• Ajak Santri Gemar Menulis, MTs. Zaha Gelar Diklat Jurnalistik

    Ajak Santri Gemar Menulis, MTs. Zaha Gelar Diklat Jurnalistik

    PROAKTIF: Narasumber dari Jawa Pos Radar Bromo ketika memberikan materi kepada para peserta diklat.
    PROAKTIF: Narasumber dari Jawa Pos Radar Bromo ketika memberikan materi kepada para peserta diklat.

    Genggong-Beragam pertanyaan seputar jurnalistik yang terkadang masih menjadi “teka-teki” dikalangan santri MTs. Zainul Hasan kini sudah mulai terpecahkan. Rabu (31/8) kemarin telah dikupas tuntas pada kegiatan pendidikan dan pelatihan Jurnalistik. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong Pajarakan Probolinggo dengan Jawa Pos Radar Bromo ini berlangsung di GOR Damanhuri Romly.
    Tepat jam 8 pagi acara dimulai. Diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Haikal Irsyam yang saat itu juga duduk sebagai peserta diklat. Dan dilanjutkan sambutan ustad Abd. Wafi Haris, waka kesiswaan yang mewakili kepala madrasah untuk membuka acara diklat.
    Diklat perdana yang dilakukan MTs. Zaha ini diikuti oleh 132 Santri MTs. Zaha yang memenuhi kreteria dan lolos seleksi. “Peserta diklat jurnalistik ini adalah 132 santri pilihan, karena mereka yang mewakili 1009 santri di MTs. Zaha. Peserta dipilih dari hasil karya tulis yang dikumpulkan, dan merekalah yang terbaik”. Papar Teguh Firmansyah, Humas sekaligus ketua panitia diklat.
    Meskipun waktunya singkat, tapi  para peserta begitu antusias dan mengaku sudah mendapat banyak ilmu tentang jurnalistik. Tak heran karena narasumber merupakan tim wartawan terlatih dari Radar Bromo.
    Selepas diberikan materi, para peserta juga diajak langsung untuk mempraktekkan cara wawancara dan menulis berita yang mendekati baik, benar, dan terutama bisa lolos seleksi pimpinan redaksi. Dalam sesi ini merekapun tetap dalam pantauan dan bimbingan para narasumber, sehingga para peserta berlomba untuk bisa menunjukkan yang terbaik. Dan hasilnya cukup memuaskan.
    Rudianto, narasumber diklat ini ketika menilai hasil tulisan peserta mengatakan bahwa tulisan mereka sudah cukup baik meskipun harus lebih ditingkatkan lagi, terutama untuk berita-berita hard news atau
    straight news. “Tak sedikit dari tulisan mereka yang bagus”. Ungkapnya.
    Lanjut Rudi (sapaannya), disamping memberikan materi juga memberikan motivasi kepada peserta, tentunya motivasi agar bisa menulis. “Jangan sampai hanya menjadi sebuah peristiwa yang datang dan pergi tanpa diambil manfaatnya. Selepas kegiatan ini anda harus bisa menjadi jurnalis handal di masa depannya.” ujarnya
    Di akhir acara panitia mengumumkan bahwa 5 peserta yang aktif dan mengumpulkan hasil tulisan terbaik akan mendapatkan hadiah. Hadiah ini akan diberikan pada hari Kamis besok oleh kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal yang sekaligus akan menutup acara diklat ini. Sedangkan untuk peserta lainnya, tentu saja mereka pulang dibekali
    sertifikat dan ilmu tentang jurnalistik.
    (Tgh/Fin)

  • Gelar Muhasabah Diri untuk Perbaiki Budi Pekerti

    Gelar Muhasabah Diri untuk Perbaiki Budi Pekerti

    Santri Putri MTs. Zainul Hasan bersama Kepala Madrasah Ketika Acara Muhasabah Diri
    Santri Putri MTs. Zainul Hasan bersama Kepala Madrasah Ketika Acara Muhasabah Diri
    Ketika seseorang melakukan muhasabah, maka akan tampak jelas di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana mungkin seorang anak cucu Adam dapat melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan muhasabah?

    Pertanyaan di atas mungkin banyak menghampiri benak seorang muslim, ada di antara mereka yang memilih untuk menyibukkan diri dengan urusan dunianya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi bekalnya di akhirat. Ada pula yang beribadah sebagaimana apa yang Allah perintahkan, namun ibadahnya hanyalah sebagai rutinitas. Mereka salat lima waktu setiap harinya, akan tetapi semua itu tidak berdampak pada akhlak dan pribadinya, maksiat pun terkadang masih sering dilakukan. Motivasi untuk memperbaiki amalan-amalan yang ada tak kunjung hadir, penyebabnya satu karena melupakan muhasabah diri sehingga orang-orang seperti ini sudah merasa cukup dengan amalan yang telah dilakukan.

    Untuk memperbaiki diri, pada hari Rabu kemarin (3/8) MTs Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong melaksanakan kegiatan Muhasabah Diri yang diikuti oleh seluruh santri hingga asatidz MTs. Zaha.

    Program rutin setiap awal semester yang digagas oleh waka humas ini berlangsung di 2 tempat, yakni di aula putra yang berlangsung pada pukul 7.15 dan di aula putri dilaksanakan pada pukul 9.00.

    Kepala MTs. Zaha Genggong, Abuya KH. Moh. Hasan Naufal yang memimpin langsung acara ini berpesan untuk selalu menyukuri dua karunia besar dari Allah SWT, yaitu hadirnya orang tua yang melahirkan kita dan para guru sebagai pembimbing kita.

    “mumpung kita masih hidup, segeralah meminta maaf kepada Orang tua dan guru-guru kita. Selagi jasad belum terbaring di alam kubur, segeralah berbakti kepada mereka”. ujar beliau.

    Dengan pembawaan yang tenang dan lugas, beliau menjelaskan keadaan seseorang yang sendiri di alam kubur, tanpa seorangpun yang menemani kecuali amal belaka, berapa banyak dosa yang telah dilakukan, hingga seberapa sering membuat orang tua bahagia. Beberapa penjelasan beliau rupanya membuat para santri hingga asatidz tak mampu membendung air mata.

    Dengan posisi menundukkan kepala mereka mengucurkan air mata seolah menunjukkan penyesalan mendalam atas kesempatan yang disia-siakan. Suasana tangis makin bergemuruh ketika doa dalam bahasa Indonesia mulai dilantunkan oleh kepala madrasah.

    Salah satu santri kelas VII mengatakan bahwa dirinya merasa banyak dosa, baik kepada orang tua, guru dan teman. “Saya ingat kepada orang tua, banyak biaya yang beliau  keluarkan untuk saya sedangkan saya belum bisa berbuat sesuatu untuknya, tapi saat ini berusaha semangat belajar demi mereka”. Akunya. (Tgh/Fin)

    Muhasabah Diri santri Putra MTs. Zainul Hasan Genggong bersama Kepala Madrasah
    Muhasabah Diri santri Putra MTs. Zainul Hasan Genggong bersama Kepala Madrasah
  • Sambut Hangat Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong

    Sambut Hangat Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong

    Pembacaan Sholawat Nabi yang Dipimpin oleh Kepala Madrasah di Akhir Acara Silaturrahim
    Pembacaan Sholawat Nabi yang Dipimpin oleh Kepala Madrasah di Akhir Acara Silaturrahim

    Genggong-Sudah menjadi tradisi MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, yakni melaksanakan silaturrahim bersama wali santri baru diawal tahun pelajaran. Tahun ini, acara silaturrahim pimpinan dan asatidz bersama wali santri baru dilaksanakan oleh MTs. Zaha Genggong kemarin Minggu (31/7).  Silaturrahim yang berlangsung di halaman MTs. Zaha Genggong diikuti oleh sekitar 396 wali santri baru itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan visi, misi dan tujuan madrasah.

    Acara tampak khidmat ketika dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh M. Bagus Fajariyanto dari kelas IX D, santri MTs. Zaha Genggong yang meraih juara 1 Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh staf kurikulum Ustadz M. Fadli Hasan. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi dan tujuan Madrasah. Dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri untuk pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui waka kesiswaan. Beliau juga menghimbau para wali santri baru untuk selalu memotivasi putra dan putrinya agar memantapkan langkahnya dengan memilih MTs. Zaha Genggong sebagai pilihan hatinya.

    Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Tahun ini kami sedang membangun ruang kelas baru untuk santri putra yang bertempat di balakang atay sebelah utara gedung ini”. Paparnya.

    Ditengah acara juga dilakukan demonstrasi atau penampilan baca kitab metode amtsilaty oleh santri MTs. .Zaha Genggong. Metode cepat membaca kitab ini merupakan salah satu program unggulan di MTs. Zaha. Kontan saja seusai penampilan mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin melihat begitu lincahnya para santri menjawab pertanyaan seputar kitab kuning lengkap dengan dasar bacaannya.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa Genggong merupakan pesantren yang paling besar barokahnya. Sesuai dawuh sang ayah Almarhum KH. Hasan Saifourridzall bahwa Genggong adalah Pesantren yang besar barokahnya dan juga besar bala (kualat) nya.

    Kepala Madrasah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar didalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah. “Sampai kapanpun Madrasah dan Pesantren di Genggong ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan”. Tegasnya.

    Acara berakhir dengan pembacaan sholawat nabi oleh jam’iyah hadroh Munsyiduna MTs. Zaha Genggong kolaborasi dengan Jamiyah Madihin Al Hasanain dan  ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah. (Tgh/Fin)

    Para Hadirin Wali Santri Baru di Acara Silaturrahim bersama Asatidz MTs. Zaha.
    Para Hadirin Wali Santri Baru di Acara Silaturrahim bersama Asatidz MTs. Zaha.
  • Pembukaan Masa PLM, Kepala Madrasah Himbau untuk Perbaiki Niat.

    Pembukaan Masa PLM, Kepala Madrasah Himbau untuk Perbaiki Niat.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Madrasah.
    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Madrasah (PLM) MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Genggong– Pada tahun ini kemendikbud mengganti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Pelaksanaan MOS yang terkesan kurang mendidik dan terjadi perpeloncoan pada siswa baru ini menjadi dasar penggantian nama kegiatan tersebut. Sehingga semua sekolah di seluruh Indonesia harus mengganti kegiatan MOS dengan PLS. Seperti halnya MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong juga melaksanakan PLS ini. Sebanyak 360 peserta mengikuti kegiatan ini yang dibuka langsung oleh kepala madrasah kemarin Sabtu (23/7).

    Namun, ada sedikit yang berbeda dengan MTs. Zaha, karena menggunakan nama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah dan Pesantren. Seperti yang dikatakan ustadz Wafi selaku waka kesiswaan bahwa madrasah ini berada dibawah pesantren sehingga perlu juga di kenalkan kepada santri (siswa) baru. Setidaknya para santri baru yang belun pernah menyentuh pesantren bisa lebih tahu apa dan bagaimana pesantren itu. “Nanti ada sesi khusus untuk wawasan kepesantrenan”. Terangnya.

    Kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal dalam pengarahannya mengingatkan agar santri memperbaiki niatnya. Karena niat menentukan bagaimana perjalanan kebelakangnya dan semuanya tergantung dari niat masing-masing. Menurutnya, jika salah niat maka akan fatal nantinya, begitu sebaliknya. “Masuk ke pesantren dan madrasah ini harus niat mencari ridha Allah” pesannya.

    Beliau juga berpesan agar tetap semangat meskipun berada dalam lingkungan baru, teman baru, bahkan suasana baru hingga jauh dari orang tua. Karena ini merupakan perjuangan untuk masa depan  dan salah satu cara untuk membanggakan orang tua. “Sekolah dan menjadi santri di pesantren ini sudah menjadi kebanggaan orang tua kalian. Karena kalian jauh dari orang tua, jadi bapak dan ibu guru adalah orang tua kalian selama menuntut ilmu disini”. Tuturnya.

    Kegiatan PLM ini akan berlangsung hingga hari Sabtu depan, karena banyaknya materi yang akan diberikan kepada santri baru. Salah satunya diklat menghafal cepat Asmaul Husna yang membutuhkan waktu selama 2 hari. (Fin)

  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

    selamat idul fitri

    Segenap Pimpinan, Asatidz-asatidzah, Karyawan dan Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal ‘Aidzin wal faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

  • Hasil Shodaqoh Santri Terkumpul, MTs. Zainul Hasan Genggong Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

    Hasil Shodaqoh Santri Terkumpul, MTs. Zainul Hasan Genggong Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

    Foto bersama Kepala Madrasah dan Anak Yatim Penerima Santunan Hasil Shodaqoh Santri MTs. Zaha.
    Foto bersama Kepala Madrasah dan Anak Yatim Penerima Santunan Hasil Shodaqoh Santri MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Genggong-Momentum Ramadan tak disia-siakan oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Bulan yang penuh berkah ini menjadi kesempatan untuk berbagi. Seperti dalam acara rapat bersama wali santri kemarin Selasa (14/6), MTs. Zaha Genggong juga berbagi dengan anak yatim dan fakir miskin.

    Dalam acara yang dikemas dalam pertemuan bersama wali santri kelas VII dan VIII, MTs. Zaha membagikan sejumlah barang berupa tas sekolah, buku, alat tulis dan sejumlah uang. Sebanyak 30 anak yatim dan fuqara yang berasal dari sekitar madrasah mendapatkan barang yang sama.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal menjelaskan bahwa program santunan anak yatim ini merupakan hasil dari program yaumus shodaqoh,  yakni hari dimana santri dan asatidz bershodaqoh bersama. “Setiap hari Kamis kita jadikan hari bershodaqoh. Jadi semua santri beserta asatidz bershodaqoh dihari itu yang dikoordinir oleh ketua kelas dan OSIS. Berapapun jumlahnya tidak masalah, yang penting kita bisa melatih anak untuk saling berbagi”. Ungkapnya.

    Lanjut beliau mengatakan bahwa Selama 6 bulan terakhir, atau periode Januari hingga Juni sudah banyak dana yang terkumpul. “Alhamdulillah, baru beberapa bulan program ini digagas sudah banyak dana yang terkumpul. Sisa dana ini akan diberikan kembali pada anak yatim di bulan Muharram nanti. Insya Allah pahalanya juga sampai pada bapak dan ibu semuanya, karena uang yang terkumpul dari santri bersumber dari bapak dan ibu”. Imbuhnya.

    Tangis haru hadirin pecah ketika penerima santunan yang mayoritas anak yatim itu maju satu-satu dan menerima santunan yang diberikan oleh kepala madrasah. Salah satu hadirin mengatakan bahwa dia ikut terharu dengan kegiatan ini. “saya kasihan kepada anak itu (anak yatim), masih kecil sudah ditinggal orang tuanya. Ini merupakan program mulia dari madrasah yang perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan”. Ujarnya disela-sela pemberian santunan.

    Ustadz Ishak selaku bendahara madrasah dan pemegang uang hasil shodaqoh santri mengatakan bahwa hasil dana yang terkumpul selama 6 bulan ini sebesar Rp. 12.217.500 dan digunakan pada acara santunan ini sebesar Rp. 5.782.500. Sedangkan sisanya sebesar Rp. 6.435.000. Sisa ini akan digunakan kembali pada acara santunan selanjutnya. “Sisa keuangan ini tetap kita gunakan khusus untuk santunan kepada anak yatim ditambah dengan sejumlah uang yang akan dikumpulkan di bulan-bulan berikutnya”. Ungkapnya. (fin)

  • Santri Terima Penghargaan Saat Silaturrahim bersama Wali Santri

    Santri Terima Penghargaan Saat Silaturrahim bersama Wali Santri

    Kepala Madrasah bersama para santri berprestasi tahun 2015-2016
    Kepala Madrasah (tiga dari kiri) bersama para santri berprestasi tahun 2015-2016 yang didampingi walinya.

    Genggong-Proses belajar mengajar semester genap tahun pelajaran 2015-2016 di MTs Zainul Hasan genggong sudah berakhir. Kemarin Selasa (14/6) diberikan buku hasil belajar santri selama satu semester. Bertempat di GOR Zainurrahmah Pesantren Zainul Hasan Genggong juga digelar acara Silaturrahmi Pimpinan dan asatidz bersama Wali santri kelas VII dan VIII sekaligus pembagian buku raport kenaikan kelas. Acara yang dihadiri oleh Kepala MTs Zainul Hasan Almukarrom KH. Moh. Hasan Naufal, para asatidz dan para wali santri ini berlangsung pada jam 1 siang.

    Acara tampak khidmat ketika dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh peraih juara 1 Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Probolinggo, Bagus Fajarianto santri kelas VIII D. Santri inilah yang akan mewakili Kabupaten Probolinggo di tingkat Provinsi dalam cabang yang sama.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh waka kurikulum Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S.Ag, MM, dalam laporannya beliau meminta para wali santri untuk pro aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi putra dan putrinya yang berprestasi agar terus mempertahankan dan meningkatkannya. Dan kepada wali santri yang putra dan putrinya belum berhasil untuk legawa dan terus memacu semangat mereka.

    Selain itu beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah, salah satunya pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “tahun ini kita sedang membangun gedung putra setelah tahun kemarin selesai membangun gedung putri. Mohon doanya supaya lancar sesuai target. Jika bapak dan ibu ingin bershodaqoh silakan, kami tidak meminta sumbangan hanya mengajak untuk bershodaqoh”. Ungkapnya sambil mengeluarkan senyum khasnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 30 anak yatim dari berbagai daerah. Santunan tersebut merupakan hasil program Yaumus Shodaqoh (Hari Bershodaqoh) para asatidz dan para santri yang menyisihkan sebagian rezekinya pada tiap kamis. Pembagian santunan tersebut sangat menyentuh hati para hadirin dan apresiasi pun mengalir dari para wali santri.

    Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dari madrasah kepada para santri yang berhasil menduduki peringkat kelas. Dari 23 kelas diberikan penghargaan kepada peringkat I dan peringkat II di kelas masing-masing. Selain itu juga diberikan penghargaan kepada peringkat terbaik satuan kelas pada program Fullday Agama, Fullday Umum, dan Reguler juga kepada para peraih olimpiade pada tahun 2015-2016. “Khusus kepada para peraih peringkat terbaik satuan kelas kami beri beasiswa selama 1 semester”. lanjut ustadz Harsoyo.

    Dalam acara tersebut Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa proses belajar mengajar tahun pelajaran 2015-2016 sudah berakhir setelah semua santri kelas VII dan VIII menerima buku laporan santri. “Nilai yang tercantum dibuku raport merupakan alat ukur untuk mengetahui kemampuan siswa mencakup Akhlak, Pengetahuan, dan Keterampilan karena itu apapun hasil yang kalian peroleh harus dijadikan sebagai evaluasi atas kemampuan kalian, kalau ada yang kurang bagus jadi kedepan harus diperbaiki dan kalau sudah bagus harus dipertahankan dan ditingkatkan” Ungkapnya.

    Pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar di dalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah dan sumber dari segala barokah di pesantren ini adalah Kyai Hasan Sepuh.”Oleh karena itu, penting bagi para wali santri yang mengantar atau mendaftarkan putra/putrinya di lembaga ini ataupun mau pulang dari pesantren untuk ziaroh ke maqbaroh muassis Genggong terlebih dahulu. Hal ini penting agar silsilah syuyukhiyah kita tetap bersambung dengan para wali Genggong, dengan begitu fuyudlot atau aliran barokah akan terus mengalir kepada diri kita” imbuh kepala madrasah.

    Acara pun berakhir dengan ditutup dengan doa oleh Kepala Madrasah dan dilanjutkan pengambilan raport oleh para wali santri di meja wali kelas masing-masing. (Tgh/Fin)

  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1437 H

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1437 H

    marhaban ya ramadhan mts

    Segenap Pimpinan, Karyawan, Asatidz dan Santri MTs. Zainul Hasan Genggong mengucapkan Marhaban Ya Ramadan Marhaban Syahrus Shiyam. Selamat Menunaikan ibadah puasa 1437 H. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang bertaqwa.