Kategori: Info Pilihan

  • Kepala MTs. Zaha Lantik Pengurus OSIS Putra Periode 2016/2017

    Kepala MTs. Zaha Lantik Pengurus OSIS Putra Periode 2016/2017

    epala Madrasah ketika mengambil janji pengurus OSIS Baru Periode 2016/2017
    Kepala Madrasah ketika Mengambil Janji Pengurus OSIS Baru Periode 2016/2017

    Genggong-Sesuai dengan agenda madrasah, kemarin Senin (19/09) dilaksanakan Pelantikan Pengurus OSIS putra MTs Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong oleh kepala madrasah Abuya KH. Moh. Hasan Naufal. Pelantikan yang dilangsungkan di halaman madrasah putra ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, diantaranya dewan pimpinan, asatidz, karyawan, dan seluruh santri putra MTs Zaha Genggong. Pengurus OSIS yang baru ini terbentuk dari  hasil pemilihan  yang diselenggarakan pada Senin (22/8) yang lalu.

    Acara pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepala Madrasah tentang susunan pengurus OSIS MTs. Zaha Genggong tahun pelajaran 2016/2017 oleh Waka Humas. Dilanjut dengan kirab pengurus OSIS periode 2015/2016 diiringi bendera merah putih, bendera pesantren Zainul Hasan dan bendera MTs Zainul Hasan Genggong. Dilanjutkan dengam kirab pengurus OSIS baru periode 2016/2017. Terlihat Pengurus OSIS baru yang akan segera dilantik sangat serius mengikuti tahap-tahap Pelantikan. Tiga bendera kehormatan itu diberikan oleh para pengurus OSIS lama kepada para pengurus OSIS baru sebagai tanda adanya serah terima jabatan. Lalu disusul dengan ikrar janji pengurus OSIS baru yang dipimpin oleh Kepala madrasah.

    Kemudian, usai ikrar janji, Ketua OSIS, baik yang lama maupun yang baru menandatangani berita acara serah terima jabatan sebagai bukti tertulis bahwa tugas, fungsi, dan tanggung jawab OSIS telah dilimpahkan kepada pengurus yang baru. Dalam hal ini, kepala madrasah juga Ikut menandatangani, didampingi wakamad Kesiswaan dan pembina OSIS sebagai saksi.

    Setelah pengurus OSIS baru selesai dilantik, Ketua OSIS periode 2015/2016, Egga Zaki Mubarok diberi kesempatan untuk memberikan kata sambutan. dilanjutkan sambutan dari Ketua OSIS terpilih periode 2016/2017, Ahmad Albar Salim Roamdon.

    Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala madrasah. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus OSIS yang baru sekaligus mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus OSIS yang lama atas dedikasi dan kinerja yang baik pada periode 2015/2016 kemarin. Pesan kepada seluruh pengurus OSIS yang lama untuk menjadikan pengalaman berorganisasi selama ini dapat digunakan dan dikembangkan di masa datang, karena fakta menunjukkan para pemimpin negara maupun dunia banyak belajar memimpin dan berorganisasi sejak mereka di sekolah. “Maka jadikan pengalaman setahun yang lalu mengelola organisasi siswa di sekolah sebagai pelajaran untuk jadi calon pemimpin masa depan”. Tuturnya.

    Juga Kepada pengurus OSIS yang baru beliau berharap agar kepengurusan OSIS 2016/2017 yang baru dilantik ini dapat meneruskan perjuangan organisasi siswa ini sekaligus memberikan perubahan ke tingkat yang lebih baik lagi. Beliau juga berpesan agar pengurus yang baru dapat menginspirasi seluruh peserta didik yang lain untuk terus berprestasi. Dan selama bekerja melaksanakan program-programnya, para pengurus dapat menjadi contoh kepada peserta didik lainnya untuk tetap belajar dan berprestasi secara akademik maupun non akademik walaupun sibuk mengelola organisasi. “Jangan lupa untuk berkoordinasi dengan Pembina OSIS agar setiap program kerja nantinya dapat berjalan sesuai harapan”. Pesannya.

    Sebelum menutup sambutannya beliau kembali mengingatkan satu kata pesan kepada santri. “kalian adalah juara mulai dari rahim ibu kalian. Mental kalian adalah juara satu. Mental juara ini harus kalian miliki sampai kapanpun”. Tegas beliau.

    Kegiatan Pelantikan Pengurus OSIS ini merupakan  bentuk kaderisasi dalam pembelajaran  kepemimpinan dan keorganisasian serta telah menjadi budaya sekolah. Melalui kegiatan ini akan terbentuk karakter santri menjadi seorang calon pemimpin masa depan yang tangguh, berdedikasi dan pantang menyerah. Sebagai penutup rangkaian acara ini, pengurus OSIS periode 2016/2017 mendapat ucapan selamat oleh seluruh asatidz dan karyawan MTs. Zainul Hasan Genggong. (Tgh/Fin)

  • Isi Liburan dengan Pelatihan Kifayah

    Isi Liburan dengan Pelatihan Kifayah

    Para santri ketika melakukan praktek langsung tata cara mengurus jenazah.
    Para santri ketika melakukan praktek langsung tata cara mengurus jenazah.

    Genggong-Urusan menuntut ilmu merupakan hal utama, bahkan liburan pun tak disia-siakan oleh santri MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong untuk tetap mendapatkan berbagai pengetahuan. Seperti yang dilakukan  Kamis pagi tadi (15/9), MTs. Zaha Genggong menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan kifayah.

    Dalam momen libur hari raya idul adha dan hari tasyrik ini para santri dibekali tata cara mengurus jenazah. “Karena mengurus jenazah sangat penting maka pelatihan ini pun dinilai sangat penting agar para santri MTs. Zaha siap tampil di masyarakat”. Ujar ustadz Abd. Wafi Haris, waka kesiswaan.

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung di 2 tempat, yakni di gedung putra yang pesertanya adalah santri putra dan di aula putri yang diikuti oleh semua santri putri dan tentu dengan narasumber yang berbeda pula. Di putra, ustadz Wafi kebagian membuka acara pelatihan ini, tak banyak yang beliau sampaikan hanya berpesan kepada para santri tentang pentingnya mengurus jenazah ini. “Kalian harus bisa, karena suatu saat bisa jadi kalian yang akan mengurus jenazah jika dirumah ada yang meninggal”. Ujarnya.

    Dilanjut dengan pelatihan yang dibimbing oleh ustadz Sucipto. “Siapa yang akan jadi jenazah”. Tanya ustadz sucip kepada para santri.

    Mendengar pertanyaan itu para santri serentak menunduk sambil tersenyum seolah tak ada yang mau menjadi jenazah, sesekali mereka menyuruh teman didekatnya untuk berperan sebagai jenazah.

    “Ini hanya latihan, jadi harus ada diantara kalian yang menjadi jenazahnya. Toh nanti kalian semua pasti juga akan diurus seperti ini karena semuanya akan merasakan kematian. Yang bersedia saya doakan semoga panjang umur”. Ujar ustadz sucip yang dari penjelasannya membuat Moch. Nasrullah Hizmi dari kelas VII C bersedia menjadi jenazah.

    Seketika itu pula ustadz sucip menjelaskan panjang lebar tata cara mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyolati, hingga mengubur.

    Tak jauh beda dengan kegiatan yang berlangsung di putri, ustadz Teguh Firmansyah selaku waka humas berkesempatan membuka acara. Dalam sambutannya beliau menghimbau para santri untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan tidak melewatkan setiap materi yang dipaparkan. Beliau berpesan untuk tidak menghindar ketika mengurusi jenazah. “Jangan lari, jangan sembunyi dan jangan berada di belakang ketika mengurusi jenazah karena anda adalah santri. Santri harus menjadi teladan bagi masyarakat.” ujarnya serius.

    Usai pembukaan materipun disampaikan secara lengkap pula oleh ustadzah Zulaiha. Sedikit berbeda dengan di putra, jenazah di putri ini menggunakan boneka sebagai penggantinya. Meski demikian, antusiasme santri sangat tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para santri. Seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh Izzatun Nauly, santri kelas IX yang bertanya tentang doa-doa dalam mengurusi jenazah. Pertanyaan dijawab dengan sangat gamblang oleh ustadzah Zulaiha.

    Selanjutnya ada pertanyaan dari Jinani Firdausi As’ad, “Maaf ustadzah, apa saja kegunaan bahan-bahan yang tadi Anda sampaikan tadi”. Ustadzah Zulaiha pun langsung menjawab dengan jawaban yang sangat jelas. Tampak santri yang lain menganggukkan kepala menyimak penjelasan nara sumber.

    Kegiatan kifayah yang berlangsung selama 1 jam lebih itu ditutup dengan doa oleh narasumber. Usai pelatihan para santri tidak beranjak dari tempat  karena mereka juga disiapkan hiburan berupa nonton bareng (nobar) film-film bertema perjuangan islam dan perjuangan kemerdekaan. (Tgh/Fin)

  • Raih Juara II Langkah Tegap Maju

    Raih Juara II Langkah Tegap Maju

    BANGGA: Santri yang Berhasil Meraih Juara Foto Bersama dengan Piala yang Diraih.
    BANGGA: Santri yang Berhasil Meraih Juara Foto Bersama dengan Piala yang Diraih.

    Genggong- Santri MTs. Zainul Hasan kembali menambah satu tropi di lemari prestasi madrasah. Tropi juara kali ini dipersembahkan oleh para santri dalam lomba gerak jalan yang diadakan oleh panitia hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke-71. Santri yang tergabung dalam satu peleton ini berhasil meraih juara II kategeri pelajar putra tingkat SMP/MTs.

    Lomba yang dilaksanakan pada hari Sabtu (27/8) ini diikuti oleh berbagai lembaga di wilayah kecamatan Pajarakan kabupaten Probolinggo, termasuk MTs. Zaha Genggong yang saat itu mendelegasikan 2 peleton. “Alhamdulillah, kita juara meskipun hanya juara II” ujar ustadz Agus Setiawan selaku penanggung jawab lomba gerak jalan di MTs. Zaha.

    Start dari lapangan Selogudig kecamatan Pajarakan para peserta dari MTs. Zaha dengan urutan nomor 98 dan 114 ini berjalan dengan formasi barisan yang ditentukan panitia hingga finish di area PG Pajarakan. Keringat deras bercucuran karena menempuh jarak 7 kilometer tak mematahkan semangat untuk menunjukkan yang terbaik, hal ini terlihat dari gerakan langkah tegap yang berirama rapi.

    Semangat santri makin tampak terlihat ketika melewati area Pesantren Zainul Hasan Genggong, ya disana banyak para santri yang ikut mendukung para peserta. Diantara sekian banyak penonton dipinggir jalan,  ternyata kepala madrasah KH. Moh. Hasan Nafal juga rela dibawah terik matahari untuk memberikan dukungan khusus kepada peserta. Seketika itu juga formasi barisan khusus dipersembahkan khusus pula oleh peserta kepada kepala madrasah.

    Prestasi membanggakan ini tak luput dari usaha madrasah dalam mempersiapkan santri mengikuti kegiatan ini. Dari seleksi ketat yang dilakukan,  pihak madrasah juga mendatangkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari koramil Pajarakan. “Sebanyak 6 kali kita latihan bersama TNI”. Ujar Agus

    Kepala madrasah mengapresiasi prestasi santri, karena beberapa tahun ini MTs. Zaha vakum dalam mengikuti lomba gerak jalan di kecamatan Pajarakan, lebih-lebih menjadi juara yang memang sudah sangat lama belum berpihak pada MTs. Zaha. Dengan juara yang diraih pada tahun ini, beliau menginginkan yang lebih baik ditahun mendatang. “Tahun depan Kkita harus jurara pertama”. Tutur beliau ketika ditemui di ruangannya. (Tgh/Fin)

  • Gelar Sarasehan Amtsilati untuk Memotivasi Santri

    Gelar Sarasehan Amtsilati untuk Memotivasi Santri

    SEMANGAT: Para Santri Aktif Mengikuti Kegiatan Sarasehan Amtsilati
    SEMANGAT: Para Santri Aktif Mengikuti Kegiatan Sarasehan Amtsilati

    Genggong- Kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja, termasuk anda semua yang duduk disini. Begitulah salah satu kata yang disampaikan oleh salah satu narasumber pada kegiatan sarasehan Amtsilati yang dilaksanakan oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kemarin Senin (5/9). Kegiatan yang berlangsung di Gor Damanhury Romli PZH Genggong ini diikuti oleh semua santri MTs. Zaha Genggong.

    Kegiatan yang merupakan program dari ketua jurusan agama ini dibagi menjadi 2 sesi, yang pertama sesi khusus santri putra yang dimulai pada jam 08.00 WIB, dilanjutkan sesi kedua yang dikhususkan untuk santri putri dimulai pada jam 11.00 WIB. Ikut hadir beberapa pengurus Amtsilati pada kegiatan ini, diantaranya pengurus amtsilati wilayah Jawa Timur KH. Ahmad Kamaluddin, Pengurus Pusat Ikatan Alumni PP. Darul Falah Amtsilati Jepara, Ustadz Sabiq dan pengurus amtsilati daerah Probolinggo ustadz Syaifuddin. Disamping hadir, para pengurus amtsilati inilah yang juga memberi motivasi kepada para santri.

    Dengan tema semangat belajar amtsilati, menjadi santri prestasi kegiatan ini dibuka oleh wakil kepala madrasah bagian kesiswaan, ustadz Abdul Wafi Haris. Dalam pembukaannya beliau menyampaiakan kepada para santri untuk senantiasa mengikuti kegiatan ini dengan tertib. “kegiatan positif ini sangat penting untuk kalian, jadi ikuti dengan tertib dan serius”. Ujarnya.

    Sebelum materi disampaikan, para santri dihidangkan penampilan uji publik santri dari pesantren Manbaul Falah Bondowoso. Usai penampilan ini, Ustadz Sabiq asal kota Malang ini memberikan motivasi kiat-kiat belajar amtsilati dengan cepat. Materi yang disampaikan rupanya cukup memotivasi santri untuk dapat menuntaskan amtsilati dengan cepat, terutama para santri yang masih duduk di kelas VII. Dilanjutkan dengan materi program belajar untuk pascawisuda oleh KH. Ahmad Kamaluddin dari Bondowoso.

    Disisi lain ustadz Farid selaku ketua jurusan agama mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk memotivasi santri dalam belajar, khususnya menumbuhkan semangat belajar santri dalam bidang amtsilati. Menurutnya, dengan menuntaskan amtsilati ini santri dapat dikatakan berprestasi dalam belajar khususnya ilmu-ilmu alat (nahwu dan shorof, red). “Sesuai dengan komitmen madrasah bahwa amtsilati ini salah satu program unggulan, jadi semua santri harus tuntas”. Ungkapnya.

    Selain itu, lanjut ustadz Farid, kegiatan ini juga sebagai langkah agar santri bisa tuntas amtsilati ini dengan cepat agar bisa mengikuti wisuda amtsilati ke-II. “Program madrasah, wisuda amtsilati akan dilaksanakan sebanyak 2 kali setahun, sehingga wisuda kedua ini insya Allah akan dilaksanakan pada bulan Mulid mendatang”. Jelas guru berkacamata ini. (Fin)

    SANTRI PUTRA: Peserta Putra Tertib Mengikuti Seminar Motivasi.
    SANTRI PUTRA: Peserta Putra Tertib Mengikuti Seminar Motivasi.
  • Diklat Jurnalistik Usai, Harus Muncul Jurnalis Muda MTs. Zaha

    Diklat Jurnalistik Usai, Harus Muncul Jurnalis Muda MTs. Zaha

    Terbaik: Foto Bersama Peserta Terbaik setelah Menerima Hadiah dari Kepala Madrasah.
    Terbaik: Foto Bersama Peserta Terbaik setelah Menerima Hadiah dari Kepala Madrasah.

    Genggong- Diklat Jurnalistik 2016 yang diselenggarakan MTs. Zainul Hasan bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Bromo resmi ditutup kemarin Kamis (1/9). Acara penutupan ini dihadiri Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, Almukarrom Abuya KH. Moh. Hasan Naufal.

    Rangkaian penutupan diklat pada jam 11.30 tersebut diawali dengan laporan ketua panitia, Ustadz Teguh Firmansyah. Dalam laporannya ketua panitia menyampaikan bahwa diklat ini berjalan dengan lancar dan sukses. “Insya Allah tahun depan akan dilaksanakan kembali acara seperti ini”. Ujar Teguh.

    Hal ini juga disampaikan oleh Rudianto, Asisten redaktur Jawa Pos Radar Bromo yang juga pemateri dalam acara diklat ini. Menurutnya, tidak sedikit dari peserta yang sudah menguasai.  “Dari materi dan praktik yang dilaksanakan selama 2 hari ini, banyak hasil tulisan peserta yang sudah baik, Ungkapnya.

    Dalam 2 hari ini juga panitia melakukan penilaian terhadap hasil tulisan yang dikumpulkan oleh peserta. Dalam penilaian ini panitia menentukan 5 peserta terbaik, diantaranya Jinani Firdausi As’ad (IX-G), Wahidatul Aufa (IX-H), dan Dina Afkarina (VII-I) . selanjutnya dari peserta putra ada Moh. Baihaqi dan Robith Ilman yang semuanya dari kelas IX A. Lima peserta terbaik itu mendapat hadiah dari panitia yang diberikan langsung oleh kepala madrasah.

    Acara dilanjutkan dengan pengarahan kepala Madrasah. Dalam pengarahannya beliau beharap kegiatan ini tidak selesai disini, tapi ada kelanjutan dikemudian hari. “saya ingin beberapa diantara kalian menjadi tim jurnalis di madrasah ini yang nantinya bisa menulis berbagai berita kegiatan madrasah”. Ujarnya.

    Selain itu beliau juga memberi beberapa pesan kepada peserta diklat. Pertama, beliau berpesan jika ada dari para santri yang menjadi jurnalis, agar menjadi jurnalis yang handal dan memajukan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Pesan yang kedua agar mengutamakan kejujuran dalam menilis berita. Karena sekarang banyak beredar di media berita yang tidak sesuai fakta atau berita yang dibuat-buat hanya karena uang. “Suatu saat jika ada diantara kalian yang menjadi jurnalis, jadilah jurnalis yang jujur dan sesuai fakta”. Tuturnya yang langsung menutup acara dengan doa. (Tgh/Fin)

  • Ajak Santri Gemar Menulis, MTs. Zaha Gelar Diklat Jurnalistik

    Ajak Santri Gemar Menulis, MTs. Zaha Gelar Diklat Jurnalistik

    PROAKTIF: Narasumber dari Jawa Pos Radar Bromo ketika memberikan materi kepada para peserta diklat.
    PROAKTIF: Narasumber dari Jawa Pos Radar Bromo ketika memberikan materi kepada para peserta diklat.

    Genggong-Beragam pertanyaan seputar jurnalistik yang terkadang masih menjadi “teka-teki” dikalangan santri MTs. Zainul Hasan kini sudah mulai terpecahkan. Rabu (31/8) kemarin telah dikupas tuntas pada kegiatan pendidikan dan pelatihan Jurnalistik. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo dengan Jawa Pos Radar Bromo ini berlangsung di GOR Damanhuri Romly.
    Tepat jam 8 pagi acara dimulai. Diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Haikal Irsyam yang saat itu juga duduk sebagai peserta diklat. Dan dilanjutkan sambutan ustad Abd. Wafi Haris, waka kesiswaan yang mewakili kepala madrasah untuk membuka acara diklat.
    Diklat perdana yang dilakukan MTs. Zaha ini diikuti oleh 132 Santri MTs. Zaha yang memenuhi kreteria dan lolos seleksi. “Peserta diklat jurnalistik ini adalah 132 santri pilihan, karena mereka yang mewakili 1009 santri di MTs. Zaha. Peserta dipilih dari hasil karya tulis yang dikumpulkan, dan merekalah yang terbaik”. Papar Teguh Firmansyah, Humas sekaligus ketua panitia diklat.
    Meskipun waktunya singkat, tapi  para peserta begitu antusias dan mengaku sudah mendapat banyak ilmu tentang jurnalistik. Tak heran karena narasumber merupakan tim wartawan terlatih dari Radar Bromo.
    Selepas diberikan materi, para peserta juga diajak langsung untuk mempraktekkan cara wawancara dan menulis berita yang mendekati baik, benar, dan terutama bisa lolos seleksi pimpinan redaksi. Dalam sesi ini merekapun tetap dalam pantauan dan bimbingan para narasumber, sehingga para peserta berlomba untuk bisa menunjukkan yang terbaik. Dan hasilnya cukup memuaskan.
    Rudianto, narasumber diklat ini ketika menilai hasil tulisan peserta mengatakan bahwa tulisan mereka sudah cukup baik meskipun harus lebih ditingkatkan lagi, terutama untuk berita-berita hard news atau
    straight news. “Tak sedikit dari tulisan mereka yang bagus”. Ungkapnya.
    Lanjut Rudi (sapaannya), disamping memberikan materi juga memberikan motivasi kepada peserta, tentunya motivasi agar bisa menulis. “Jangan sampai hanya menjadi sebuah peristiwa yang datang dan pergi tanpa diambil manfaatnya. Selepas kegiatan ini anda harus bisa menjadi jurnalis handal di masa depannya.” ujarnya
    Di akhir acara panitia mengumumkan bahwa 5 peserta yang aktif dan mengumpulkan hasil tulisan terbaik akan mendapatkan hadiah. Hadiah ini akan diberikan pada hari Kamis besok oleh kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal yang sekaligus akan menutup acara diklat ini. Sedangkan untuk peserta lainnya, tentu saja mereka pulang dibekali
    sertifikat dan ilmu tentang jurnalistik.
    (Tgh/Fin)

  • Gelar Muhasabah Diri untuk Perbaiki Budi Pekerti

    Gelar Muhasabah Diri untuk Perbaiki Budi Pekerti

    Santri Putri MTs. Zainul Hasan bersama Kepala Madrasah Ketika Acara Muhasabah Diri
    Santri Putri MTs. Zainul Hasan bersama Kepala Madrasah Ketika Acara Muhasabah Diri
    Ketika seseorang melakukan muhasabah, maka akan tampak jelas di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana mungkin seorang anak cucu Adam dapat melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan muhasabah?

    Pertanyaan di atas mungkin banyak menghampiri benak seorang muslim, ada di antara mereka yang memilih untuk menyibukkan diri dengan urusan dunianya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi bekalnya di akhirat. Ada pula yang beribadah sebagaimana apa yang Allah perintahkan, namun ibadahnya hanyalah sebagai rutinitas. Mereka salat lima waktu setiap harinya, akan tetapi semua itu tidak berdampak pada akhlak dan pribadinya, maksiat pun terkadang masih sering dilakukan. Motivasi untuk memperbaiki amalan-amalan yang ada tak kunjung hadir, penyebabnya satu karena melupakan muhasabah diri sehingga orang-orang seperti ini sudah merasa cukup dengan amalan yang telah dilakukan.

    Untuk memperbaiki diri, pada hari Rabu kemarin (3/8) MTs Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melaksanakan kegiatan Muhasabah Diri yang diikuti oleh seluruh santri hingga asatidz MTs. Zaha.

    Program rutin setiap awal semester yang digagas oleh waka humas ini berlangsung di 2 tempat, yakni di aula putra yang berlangsung pada pukul 7.15 dan di aula putri dilaksanakan pada pukul 9.00.

    Kepala MTs. Zaha Genggong, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal yang memimpin langsung acara ini berpesan untuk selalu menyukuri dua karunia besar dari Allah SWT, yaitu hadirnya orang tua yang melahirkan kita dan para guru sebagai pembimbing kita.

    “mumpung kita masih hidup, segeralah meminta maaf kepada Orang tua dan guru-guru kita. Selagi jasad belum terbaring di alam kubur, segeralah berbakti kepada mereka”. ujar beliau.

    Dengan pembawaan yang tenang dan lugas, beliau menjelaskan keadaan seseorang yang sendiri di alam kubur, tanpa seorangpun yang menemani kecuali amal belaka, berapa banyak dosa yang telah dilakukan, hingga seberapa sering membuat orang tua bahagia. Beberapa penjelasan beliau rupanya membuat para santri hingga asatidz tak mampu membendung air mata.

    Dengan posisi menundukkan kepala mereka mengucurkan air mata seolah menunjukkan penyesalan mendalam atas kesempatan yang disia-siakan. Suasana tangis makin bergemuruh ketika doa dalam bahasa Indonesia mulai dilantunkan oleh kepala madrasah.

    Salah satu santri kelas VII mengatakan bahwa dirinya merasa banyak dosa, baik kepada orang tua, guru dan teman. “Saya ingat kepada orang tua, banyak biaya yang beliau  keluarkan untuk saya sedangkan saya belum bisa berbuat sesuatu untuknya, tapi saat ini berusaha semangat belajar demi mereka”. Akunya. (Tgh/Fin)

    Muhasabah Diri santri Putra MTs. Zainul Hasan Genggong bersama Kepala Madrasah
    Muhasabah Diri santri Putra MTs. Zainul Hasan Genggong bersama Kepala Madrasah
  • Sambut Hangat Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong

    Sambut Hangat Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong

    Pembacaan Sholawat Nabi yang Dipimpin oleh Kepala Madrasah di Akhir Acara Silaturrahim
    Pembacaan Sholawat Nabi yang Dipimpin oleh Kepala Madrasah di Akhir Acara Silaturrahim

    Genggong-Sudah menjadi tradisi MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, yakni melaksanakan silaturrahim bersama wali santri baru diawal tahun pelajaran. Tahun ini, acara silaturrahim pimpinan dan asatidz bersama wali santri baru dilaksanakan oleh MTs. Zaha Genggong kemarin Minggu (31/7).  Silaturrahim yang berlangsung di halaman MTs. Zaha Genggong diikuti oleh sekitar 396 wali santri baru itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan visi, misi dan tujuan madrasah.

    Acara tampak khidmat ketika dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh M. Bagus Fajariyanto dari kelas IX D, santri MTs. Zaha Genggong yang meraih juara 1 Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh staf kurikulum Ustadz M. Fadli Hasan. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi dan tujuan Madrasah. Dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri untuk pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui waka kesiswaan. Beliau juga menghimbau para wali santri baru untuk selalu memotivasi putra dan putrinya agar memantapkan langkahnya dengan memilih MTs. Zaha Genggong sebagai pilihan hatinya.

    Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Tahun ini kami sedang membangun ruang kelas baru untuk santri putra yang bertempat di balakang atay sebelah utara gedung ini”. Paparnya.

    Ditengah acara juga dilakukan demonstrasi atau penampilan baca kitab metode amtsilaty oleh santri MTs. .Zaha Genggong. Metode cepat membaca kitab ini merupakan salah satu program unggulan di MTs. Zaha. Kontan saja seusai penampilan mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin melihat begitu lincahnya para santri menjawab pertanyaan seputar kitab kuning lengkap dengan dasar bacaannya.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa Genggong merupakan pesantren yang paling besar barokahnya. Sesuai dawuh sang ayah Almarhum KH. Hasan Saifourridzall bahwa Genggong adalah Pesantren yang besar barokahnya dan juga besar bala (kualat) nya.

    Kepala Madrasah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar didalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah. “Sampai kapanpun Madrasah dan Pesantren di Genggong ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan”. Tegasnya.

    Acara berakhir dengan pembacaan sholawat nabi oleh jam’iyah hadroh Munsyiduna MTs. Zaha Genggong kolaborasi dengan Jamiyah Madihin Al Hasanain dan  ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah. (Tgh/Fin)

    Para Hadirin Wali Santri Baru di Acara Silaturrahim bersama Asatidz MTs. Zaha.
    Para Hadirin Wali Santri Baru di Acara Silaturrahim bersama Asatidz MTs. Zaha.