Penulis: Admin MTs Zaha

  • MTs. Zaha Wisuda 264 Santri Tahfidz dan Amtsilati

    MTs. Zaha Wisuda 264 Santri Tahfidz dan Amtsilati

    Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali menggelar wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-VI dan Amtsilati ke-VII bagi para santri yang tuntas program Tahfidz dan Almtsilati pada Ahad (12/2). Sebanyak 264 santri menjalani wisuda yang digelar di GOR Damanhuri Romli PZH Genggong. Mereka terdiri atas 79 wisudawan Tahfidz Al-Qur’an dan 185 wisudawan Amtsilati.

    Acara ini dihadiri oleh Para Ashabul Bait Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Ketua JQHNU Kota Kraksaan, Habib Anis Al Habsyi, Kepala Biro Pendidikan PZH Genggong, Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag., Kepala Biro Kepesantrenan PZH Genggong, Gus Dr. M. Haris Damanhuri, M.Kes., wali santri, dan Kepala sekolah /madrasah di bawah Yayasan Pendidikan PZH Genggong.

    Selain itu, turut hadir pula para pejabat di wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo, di antaranya Kasi Pendidikan Kesetaraan dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Jawa Timur, Dr. H. Nur Ibadi, M.Ag, Kepala Kemenag Probolinggo, Dr. Ahmad Sruji Bahtiar, M.Pd., Kasi Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Didik Heriyadi, S.Ag., M.Pd., serta Pengawas Madrasah, Ibu Hj. Siti Aminah, M.Pd.

    Sebelum acara dimulai, para santri dikirab dari halaman pesantren hingga tempat acara dengan diiringi drum band dan pasukan baris-berbaris santri putra MTs. Zaha Genggong. Acara baru dimulai pukul 07.30 dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Hubbul Wathon.

    Setelah itu, acara dilanjut dengan sambutan dari Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau meminta doa dari para hadirin untuk para wisudawan. “Kami mohon doanya, terutama kepada Bapak-Ibu wali santri. semoga para wisudawan-wisudawati yang akan dikukuhkan hari ini ke depannya lebih semangat dalam menegakkan agama Allah melalui Al-Qur’an dan Amtsilati.” Dawuh beliau.

    Sambutan juga diberikan oleh Bapak Dr. Nur Ibadi, M.Ag. Beliau memberi selamat dan mendoakan para wisudawan-wisudawati menjadi generasi yang maslahah dan barokah dunia hingga akhirat.

    Sebelum prosesi wisuda, para santri wisudawan melaksanakan uji publik. Uji publik Tahfidz dipandu oleh Ustad Qosimur Ridho Al-Hafidz. Para santri dipilih secara acak dan mendapatkan soal acak, lalu menjawabnya di hadapan para hadirin, termasuk wali santri. sorak tepuk tangan meriah terdengar kala santri berhasil meneruskan ayat yang dibacakan oleh penguji.

    Sementara itu, uji publik Amtsilati dipandu langsung oleh Koordinator Amtsilati Jawa Timur 3, Ustad Kamaluddin. Para santri dengan lancar mampu menjawab pertanyaan dari penguji. Bahkan, ada santri yang mampu menerjemahkan kitab dengan bahasa inggris.

    Selanjutnya, para wisudawan melaksanakan prosesi wisuda. Ijazah Tahfidz Al-Qur’an diberikan langsung oleh Habib Anis Al Habsyi didampingi Kepala Madrasah. Sedangkan Ijazah Amtsilati diserahkan oleh Ustad Kamaluddin juga didampingi Kepala Madrasah.

    Usai prosesi, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi santri wisudawan berprestasi, di antaranya wisudawan terbaik dan wisudawan tercepat. Selain itu, MTs. Zaha juga memberikan cendera mata kepada tamu undangan yang hadir sebagai bentuk apresiasi.

    Usai pemberian cendera mata, acara dilanjut pengarahan oleh Biro Pendidikan PZH Genggong, Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag. Beliau begitu bangga dengan wisudawan-wisudawati Tahfidz dan Amtsilati.

    Acara diakhiri dengan pembacaan sholawat nabi yang dipandu langsung oleh Tim Hadroh Munsyiduna MTs. Zaha serta doa oleh KH. Moh. Hasan Zidni Ilma dan Habib Anis Al Habsyi. Gus/Ry

  • KISAH KEHIDUPAN ALI

    KISAH KEHIDUPAN ALI

    Tiara Ocha Ramadhina (VIII O)

    Ali dikenal sebagai siswa yang terbilang cukup cerdas dan mampu menguasai berbagai bidang pelajaran.Namun , jika ditanya tentang ilmu agama , Ali hanya bisa diam. Itulah kelemahan seorang Ali. Disamping itu semua, Ali juga dikenal sebagai murid yang suka membuat onar.Itu semua karna kurangnya ilmu agama yang melekat pada diri Ali.Dua hari sebelumnya Ali mendapatkan hasil rapot dari wali kelasnya.Hasilnya benar benar memuaskan, Kecuali pelajaran PAI.Hal tersebutlah, yang pada akhirnya membuat Ali dipermalukan dengan teman ayahnya. Sebut saja ustad Hakim, Ustad Hakim yang nantinya akan mengajarkan ilmu agama pada Ali.

    “Ali, mulai besok kamu harus belajar dengan ustad hakim, mulai sekarang dia adalah gurumu Ali , ingat itu!” ucap ayah tegas.

    “ ali tidak butuh ustad yah , ali tidak suka !” bentak ali

    PIAK…….

    Ayahnya menampar keras pipi ali hingga menyisahkan bekas merah dipipinya .

    “ Mau jadi apa masa depan kamu tanpa agama ali , Mungkin kepintaranmu untuk meraih kesuksesan dunia masih bisa , tapi tidak untuk kesuksesan di akhirat kelak , jika ayahmu ini meninggal apa yang bisa ali berikan untuk ayah ? harta ?semua itu tidak aka nada nilainya , yang ayah butuhkan adalah do’a dari ali “. Bungkaman itu lah yang ali dapat dari ayahnya .

     Yang diucapkan ayahnya itu memang benar . Ali tidak bisa mengelak sama sekali .uncapan ayahnyaiyu sukses membuat ali begitu tersanjung dan terpaku untuk beberapa saat .

    2 menit setelahnya , ayah ali melanjutkan uncapan yang sempat ia tahan “ apakah ali selama ini selalu mendo,akan ibu ? “ .

    Ali menunduk sambil meneteskan air matanya .pasalnya ali tidak pernah mendo’akan ibunya yang sudah meninnggal . ali tidak tau bagaimana cara mendoakan kedua orang tuanya .

    “Ali ,  perbanyaklah ilmu agama. Berbaktilah kepada orang tua , berbuat baik maka kamu akan jadi anak yang sukses dunia dan akhirat. Ayah tidak mau kamu termasuk orang orang ahli neraka . “

    Entahlah, ucapan ayahnya itu  seakan mendorong Ali hingga membuatnya tersadar bahwa ilmu agama itu penting . dan didetik itu pula , Ali menanamkan niatnya untuk mencari ilmu dan mempelajari lebih dalam lagi. Ia ingin merubah dirinya menjadi lebih baik lagi .

    “Ayah , Ali janji akan membuat ibu bangga sama Ali. Ali juga janji mau cari ilmu agama seperti yang ayah bilang tadi , Ali maulakukan semuanya , insyaallah “

    Ucapan Ali sempat membuat ayahnya terharu.Ia harap ali akan menjadi golong ahli surga nanti AMIN.

    ***

    Seperti kata ali kemarin , ia kan belajar bersama ustad hakim butuh sekitar 20 menit untuk sampai dikediaman ustadm dengan mengendarai sepedah ontel miliknya.

    Tak lama , Ali pun sampai dikediaman ustad hakim.

    “ Ustad…!” panggil Ali ketika sudah berada didepan pintu.

    Merasa tak ada respon, Ali kembali memanggil nama ustad Hakim. Kali ini dengan mengetuk pintu. Di waktu yang bersamaan pul, ustad Hakim membuka pintu lalu mempersilahkan ali untuk masuk kedalam rumahnya kini mereka duduk berhadapan diruang tamu .

    “Ali sendiri kesini?“Tanya ustad Hakim.

    Ketika ia tersadar tidak melihat kehadiran Pak Ikhsan, ayah Ali.

    Ali mengangguk sebagai jawabannya.

    “Ayah sedang sibuk ustad , jadi ali kesini sendiri, sesuai dengan alamat yang ayahberi untuk ali “

    “Semoga niatmu untuk belajar itu sungguh sungguh ali “

    “Pasti ustad , oh ya jadi materi apa yang akan ustad ajar hari ini “ Tanya ali .

    “Akhlak”

    Ini adalah awal pembelajaran yang ali dapatkan dari ustad hakim .dari waktu kewaktu , hari demi hari ali luangkan waktu bermainnya untuk belajar bersam austad hakim . seiring berjalanya waktu , ali tumbuh menjadi seorang remaja dengan banyaknya ilmu yang melekat kuat pada dirinya . tidak seperti dahulu yang biasanya bermain dan membuat keributan disekolah dasarnya . ali yang sekarang mendadak lebih kenal dengan kebaikan dan kesantunannya sebagai seorang santri. lebih detailnya sebagai santri, sebagai santri di pondok Pesantren Zainul Hasan Gengggong. Kala itu, Ali sedang berteduh di sebuah toko kecil.Cuaca sedang tidak mendukung waktu itu. Hari yang biasanya ditemani terik matahari harus tertutupi oleh awan mendung, hujan deras dengan gemuruhnya suara petir terus menemaninya .

    Seragamnya juga mulai basah terkena tetesan air hujan.Selang beberapa menit pemilik toko itu sengaja melihat keberadaan Ali.Di waktu bersamaan pemilik toko itu datang menghampiri Ali.

    “Masuk kedalam nak , jika terlalu lama basah-basahan nanti bisa sakit “ ucap wanita paruh bayavitu , ia merasah kasihan pada Ali .

    “Jika saya masuk nanti lantainya bisa basah.Saya tidak ingin merepotkan nenek. Biar saya disini sampai hujan redah “

    Pemilik took itu menatap Ali takjub. Jarang-jarang ada pemuda seperti Ali.Di saat nenek itu menawarkan bantuan lelaki itu malah menolak karena tak ingin merepotkanya.

    “Siapa namamu nak ? “ Tanya nenek itu .

    “ Ali “

    Nenek itu mengangguk  .

    “Sepertinya hujan akan deras sampai nanti , kenapa sekolahmu tidak diliburkan saja ?”

    Ali menggeleng

    “Teman-teman saya sudah berangkat sebelum hujan tiba, pasti mereka sudah memulai pelajaran “

    “ Ali telat ? “

    Ali mengganguk.

    Setelahnya itu , wanita paruh paya itu mengambil jas hujan milik cucunya lalu ia berikan pada Ali .

    “Pakai ini nak , pergilah kesekolah ! “

    Awalnya Ali merasa sungkan  , tapi nenek itu sangat memaksanya terus menolak dan ujung-ujungnya akan sama. Dengan pasrah Ali mengambil jas hujan itu lalu memakakinya.

    “Terimakasih nek, saya akan mampir kesini setelah pulang sekolah nanti”

    “Assalamualaikum” ucap Ali

    “waalaikumsalam”

    Ali bergegas pergi menuju sekolah yang jaraknya sekitar 800 meter, sambil berlari-lari tak butuh waktu lama, tinggal menyeberang pun Ali sudah sampai di sekolah. Namun, saat pertengahan jalan, Ali terpeleset karena licinnya jalan waktu itu, belum lama setelah terjatuh, sebuah mobil putih menghantamnya sebelum ali bangkit dari posisinya. Semua terjadi begitu cepat. Ali benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Seingatnya ia tergeletak ditengah jalan dengan lumuran darah dibagian tubuhnya. Tak lama setlah itu, orang-orang dating mengerumuni dirinya, lalu menggotongnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

    Diruang yang serba putih, disitu ali terbaring lemah. Kondisinya sangat menghawatirkan, jahitan di dahinya, lebam dimana-mana, dan luka yang ditutupi perban. Samar-samar ali mendengar seseorang membuka pintu lalu berjalan mendekat ke arahnya.

    “Astaghfirullah” nadanya bergetar.

    Ali seperti tidak asing mendengar suara itu.Tidak salah lagi itu suara ayahnya.

    “Semoga Ali cepat pulih” disusun dengan suara ustad hakim.

    Mendengar itu, ,membuat ali hendak membuka matanya. Namun apa yang dia lihat?.

    Padangan matanya menyapu setiap sudut ruangan untuk menjadi titik terang.Tetapi hasilnya nihil.Semuanya gelap.

    “Ayah, ustad disini gelap?” ujar dengan nada bergetar.

    “Kecelakaan itu merusak kornea matanya” ujar seorang dokter yang tengah berdiri di ambang pintu

    Pak Ikhsan dan ustad hakim menoleh ke sumber suara.

    “Apa yang harus saya lakukan agar anak saya bisa melihat kembali dok?”

    “Donor mata, tetapi di Negara Indonesia ini sulit menjadi pendonor mata.Jumlahnya sangat sedikit.Bahkan nyaris tidak ada”.Jelas dokter itu.

    Mendengar percakapan antara dokter dan ayahnya itu membuat tubuh Ali melemas.Ia tidak menyangka dengan hal yang terjadi saat ini. Semuanya mendadak berubah begitu cepat. Tadi pagi ia sehat-sehat saja, tapi malam ini Ali harus menerima kenyataan bahwa ia mengalami kebutaan dan luka-luka di bagian tubuhnya.

    Takdir memang tidak ada yang tahu kecuali Allah.Ali sangat ingin melihat dunia kembali.Ia ingin melihat wajah ayahnya, ustad Hakim, dan teman-temannya. Lalu apa kabar dengan nenek-nenek yang memberinya jas hujan tadi, ia tidak sempat mengembalikannya, semua itu terpampang jelas di pikiran ali.

    1 minggu kemudian…….

    Setelah musibah yang menimpanya beberapa minggu lalu, akhirnya diberi izin oleh pihak pesantren untuk memulihkan kondisinya dirumah.Pak ikhsan juga akhirnya menyerah untuk mencari pendonor mata.Ali juga menerima kenyataan dan terus bersabar. Seperti hadis di bawah ini:

    barang siapa yang dua kecintaannya diambil dan dia bersabar, maka Allah akan menggantikan kedua kecintaannya mengganti kedua kecintaannya itu denga  surga.”

    (yang dimaksud dengan dua kecintaannya itu adalah mata)

    Dari situlah ali mulai belajar untuk selalu bersabar .

    Mushola, di situlah Ali menghafal Surat An-Naba’ dengan Al-Qur’an tarjetannya , juga ditemani oleh ustad Hakim. besok Ali akan wisuda. Setelah orang tuanya memutuskan untuk memberhentikan Ali karena tak memungkinkan untuk berada di pesantren.

    “Alhamdulillah” itu yang diuncapkan Ali menuntaskan juz 30.Perjuanganya selama ini tidak sia sia. Perasaan bahagia bercampur haru ia rasakan didalam hatinya. Ia tidak sabar ingin  melihat ekspresi ayahnya dan membanggakan ibunya yang telah meninggalkannya terlebih dahulu .

    Ustad hakim yang melihatnya juga terhanyut suasana , ia ingin merasakan rasa haru itu .

    “Alhamdulillah,ustad tidak sabar melihat Ali berdiri dipanggung nanti, ayahmu pasti bangga, Ali.”

               Tak lama setelah ustad hakim berucap suara riuh mengerumuni depan rumah ali. ustad Hakim bisa melihatnya karena jarak musholah kerumah ali hanya bersebelahan .

    Merasa ada yang tak beres ustad hakim membawa Ali kerumahnya. Ustad Hakim terlonjak saat melihat Pak Ikhsan diturunkan dari mobil ambulan apa yang terjadi?.Tak menunggu lama ustad Hakim langsung menemui salah satu perawat yang berdiri.

    “Saya sahabatnya Pak , ada apa ini ? “ Tanya ustad Hakim .

    “Pak Ikhsan terkena serangan jantung , mendadak kesakitan saat di kantor tadi.“ jelas temen dekat Pak Ikhsan  yang berdiri .

    “Dan… maaf….” Lirih sang suster .

    “Beliau wafat” lanjutnya.

    Seketika  ustad Hakim yang mendengarkan ucapan itu , jantungnya berdegup begitu kencang, rasanya begitu sesak. Apa lagi yang menatap Ali dalam kondisi saat ini. Ustad Hakim hendak meraih pundak Ali untuk menyalurkan ketegarannya pada anak itu. Bulir- bulir bening membasahi pipi ustad Hakim .

    “Ustad apa yang terjadi ?kenapa sangat rame di tempat ini?” Ali kebingunggan.

    “ Ali “ ucapnya lirih.

                Ali semakin menjadi  rasa penasaran menghantuinya .

    “ Ayahmu… ayahmu wafat “

    “Ustad bohong, itu tidak mungkin Ustad !” ucapan Ali yang sangat tidak percaya atas kejadian yang menimpahnya lagi .

    “Ali , biarlah ustad yang akan menggantikan posisi ayahmu nak ?” ujar ustad Hakim.

    Sedangkan Ali menanggis dengan suasana kesedihan.

    “Andaikan Ali tidak buta , pasti Ali sebelum ayah tiada masih ada kesempatan melihat wajah ayah “ lirihnya penuh dengan tangisan .

    “Ali sabar”

    Keesokan harinya…….

    Ali barusan saja turun dari panggung dengan dituntun oleh ustad hakim.

    “Ustad , padahal Ali ingin sekali ayah menyaksikan Ali di panggung “

    Ali merasa sakit dansesak setiap kali merenungi atau menginggat wajahayahnya .

    “Da’akan saja, kedua orang tuamu Ali “ kata ustad Hakim.

    “Pasti ustad”.

    Terkadang ustad Hakim terkagum pada Ali. Diusianya yang terbilang masih muda itu, sudah banyak sekali ia diberi cobaan oleh Allah .tetapi , Ali selalu sabar saja untuk menghadapi cobaan itu.

               Bukan Allah ingin bertindak kejam , melainkan Allah ingin menguji keimanan dan kesabaran umatnya. Dari cobaan itulah pasti ada hikmah dibaliknya .Coba untuk selalubersabar. Apapun cobaan itu , jadilah seseorang yang tegar dan ikhlaskan semua karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

  • Santri MTs. Zaha Panen Emas di Ajang CIC Tingkat Nasional.

    Santri MTs. Zaha Panen Emas di Ajang CIC Tingkat Nasional.

    Lagi dan lagi. penghargaan tidak henti-hentinya diraih oleh santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan ( MTs. ZAHA) Genggong. Kali ini, sebanyak 13 santri berhasil memborong medali dari ajang Olimpiade Nasional Cendekia Islamic Competition (CIC) yang dilaksanakan pada Jumat-Sabtu (27-28/1) secara daring.

    Kabar gembira tersebut didapat setelah panitia pelaksana mengumumpkan hasil kompetisi pada Kamis, 3 Februari 2023. Hasilnya, Sebanyak 11 emas dan 2 perak diraih oleh para santri program Agama tersebut.

    Sebelas medali emas tersebut diraih oleh Muhammad Jefri, Muhammad Almas, M. Evand Ganif, Farossa Valendika dari bidang PAI. Emas juga didapat dari bidang Fikih atas nama Arini Ilan Nikmah dan SKI yang diwakili Muhammad Ilham Al Azmi, M. Robith Itsnaini Ilman, Icahayu Maisilia, Naila Minhatal Maula, serta bidang Alqur’an Hadist atas nama Indah Nur Fadilah dan Tri Buana Aulia Kalinda Dewi yang mendapat nilai tertinggi.

    Sementara itu, medali perak didapat dari bidang PAI atas nama Miqyala Salwa dan Kirana Dwi Anjani.

    Kepala Madrasah, KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I, M.Pd. sangat bersyukur atas pencapaian para santri tersebut.

    “Alhamdulillah sangat bersyukur sekali atas prestasi tersebut. Ini tidak lepas dari barokah para guru, utamanya Kiai Hasan Sepuh Genggong. Dan juga doa dari para orang tua para santri.” Dawuh beliau.

    Prestasi ini merupakan kali ketiga dalam kurun waktu dua bulan santri MTs. Zaha memborong medali pada ajang olimpiade tingkat nasional. Hasilnya, 34 prestasi nasional berhasil diraih MTs. Zaha selama kurang dari tiga bulan. Gus/Ry

  • Lagi, MTs. Zaha Borong Emas Olimpiade Nasional

    Lagi, MTs. Zaha Borong Emas Olimpiade Nasional

    Setelah sebelumnya 11 santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong memborong medali olimpiade nasional, kini MTs. Zaha Genggong lagi-lagi berjaya di Ajang Olimpiade Mipa Sains dan Bahasa ( ONMIPASA) yang diadakan secara daring pada Ahad (22/1).

    Kabar gembira tersebut didapat setelah panitia pelaksana mengumumkan hasil pelaksanaan olimpiade secara daring pada Selasa (24/1) kemarin. Hasilnya, para santri teristimewa ini berhasil meraih tujuh emas, satu perak, dan tiga perunggu.

    Medali emas diraih oleh Ahmad Nadzifi bidang Matematika, Viorry Magnata bidang IPA, Aulia Rahma di bidang Bahasa Inggris, Kamilatul Badriyah dan Airen Sabila pada bidang Bahasa Indonesia dan Alfira Early di bidang IPS .

    Sedangkan perak diraih oleh Nuriyah Rahmawati di bidang matematika serta perunggu didapat Nuraini Labibur bidang Matematika, M. Fataa Yardhan bidang IPA, dan Syadidah di bidang Bahasa Inggris.

    Sementara itu, medali perak disumbangkan oleh Nuraini Labibur di bidang Matematika, M. Fataa Yardan bidang IPA, dan Aulia Rahma bidang Bahasa Inggris.

    Capaian ini merupakan kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Wakamad Kurikulum, Ustad Hazbullah Rohman, S.Pd. mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para santri tersebut.

    “Alhamdulillah. Prestasi yang sangat membanggakan. Semoga dengan prestasi ini menjadikan MTs. Zaha semakin teristimewa.” Tuturnya. Gus/Ry

  • Awal Tahun, MTs. Zaha Borong Juara Olimpiade Nasional

    Awal Tahun, MTs. Zaha Borong Juara Olimpiade Nasional

    Awal tahun 2023 menjadi awal yang sangat baik bagi Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Sebanyak sebelas santri berhasil memborong medali pada ajang Pekan Olimpiade Sains Nasional (POSN) yang diadakan oleh Yapresindo pada Ahad (08/01) kemarin.

    Mereka berhasil meraih enam medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu dari ajang tingkat nasional yang diikuti secara daring tersebut.

    Kesebelas santri tersebut adalah Kamilatul Badriyah dan Airen Sabila meraih emas bidang Bahasa indonesia, Ahmad Nadzifi dan Nuriyah Rahmawati meraih emas bidang Matematika, serta Ahmad Zakaria dan Nuril Hidayatul meraih emas di bidang IPS.

    Sementara itu, medali perak disumbangkan oleh Nuraini Labibur di bidang Matematika, M. Fataa Yardan bidang IPA, dan Aulia Rahma bidang Bahasa Inggris.

    Sedangkan Perunggu didapat dari bidang Bahasa Inggris yang diwakili Syadida Aqila dan bidang IPA atas nama Viorry Magnata.

    Kepala madrasah, Almukarram KH. Moh. Hasan Naufal, S.H.I., M.Pd. begitu mengapresiasi hasil yang didapat oleh para santri. “Mabruk alfa mabruk. Allah memberikan keistimewaan buat kalian.” Dawuh beliau.

    Sementara itu, Koordinator Olimpiade, Ustad Hasan Saifurrahman, S.Pd. mengaku bangga atas prestasi yang dicapai oleh para santri. “Alhamdulillah. Dari semua bidang yang kami ikuti, semuanya dapat medali. /Semoga ini menjadi awal yang baik buat tahun ini.” Ujarnya. Gus/Ry

  • Peringati Hari Menanam Pohon, Santri MTs Zaha Tanam Pohon Bakau

    Peringati Hari Menanam Pohon, Santri MTs Zaha Tanam Pohon Bakau

    Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Nasional, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melalui pengurus OSIS mengadakan penanaman pohon di Pantai Tambaksari, Pajarakan pada Senin (28/11). Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang rutin diadakan untuk mengajarkan kepada santri untuk selalu peduli terhadap lingkungan dengan menanam pohon.

    Sebelum melakukan penanaman, para santri mendapat edukasi tentang pentingnya menanam pohon di tepi pantai sebagai antisipasi terjadinya abrasi. “Walau pun ini hanya langkah kecil, setidaknya dengan menanam pohon di sini (di pantai) kita sudah ikut berpartisipasi mencegah abrasi.” Ungkap Ustad Barokallahufik selaku pemateri.

    Selanjutnya para santri melakukan penanaman pohon di tepi Pantai Tambaksari dengan mendapat arahan dari pendamping tentang bagaimana cara menanam yang baik dan benar. Pohon yang ditanam merupakan pohon bakau yang berjumlah lebih dari seratus pohon. Para santri sangat antusias melakukan penanama pohon bakau tersebut.

    Salah satu pengurus OSIS, M. Fais Santoso mengaku senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan menanam pohon tersebut. “Sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan menanam pohon ini. Karena saya bisa membantu reboisasi dan mencegah abrasi. Selain itu, dengan menanam pohon, kita juga ikut mengurangi Global Warming.” Papar santri semester 3C tersebut. Gus/Ry

  • Aksi Sungkeman Santri Warnai Hari Guru Nasional

    Aksi Sungkeman Santri Warnai Hari Guru Nasional

    Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2022, Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong mengadakan berbagai aksi. Seperti diketahui, Hari Guru Nasional 2022 jatuh di hari Jumat, 25 November. Namun, para santri yang dikoordinatori oleh pengurus OSIS menggelar aksi pada Kamis (24/11).

    Perayaan Hari Guru Nasional tersebut digelar di dua tempat berbeda, putra dan putri.

    Perayaan di putra dimulai pukul 09.00 WIB dan diawali dengan aksi para santri yang mengajak para asatid yang ada di kelas dan di kantor untuk berkumpul di depan kantor. Kemudian, beberapa santri menyuguhkan penampilan seperti pembacaan puisi dan melantunkan Himne Guru oleh seluruh santri. Setelah itu, para santri melakukan sungkeman kepada semua asatid.

    Sementara di putri, aksi dimulai pukul 10.00 WIB. Diawali dengan pembacaan puisi oleh Duta Madrasah, Izza Billa Saif melalui pengeras suara kantor yang terhubung ke kelas-kelas, para santri lalu mengajak asatidzah berkumpul di halaman pesantren. Setelah berkumpul, para asatidzah dikelilingi oleh seluruh santri putri dan menyanyikan lagu Himne Guru bersama. Selain itu, para santri juga menampilkan musikalisasi puisi dan pemberian hadiah kepada para asatidzah.

    “Di hari Guru ini kami sebagai santri ingin memberi ucapan hari guru dengan aksi. Walau pun tidak seberapa, tapi kami harap ini berkesan bagi para ustadzah.” Ucap salah satu pengurus OSIS.

    Setelah melakukan aksi, para santri didampingi asatid-asatidzah menggelar istighotsah ke maqbaroh para Muassis Pesantren Zainul Hasan Genggong. Gus/Ry

  • Raih Bronze Medal di Ajang TIMO, Dua Santri MTs. Zaha Menuju Thailand

    Raih Bronze Medal di Ajang TIMO, Dua Santri MTs. Zaha Menuju Thailand

    Lagi dan lagi. Santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kembali mengharumkan nama madrasah. Kali ini, dua santri MTs. Zaha kembali meraih penghargaan tingkat Nasional di ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO).

    Adalah Nuraini Labibur Rosita dan Nuriyah Rahmawati yang berhasil meraih Bronze Medal pada ajang TIMO Heat Round Indonesia Region 2023 yang digelar secara daring pada 30 Oktober lalu. Mereka bersaing dengan ratusan siswa SMP dan sederajat dari seluruh Indonesia.

    Kepastian hasil tersebut didapat setelah panitia mengumumkan hasil olimpiade secara daring pada 21 November 2022 kemarin. Atas hasil tersebut, Rani dan Nurma, sapaan mereka berhak maju ke final round yang akan digelar di Thailand pada bulan Maret mendatang.

    Ustad Hasan Saifur Rahman, S.Pd., M.Pd. selaku koordinator olimpiade MTs. Zaha menyatakan akan mempersiapkan bimbingan sebaik mungkin agar dapat meraih hasil maksimal di final round nanti. “Alhamdulillah, dua peserta didik kami lolos ke babak final pada kompetisi TIMO tahun 2023 ini. Kami akan mempersiapkan strategi bimbingan yang terbaik untuk pelaksanaan final TIMO pada bulan maret mendatang di Thailand.” Tegasnya. Gus/Ry