi pertama dan bertanding dengan beberapa peserta dari pulau Jawa, sampai perjuangannya berhenti di final setelah dikalahkan satu peserta dari Jawa barat, akhirnya ia pun harus puas sebagai juara kedua.

    Tak berhenti disitu, santri MTs. Zaha yang lain berhasil menambah pundi-pundi medali pada kategori D Pra Remaja Putra. Peserta dengan nama Muhammad Ainul Yaqin santri kelas VIII yang juga menyabet juara kedua.

    Wajah sumringah tampak pada ustadz Taufik, pendamping pencak silat yang ikut mengantarkan ke acara lomba. “Alhamdulillah barokah para guru di Genggong. Pendekar kita biasa juara, padahal saingannya banyak dan tekniknya bagus-bagus.” jelas ustadz Taufik mantap.

    “Pesertanya banyak sekali, dengan persaingan yang ketat kita berdua bisa membawa dua juara, Alhamdulillah. Semoga tropi ini bisa menambah MTs Zaha menjadi semakin teristimewa.” Tutur Mario dengan mata berkaca-kaca.

    Hal senada disampaikan oleh Pembina Pencak Silat di MTs Zaha, ustadz Mahfudz. Ia sangat bersyukur atas perolehan juara yang kebetulan mereka adalah santri binaannya di Student’s day.

    “Tidak sia-sia santri berlatih. Perhatian kepala madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal terhadap pembinaan minat bakat santri membuahkan hasil yang manis” Jelas Ustadz Mahfudz dengan bangga.

    Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ustadz M. Restu, ketua program sekaligus koordinator lomba jasmani MTs. Zaha mengatakan bahwa prestasi itu adalah buah dari pembinaan santri dalam penyaluran minat dan bakat dalam Student’ Day.

    “Alhamdulillah, kita mendelegasikan dua santri diajang tersebut dan keduanya berhasil meraih juara. ini merupakan hasil pembinaan berkesinambungan di Student’s  Day, yakni sebuah program unggulan yang memberikan satu hari penuh untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk mencapai prestasi” paparnya. (Tgh/Pin)

  • Hasil Tes Gelombang 2 PPDB 2018-2019

    Hasil Tes Gelombang 2 PPDB 2018-2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Berikut kami sampaikan hasil tes Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019.

    Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zaha 1 Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha Teristimewa.

    Pemetaan Kelas akan diumumkan setelah pelaksanaan Tes IQ baik untuk pendaftar gelombang 1 maupun pendaftar gelombang 2. Info selengkapnya hubungi 085230506511

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Hasil Tes PPDB Gel. 1 dapat didownload dibawah ini: 

  • Dua Santri MTs. Zaha Tampil Sempurna di Acara Lailatul Qiro’ah

    Dua Santri MTs. Zaha Tampil Sempurna di Acara Lailatul Qiro’ah

    M. Fatoni Dailani saat tampil diacara Lailatul Qori’ah.

    GENGGONG- Lailaul Qiro’ah Pesantren Zainul Hasan Genggong tahun ini memberikan kesan tersendiri bagi dua santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, Sebab dua santri berbakat ini berkesempatan tampil sebagai qori pada acara tahunan dalam rangka memperingati haul almarhumah Nyai Hj. Himami Hafshawaty yang berlangsung Jumat malam kemarin (25/5/2018).

    Mereka adalah M. Fatoni Dailani dan M. Hasan Zamzami. Keduanya merupakan santri yang masih duduk di bangku kelas VII MTs. Zaha Genggong, masing-masing di kelas VII B Fullday Agama dan kelas VII D Reguler. Selain itu, tampil juga bersama mereka satu qori’ dari SD Zaha, Asghar Kandias

    Dalam penampilannya, mereka secara bergantian melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdunya yang diawali oleh Asghar Kandias. Dilanjut dengan penampilan M. Hasan Zamzmi dan ditutup oleh M. Fatoni Dailani. Sontak penampilan mereka mendapat tepuk tangan begitu meriah dari para hadirin.

    Sementara itu, M. Fatoni Dailani mengaku senang bercampur takut, sebab ini merupakan kali pertama ia tampil diacara Lailatul Qiro’ah. “Alhamdulillah tampilnya lancar. Tadi baca surat Yunus pakai lagu nahawan dan rost”, kata santri yang pernah menyumbang tropi juara 2 MTQ tingkat jawa timur untuk MTs. Zaha ini.

    Hal senada juga disampaikan oleh M. Hasan Zamzami. Santri yang membacakan surat Annisa dengan menggunakan lagu bayati ini merasa kurang percaya diri saat tampil dihadapan ribuan jamaah yang diketahui sengaja datang untuk mendengarkan lantunan qori dan qoriah terbaik. “Tapi setelah tampil rasa kurang percaya diri itu hilang dengan sendirinya”, ungkapnya.

    Selain itu, Asghar Kandias saat ditanya usai tampil mengaku telah menjatuhkan pilihannya kepada MTs. Zaha sebagai sekolah lanjutannya nanti. “Insya Allah setelah lulus SD nanti saya melanjutkan di MTs. Zaha”, ungkapnya. (Pin)

  • Keluarga Besar MTs. Zaha Bagi-bagi Takjil Gratis

    Keluarga Besar MTs. Zaha Bagi-bagi Takjil Gratis

    Santri MTs. Zaha Membagikan Takjil Gratis kepada Pengguna Jalan di depan MTs. Zaha.

    GENGGONG-Acara Haul Almarhumah Al ‘Arifah Billah Nyai Hj. Himami Hafshawaty tidak disia-siakan oleh keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Haul yang jatuh pada 10 Romadlon itu dijadikan ajang membagikan takjil oleh keluarga besar MTs Zaha kepada para warga yang melintas di area MTs. Zaha, tepatnya jalan raya Condong. Kegiatan yang bertujuan untuk menyambut haul dan memuliakan bulan ramadhan ini tepat dilaksanakan pada pukul 16.30 WIB Jumat kemarin (25/05/2018).

    Kegiatan ini merupakan salah satu program Humas MTs Zaha yang dilaksanakan di bulan Romadlon. Dana kegiatan ini merupakan hasil partisipasi dari para santri dan Asatidz MTs Zaha yang terkumpul pada yaumus shodaqoh, serta hasil shodaqoh asatidz di bulan Romadlon.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para asatidz dan santri MTs Zaha kepada masyarakat. Adapun dana kegiatan ini sudah siap jauh-jauh hari sebelumnya, terkumpul dari program yaumus shodaqoh dan sebagian merupakan iuran asatidz di Romadlon penuh berkah ini” tutur Ustadz Teguh Firmansyah, Wakamad Humas MTs Zaha.

    Keluarga besar MTs Zaha sangat antusias menggagas program pembagian takjil ini. Hal ini terlihat dari tingginya semangat para asatidz dan santri yang bahu membahu mempersiapkan bahan dan membuat takjil mulai pukul 13.00 WIB. “Tak terasa capeknya kalau banyak asatidz yang membantu menyiapkan takjil ini. Semoga pembagian takjil menyambut haul Almarhumah Al ‘Arifah Billah Ny. Hj. Himami Hafshawaty ini membawa barokah pada kami” ungkap Ustadzah Ima, koordinator pembuatan takjil.

    Para Santri Beserta Asatidz saat Mempersiapkan Takjil Gratis.

    Pembagian takjil sendiri dilaksanakan tepat di depan gerbang MTs Zaha, ini dilakukan oleh beberapa asatidz dan para pengurus OSIS. Dibantu juga oleh security MTs Zaha untuk mengatur lalu lintas di jalan raya.

    Kegiatan ini begitu menarik perhatian masyarakat pengguna jalan. Banyak dari pengendara motor dan mobil sengaja memperlambat kendaraannya untuk menerima takjil gratis. Terbukti, dalam waktu kurang dari 10 menit, lebih dari 500 takjil yang disiapkan ludes tak tersisa.

    “Terima kasih banyak nggih ustadz. Jazakumullah. Sebelum ke acara haul sudah dapat barokah duluan” tuturnya sambil terkekeh”, ujar Pak Imam, salah seorang pengentara motor yang sempat menerima pembagian takjil gratis. (*)

  • MTs. Zaha Gelar Tasyakkuran Akhirus Sanah Tahun 2018

    MTs. Zaha Gelar Tasyakkuran Akhirus Sanah Tahun 2018

    PERPISAHAN: Santri Kelas IX saat Mengikuti Kegiatan Akhirussanah Tahun Pelajaran 2017-2018

    GENGGONG– Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs Zaha) Genggong menggelar selamatan dan tasyakkuran akhirussanah tahun pelajaran 2017-2018 kemarin Rabu (23/5/2018).

    Acara yang digelar di GOR Damanhuri Romli tersebut dihadiri langsung oleh Kepala MTs Zaha, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal dan Ibu Nyai Hj. Balqis Husni Sulthan. Tampak juga shohibul bait Ning Zara. Serta segenap pimpinan, asatidz dan semua santri kelas IX putra maupun putri yang berjumlah 292 santri.

    Acara selamatan dan tasyakkuran akhirussanah ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh santri kelas VII, M. Fathoni Dailani. Selanjutnya adalah penyampaian pesan kesan perwakilan santri kelas IX yang disampaikan oleh Adinda Febriani Saputri.

    Dalam pidatonya Adinda banyak mengucapkan permohonan maaf sebagai santri ketika menuntut ilmu di MTs Zaha. “ Kami memohon jutaan maaf kepada Abuya dan para Asatidz manakala selama kami berada di MTs Zaha teristimewa ini banyak menyakiti hati Abuya dan para Asatidz”, ucapnya mewakili ratusan santri kelas akhir.

    Di akhir penutup pidatonya, Adinda mengucapkan banyak terima kasih atas jasa para Asatidz yang telah memberikan banyak ilmu sebagai bekal hidup di jenjang yang lebih tinggi.

    Acara semakin semarak ketika hadir tiga santri putra maju untuk menampilkan Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ). Ketiga santri yang dibalut busana khas Padang ini tampil memukau para hadirin, termasuk kepala Madrasah dan para pimpinan. Tampak decak kagum dan tepuk tangan serta gelak tawa dari hadirin melihat kekompakan dan kekocakan penampilan MSQ tersebut.

    Penyampaian pesan kesan perwakilan asatidz disampaikan oleh wakil kepala bagian kesiswaan, ustadz Abdul Wafi Harits, MPd.I. dalam pidatonya beliau menyampaikan kepada para santri untuk mensyukuri nikmat kelulusan dengan baik jika ditakdir lulus oleh Allah SWT. Beliau juga berpesan kepada para santri agar melanjutkan pendidikannya di lembaga naungan pesantren Zainul Hasan Genggong.

    “Lembaga pendidikan menengah atas di pesantren Zainul Hasan ini sangat lengkap. Kalau bisa tidak usah keluar Genggong, kecuali mendapatkan izin dari para pengasuh. Kalau masih ada dan bisa di Genggong mengapa harus keluar?” ungkap ustadz dengan khas kacamata ini.

    Sebuah drama berjudul “maafkan aku guru” persembahan santri putri melengkapi kemeriahan acara tersebut. Penampilan drama yang diperankan oleh beberapa santri putri dan ustadz Zubair ini berjalan apik. Aplus meriah terjadi ketika ustadz Zubair berakting memarahi santri yang berakting tidur dan acuh tak acuh. Hadirin terlihat bungkam ketika ustadz Zubair menutup drama dengan sebuah pesan moral agar selalu menjaga akhlak kepada asatidz.

    Di akhir acara kepala madrasah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para santri yang akan meninggalkan MTs. Zaha karena tidak bisa melayani para santri dengan baik dan maksimal. Beliau juga berpesan kepada para santri agar mengingat beliau dan para asatidz dalam doa-doa yang dipanjatkan.

    “Abuya mohon maaf nak, jika selama Abuya mendidik kalian memiliki banyak kekeliruan, menyakiti kalian, melukai perasaan kalian. Jika kalian tidak terima perlakuan Abuya, sekarang juga kalian bisa balas Abuya. Abuya tidak akan membalas” tutur beliau diikuti isak tangis santri.

    Di akhir tausiahnya kepala madrasah menilai bahwa para santri kelas IX tahun ini lebih membanggakan dan memberi kesan yang teristimewa di hati beliau.

    Acara yang berakhir bersamaan adzan maghrib itu ditutup dengan pembacaan sholawat dan doa yang dipimpin kepala madrasah serta diakhiri dengan buka bersama dengan hidangan yang disiapkan madrasah. (*)

  • Hasil Tes Gelombang I PPDB 2018-2019

    Hasil Tes Gelombang I PPDB 2018-2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Berikut kami sampaikan hasil tes Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB MTs. Zainul Hasan 1 Genggong tahun pelajaran 2018-2019.

    Kami ucapkan Selamat dan Sukses kepada peserta didik yang telah dinyatakan DITERIMA sebagai peserta didik (Santri) MTs. Zaha 1 Genggong. Ahlan wasahlan, selamat bergabung bersama kami di MTs. Zaha Teristimewa.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Hasil Tes PPDB Gel. 1 dapat didownload dibawah ini:

  • Calon Santri Ikuti Seleksi PPDB Gelombang I

    Calon Santri Ikuti Seleksi PPDB Gelombang I

    Salah satu calon santri MTs. Zaha Genggong saat mengerjakan soal tes penerimaan santri baru gelombang I (6/5/2018).

    Genggong- Calon santri baru Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs. Zaha 1) Genggong kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo mengikuti tes penerimaan peserta didik baru kemarin, Ahad (6/5/2018). Tes yang berlangsung di gedung MTs. Zaha putra ini merupakan tes seleksi untuk pendaftar gelombang 1.

    Sesuai data panitia, ada 64 calon santri putra dan 83 calon santri putri yang mengikuti tes ini. Jumlah ini lebih sedikit daripada jumlah pendaftar yang mencapai 73 putra dan 103 putri.  Mereka terbagi menjadi 3 ruang putra dan 4 ruang putri. Sedangkan materi tes yang diujikan adalah materi Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, PAI, tulis arab, dan baca Al-Qur’an.

    Ustadz Abd. Wafi Haris, ketua panitia PPDB mengatakan bahwa beberapa calon santri yang tidak mengikuti tes gelombang 1 setelah dikonfirmasi ternyata berhalangan untuk hadir. “Kebanyakan dari mereka izin sebab ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, baik pribadi maupun kepentingan dari sekolah  asalnya. Namun sudah memastikan untuk ikut tes gelombang II. Kami panitia memaklumi hal itu”, ujar ustadz yang juga menjabat wakamad kesiswaan ini.

    Tes ini, lanjut ustadz Wafi, merupakan rangkaian tes yang harus diikuti oleh semua santri baru untuk menentukan program yang akan ditempuh selama belajar di MTs. Zaha. Seperti yang diketahui bahwa terdapat empat program yang diterapkan, yakni program PDCI, Fullday Agama, Fullday Umum, dan Reguler. “Jadi tes ini bukan untuk menentukan diterima atau tidaknya di MTs. Zaha, tapi untuk menentukan program yang pas untuk santri baru. Sebab, mereka yang sudah mendaftar disini sudah pasti diterima”, jelas ustadz Wafi.

    Tes Baca Al-Qur’an yang diuji oleh ustadz Syamsuddin Al-Hafidz.

    Hal tersebut juga disampaikan oleh penanggung jawab bagian seleksi, Ustadz Hazbullah Rohman. Bahwa untuk mengetahui minat santri terhadap program yang ada, panitia juga sudah memberikan pilihan program di lembar jawaban tes. Pilihan tersebut nantinya akan dipadukan dengan hasil tes. “Jika hasil tes memenuhi sesuai dengan program yang sudah dipilih maka santri tersebut akan direkomendasikan untuk masuk program itu. Namun sebaliknya, jika tidak memenuhi maka kita rekomendasikan untuk masuk program lainnya. Hal ini bertujuan supaya nanti tidak menghambat proses pembelajaran”, jelasnya.

    untuk hasil tes akan diumumkan pada hari Selasa tanggal 8 Mei (besok). Pengumuman hasil tes akan diumumkan melalui website madrasah www.mtszaha1.sch.id yang dapat dilihat mulai pukul 09.00 WIB.

    Sementara itu, MTs. Zaha Genggong masih membuka pendaftaran santri baru untuk gelombang II hingga 27 Juni mendatang, serta akan melaksanakan Tes IQ untuk semua santri baru baik gelombang  I maupun gelombang II pada tanggal 30 Juni mendatang. (Tgh/Pin)

  • MTs. Zaha Melangkah untuk Menjadi Madrasah Adiwiyata

    MTs. Zaha Melangkah untuk Menjadi Madrasah Adiwiyata

    Para Asatidz dan Asatidzah saat Mengikuti Sosialisasi Madrasah Adiwiyata di MTs. Zainul Hasan Genggong

    GENGGONG- Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kedatangan tamu tim dari PT. POMI Paiton kemarin Sabtu (3/3/2018). Turut hadir juga bersama rombongan beberapa guru dari MTs Negeri 1 Probolinggo. Mereka datang langsung dalam rangka sosialisasi sekolah adiwiyata. Tim yang bergerak dalam pelestarian lingkungan tersebut diwakili oleh ibu Siti Munawwaroh. Ia juga sebagai pembicara pada sosialisasi adiwiyata tersebut  yang disambut dengan antusias oleh para asatidz/asatidah MTs. Zaha usai mengikuti rapat rutin pada hari itu.

    Tim yang hadir  menjelaskan secara lengkap tahapan atau proses dalam mewujudkan madrasah adiwiyata. Bahkan, mereka sempat kagum atas terobosan MTs. Zaha dalam kegiatan peduli lingkungan, utamanya pengolahan sampah yang telah dilakukan. “Mengolah sampah menjadi paving itu sangat bagus sekali. Inovasi yang sudah dilakukan madrasah ini sangat luar biasa dan ramah lingkungan”, ujarnya.

    Sosialisasi ini merupakan kelanjutan dari wacana MTs. Zaha untuk melangkah menjadi madrasah adiwiyata. Sejak awal semester genap disampaikan, program ini membuat warga madrasah semakin antusias. Sedikit demi sedikit program peduli lingkungan mulai dibenahi. Seperti contoh madrasah menyediakan tempat sampah di setiap kelas dengan pembagian jenisnya. Kebersihan kamar mandi madrasah juga semakin diperhatikan. Bahkan MTs Zaha sampai mendirikan bank sampah untuk menyongsong adiwiyata ini.

    Selain itu, MTs. Zaha menetapkan hari Senin sebagai Hari Antik. Hari Antik ini merupakan singkatan dari Sehari tanpa Plastik. Yakni, hari yang mewajibkan seluruh warga madrasah untuk menyedekahkan sampah ke bank sampah Teristimewa dengan niat menghilangkan kebodohan dan kekotoran hati.

    Peduli lingkungan madrasah ini tak hanya dari dan untuk asatidz maupun santri saja, tapi semua warga madrasah, termasuk satpam dan juga penjaga kantin. Sehingga tak heran jika ibu penjaga kantin tak senggan menginggatkan santri untuk membuang sampah pada tempatnya

    Dalam sosialisasi tersebut calon madrasah adiwiyata tak hanya mendapat ilmu yang hanya berupa materi saja, tapi juga mendapat kesempatan belajar menerapkan ilmu demi lingkungan.

    “Sosialisasi ini banyak sekali manfaatnya. Selain membuat kita sadar dan semakin peduli lingkungan, juga menggugah hati untuk bertindak cinta lingkungan” ungkap ustadz H. Harsoyo Mukhtar, wakamad kurikulum yang saat itu juga hadir.

    Terpisah, kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal, menyampaikan dengan tegas bahwa di tahun 2018 ini, madrasah dengan jargon “teristimewa” ini siap untuk menjadi calon madrasah adiwiyata.

    “Mulai sekarang kami berbenah untuk menjadi calon madrasah adiwiyata. Kami banyak merubah tata ruang madrasah agar mendukung terwujudnya cita-cita ini,” Tutur Non Boy, sapaan beliau.

    Target yang ingin dicapai kepala MTs. Zaha Genggong dimulai dengan membuat halaman madrasah menjadi taman halaman madrasah. Taman tersebut juga difungsikan sebagai taman belajar asri yang mendukung kegiatan belajar mengajar berbasis lingkungan. (Tgh/Pin)