Penulis: Admin MTs Zaha

  • Sambut Hangat Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong

    Sambut Hangat Wali Santri Baru MTs. Zainul Hasan Genggong

    Pembacaan Sholawat Nabi yang Dipimpin oleh Kepala Madrasah di Akhir Acara Silaturrahim
    Pembacaan Sholawat Nabi yang Dipimpin oleh Kepala Madrasah di Akhir Acara Silaturrahim

    Genggong-Sudah menjadi tradisi MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong, yakni melaksanakan silaturrahim bersama wali santri baru diawal tahun pelajaran. Tahun ini, acara silaturrahim pimpinan dan asatidz bersama wali santri baru dilaksanakan oleh MTs. Zaha Genggong kemarin Minggu (31/7).  Silaturrahim yang berlangsung di halaman MTs. Zaha Genggong diikuti oleh sekitar 396 wali santri baru itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan visi, misi dan tujuan madrasah.

    Acara tampak khidmat ketika dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh M. Bagus Fajariyanto dari kelas IX D, santri MTs. Zaha Genggong yang meraih juara 1 Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh staf kurikulum Ustadz M. Fadli Hasan. Dalam laporannya beliau menyampaikan visi, misi dan tujuan Madrasah. Dalam mewujudkan visi, misi, dan tujuan madrasah, beliau meminta para wali santri untuk pro-aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah, baik melalui wali kelas, guru BK, atau melalui waka kesiswaan. Beliau juga menghimbau para wali santri baru untuk selalu memotivasi putra dan putrinya agar memantapkan langkahnya dengan memilih MTs. Zaha Genggong sebagai pilihan hatinya.

    Selain itu, beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah. Salah satunya pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “Tahun ini kami sedang membangun ruang kelas baru untuk santri putra yang bertempat di balakang atay sebelah utara gedung ini”. Paparnya.

    Ditengah acara juga dilakukan demonstrasi atau penampilan baca kitab metode amtsilaty oleh santri MTs. .Zaha Genggong. Metode cepat membaca kitab ini merupakan salah satu program unggulan di MTs. Zaha. Kontan saja seusai penampilan mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin melihat begitu lincahnya para santri menjawab pertanyaan seputar kitab kuning lengkap dengan dasar bacaannya.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa Genggong merupakan pesantren yang paling besar barokahnya. Sesuai dawuh sang ayah Almarhum KH. Hasan Saifourridzall bahwa Genggong adalah Pesantren yang besar barokahnya dan juga besar bala (kualat) nya.

    Kepala Madrasah yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar didalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah. “Sampai kapanpun Madrasah dan Pesantren di Genggong ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan”. Tegasnya.

    Acara berakhir dengan pembacaan sholawat nabi oleh jam’iyah hadroh Munsyiduna MTs. Zaha Genggong kolaborasi dengan Jamiyah Madihin Al Hasanain dan  ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah. (Tgh/Fin)

    Para Hadirin Wali Santri Baru di Acara Silaturrahim bersama Asatidz MTs. Zaha.
    Para Hadirin Wali Santri Baru di Acara Silaturrahim bersama Asatidz MTs. Zaha.
  • Pembukaan Masa PLM, Kepala Madrasah Himbau untuk Perbaiki Niat.

    Pembukaan Masa PLM, Kepala Madrasah Himbau untuk Perbaiki Niat.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Madrasah.
    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Madrasah (PLM) MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Genggong– Pada tahun ini kemendikbud mengganti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Pelaksanaan MOS yang terkesan kurang mendidik dan terjadi perpeloncoan pada siswa baru ini menjadi dasar penggantian nama kegiatan tersebut. Sehingga semua sekolah di seluruh Indonesia harus mengganti kegiatan MOS dengan PLS. Seperti halnya MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong juga melaksanakan PLS ini. Sebanyak 360 peserta mengikuti kegiatan ini yang dibuka langsung oleh kepala madrasah kemarin Sabtu (23/7).

    Namun, ada sedikit yang berbeda dengan MTs. Zaha, karena menggunakan nama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah dan Pesantren. Seperti yang dikatakan ustadz Wafi selaku waka kesiswaan bahwa madrasah ini berada dibawah pesantren sehingga perlu juga di kenalkan kepada santri (siswa) baru. Setidaknya para santri baru yang belun pernah menyentuh pesantren bisa lebih tahu apa dan bagaimana pesantren itu. “Nanti ada sesi khusus untuk wawasan kepesantrenan”. Terangnya.

    Kepala madrasah KH. Moh. Hasan Naufal dalam pengarahannya mengingatkan agar santri memperbaiki niatnya. Karena niat menentukan bagaimana perjalanan kebelakangnya dan semuanya tergantung dari niat masing-masing. Menurutnya, jika salah niat maka akan fatal nantinya, begitu sebaliknya. “Masuk ke pesantren dan madrasah ini harus niat mencari ridha Allah” pesannya.

    Beliau juga berpesan agar tetap semangat meskipun berada dalam lingkungan baru, teman baru, bahkan suasana baru hingga jauh dari orang tua. Karena ini merupakan perjuangan untuk masa depan  dan salah satu cara untuk membanggakan orang tua. “Sekolah dan menjadi santri di pesantren ini sudah menjadi kebanggaan orang tua kalian. Karena kalian jauh dari orang tua, jadi bapak dan ibu guru adalah orang tua kalian selama menuntut ilmu disini”. Tuturnya.

    Kegiatan PLM ini akan berlangsung hingga hari Sabtu depan, karena banyaknya materi yang akan diberikan kepada santri baru. Salah satunya diklat menghafal cepat Asmaul Husna yang membutuhkan waktu selama 2 hari. (Fin)

  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

    selamat idul fitri

    Segenap Pimpinan, Asatidz-asatidzah, Karyawan dan Keluarga Besar MTs. Zainul Hasan Genggong mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal ‘Aidzin wal faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

  • Hasil Shodaqoh Santri Terkumpul, MTs. Zainul Hasan Genggong Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

    Hasil Shodaqoh Santri Terkumpul, MTs. Zainul Hasan Genggong Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

    Foto bersama Kepala Madrasah dan Anak Yatim Penerima Santunan Hasil Shodaqoh Santri MTs. Zaha.
    Foto bersama Kepala Madrasah dan Anak Yatim Penerima Santunan Hasil Shodaqoh Santri MTs. Zainul Hasan Genggong.

    Genggong-Momentum Ramadan tak disia-siakan oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong. Bulan yang penuh berkah ini menjadi kesempatan untuk berbagi. Seperti dalam acara rapat bersama wali santri kemarin Selasa (14/6), MTs. Zaha Genggong juga berbagi dengan anak yatim dan fakir miskin.

    Dalam acara yang dikemas dalam pertemuan bersama wali santri kelas VII dan VIII, MTs. Zaha membagikan sejumlah barang berupa tas sekolah, buku, alat tulis dan sejumlah uang. Sebanyak 30 anak yatim dan fuqara yang berasal dari sekitar madrasah mendapatkan barang yang sama.

    Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal menjelaskan bahwa program santunan anak yatim ini merupakan hasil dari program yaumus shodaqoh,  yakni hari dimana santri dan asatidz bershodaqoh bersama. “Setiap hari Kamis kita jadikan hari bershodaqoh. Jadi semua santri beserta asatidz bershodaqoh dihari itu yang dikoordinir oleh ketua kelas dan OSIS. Berapapun jumlahnya tidak masalah, yang penting kita bisa melatih anak untuk saling berbagi”. Ungkapnya.

    Lanjut beliau mengatakan bahwa Selama 6 bulan terakhir, atau periode Januari hingga Juni sudah banyak dana yang terkumpul. “Alhamdulillah, baru beberapa bulan program ini digagas sudah banyak dana yang terkumpul. Sisa dana ini akan diberikan kembali pada anak yatim di bulan Muharram nanti. Insya Allah pahalanya juga sampai pada bapak dan ibu semuanya, karena uang yang terkumpul dari santri bersumber dari bapak dan ibu”. Imbuhnya.

    Tangis haru hadirin pecah ketika penerima santunan yang mayoritas anak yatim itu maju satu-satu dan menerima santunan yang diberikan oleh kepala madrasah. Salah satu hadirin mengatakan bahwa dia ikut terharu dengan kegiatan ini. “saya kasihan kepada anak itu (anak yatim), masih kecil sudah ditinggal orang tuanya. Ini merupakan program mulia dari madrasah yang perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan”. Ujarnya disela-sela pemberian santunan.

    Ustadz Ishak selaku bendahara madrasah dan pemegang uang hasil shodaqoh santri mengatakan bahwa hasil dana yang terkumpul selama 6 bulan ini sebesar Rp. 12.217.500 dan digunakan pada acara santunan ini sebesar Rp. 5.782.500. Sedangkan sisanya sebesar Rp. 6.435.000. Sisa ini akan digunakan kembali pada acara santunan selanjutnya. “Sisa keuangan ini tetap kita gunakan khusus untuk santunan kepada anak yatim ditambah dengan sejumlah uang yang akan dikumpulkan di bulan-bulan berikutnya”. Ungkapnya. (fin)

  • Santri Terima Penghargaan Saat Silaturrahim bersama Wali Santri

    Santri Terima Penghargaan Saat Silaturrahim bersama Wali Santri

    Kepala Madrasah bersama para santri berprestasi tahun 2015-2016
    Kepala Madrasah (tiga dari kiri) bersama para santri berprestasi tahun 2015-2016 yang didampingi walinya.

    Genggong-Proses belajar mengajar semester genap tahun pelajaran 2015-2016 di MTs Zainul Hasan genggong sudah berakhir. Kemarin Selasa (14/6) diberikan buku hasil belajar santri selama satu semester. Bertempat di GOR Zainurrahmah Pesantren Zainul Hasan Genggong juga digelar acara Silaturrahmi Pimpinan dan asatidz bersama Wali santri kelas VII dan VIII sekaligus pembagian buku raport kenaikan kelas. Acara yang dihadiri oleh Kepala MTs Zainul Hasan Almukarrom KH. Moh. Hasan Naufal, para asatidz dan para wali santri ini berlangsung pada jam 1 siang.

    Acara tampak khidmat ketika dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al Quran oleh peraih juara 1 Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Probolinggo, Bagus Fajarianto santri kelas VIII D. Santri inilah yang akan mewakili Kabupaten Probolinggo di tingkat Provinsi dalam cabang yang sama.

    Acara dilanjutkan dengan laporan pendidikan oleh waka kurikulum Ustadz H.M. Harsoyo Mukhtar, S.Ag, MM, dalam laporannya beliau meminta para wali santri untuk pro aktif berkomunikasi dengan pihak madrasah. Beliau juga menghimbau para wali santri untuk selalu memotivasi putra dan putrinya yang berprestasi agar terus mempertahankan dan meningkatkannya. Dan kepada wali santri yang putra dan putrinya belum berhasil untuk legawa dan terus memacu semangat mereka.

    Selain itu beliau juga menyampaikan beberapa program yang sedang dilaksanakan oleh madrasah, salah satunya pembangunan gedung baru yang saat ini masih berjalan. “tahun ini kita sedang membangun gedung putra setelah tahun kemarin selesai membangun gedung putri. Mohon doanya supaya lancar sesuai target. Jika bapak dan ibu ingin bershodaqoh silakan, kami tidak meminta sumbangan hanya mengajak untuk bershodaqoh”. Ungkapnya sambil mengeluarkan senyum khasnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 30 anak yatim dari berbagai daerah. Santunan tersebut merupakan hasil program Yaumus Shodaqoh (Hari Bershodaqoh) para asatidz dan para santri yang menyisihkan sebagian rezekinya pada tiap kamis. Pembagian santunan tersebut sangat menyentuh hati para hadirin dan apresiasi pun mengalir dari para wali santri.

    Dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dari madrasah kepada para santri yang berhasil menduduki peringkat kelas. Dari 23 kelas diberikan penghargaan kepada peringkat I dan peringkat II di kelas masing-masing. Selain itu juga diberikan penghargaan kepada peringkat terbaik satuan kelas pada program Fullday Agama, Fullday Umum, dan Reguler juga kepada para peraih olimpiade pada tahun 2015-2016. “Khusus kepada para peraih peringkat terbaik satuan kelas kami beri beasiswa selama 1 semester”. lanjut ustadz Harsoyo.

    Dalam acara tersebut Kepala Madrasah KH. Moh. Hasan Naufal mengatakan bahwa proses belajar mengajar tahun pelajaran 2015-2016 sudah berakhir setelah semua santri kelas VII dan VIII menerima buku laporan santri. “Nilai yang tercantum dibuku raport merupakan alat ukur untuk mengetahui kemampuan siswa mencakup Akhlak, Pengetahuan, dan Keterampilan karena itu apapun hasil yang kalian peroleh harus dijadikan sebagai evaluasi atas kemampuan kalian, kalau ada yang kurang bagus jadi kedepan harus diperbaiki dan kalau sudah bagus harus dipertahankan dan ditingkatkan” Ungkapnya.

    Pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menyampaikan pesan agar di dalam belajar di pesantren ini harus mengutamakan Pesantren, bukan mengutamakan sekolah. Pesantren merupakan induk dari madrasah dan sumber dari segala barokah di pesantren ini adalah Kyai Hasan Sepuh.”Oleh karena itu, penting bagi para wali santri yang mengantar atau mendaftarkan putra/putrinya di lembaga ini ataupun mau pulang dari pesantren untuk ziaroh ke maqbaroh muassis Genggong terlebih dahulu. Hal ini penting agar silsilah syuyukhiyah kita tetap bersambung dengan para wali Genggong, dengan begitu fuyudlot atau aliran barokah akan terus mengalir kepada diri kita” imbuh kepala madrasah.

    Acara pun berakhir dengan ditutup dengan doa oleh Kepala Madrasah dan dilanjutkan pengambilan raport oleh para wali santri di meja wali kelas masing-masing. (Tgh/Fin)

  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1437 H

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1437 H

    marhaban ya ramadhan mts

    Segenap Pimpinan, Karyawan, Asatidz dan Santri MTs. Zainul Hasan Genggong mengucapkan Marhaban Ya Ramadan Marhaban Syahrus Shiyam. Selamat Menunaikan ibadah puasa 1437 H. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang bertaqwa.

  • Pengarang Kitab Amtsilati Mewisuda 117 Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

    Pengarang Kitab Amtsilati Mewisuda 117 Santri MTs. Zainul Hasan Genggong

    Wisudawan Terbaik Didampingi Orang Tua Foto Bersama Ketua Yayasan, Kepala Madrasah dan Pengarang Kitab Amtsilati.
    Wisudawan Terbaik Didampingi Orang Tua Foto Bersama Ketua Yayasan, Kepala Madrasah dan Pengarang Kitab Amtsilati.

    Genggong- Wisuda perdana program amtsilati sukses digelar oleh MTs. Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong kemarin Ahad (15/5). Sebanyak 107 santri putri dan 10 santri putra diwisuda langsung oleh pengarang kitab Amtsilati, KH. Taufiqul Hakim dari Jepara Jawa Tengah. Acara yang berlangsung dihalaman MTs. Zainul Hasan itu juga dihadiri oleh wali santri wisudawan dan wisudawati, dewan asatidz, serta beberapa Ashabul Bait Pesantren Zainul Hasan Genggong. Tampak diantaranya KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, KH. Moh. Hasan Saiful Islam, KH. Hassan Ahsan Malik, Nyai Hj. Aziziah,  Nyai Hj. Endah Nihayati Saif.

    Sebelum diwisuda, santri diuji publik oleh pengarang kitab amtsilati. Pada uji publik ini membuat suasana makin meriah. Pasalnya para santri yang diuji tidak hanya bisa membaca kitab yang dipilih secara acak oleh hadirin, tapi juga mampu memberikan dasar bacaan yang sesuai dengan qoidah amtsilati. kekompakan menjawab yang dilontarkan dalam bentuk nadhom disambut dengan tepuk tangan hadirin yang begitu meriah.

    KH. Taufiqul Hakim menjelaskan bahwa dengan metode amtsilati santri bisa belajar membaca kitab kuning dengan senang. Karena pembelajarannya dengan sistem nadhom yang dibaca berulang-ulang tapi juga ada target agar santri bisa menuntaskan pelajarannya. “Diharapkan selama 6 bulan santri sudah bisa tuntas belajarnya dan sudah bisa membaca kitab yang belum ada makna dan harokatnya alias kitab gundul. Dan metode ini bisa digunakan oleh semua kalangan bahkan bagi santri yang belum pernah belajar kitab saja juga bisa”. Tegasnya.

    Disisi lain kepala MTs. Zaha Genggong, KH. Moh. Hasan Naufal dalam sambutannya mengatakan bahwa Amtsilati termasuk salah satu program unggulan di madrasah ini. Beliau juga bersyukur bisa melaksanakan wisuda perdana ini yang juga dihadiri langsung oleh pengarangnya. “Alhamdulillah pada malam ini bisa terlaksana wisuda perdana dan insya Allah acara ini menjadi program setiap tahun. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada KH. Taufiqul Hakim atas kehadirannya dan semoga tahun depan bisa kembali hadir dengan lebih banyak lagi yang diwisuda. Tuturnya.

    Wisudawan dan wisudawati mendapatkan 2 ijazah yang diserahkan ketika prosesi wisuda. Pertama ijazah dari pengarang kitab Amtsilati dan kedua ijazah dari MTs. Zaha Genggong. Dalam wisuda ini juga terdapat 3 wisudawan terbaik, yaitu Jinani Firdausi As’ad sebagai wisudawan terbaik pertama, Roihana Firdausiah pada posisi kedua, dan terbaik ketiga diraih oleh Adelia Damayanti. Penghargaan diberikan langsung oleh ketua yayasan dan H. Taufiqul Hakim yang didampingi oleh kepala madrasah.

    KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah selaku ketua yayasan berpesan agar tidak meninggalkan ilmu Nahwu dan Shorrof seperti ini, karena ilmu seperti ini merupakan modal untuk bisa mempelajari segala macam ilmu. Selain itu, beliau juga berpesan agar selalu menjaga identitas kesantriannya. Beliau juga berharap agar wisudawan yang dinyatakan lulus UN bisa melanjutkan belajarnya di Pesantren Zainul Hasan Genggong karena di pesantren ini semuanya ada. “Genggong itu ibarat pasar, semua menu ilmu ada. Jadi kalian tinggal pilih sesuai keilmuan yang kalian minati”. Tuturnya.

    Diakhir sambutannya beliau memberikan hadiah spesial kepada wisudawan terbaik berupa gratis biaya pendidikan di lembaha favorit di Pesantren Zaha Genggong. “Khusus 3 wisudawan terbaik saya bebaskan SPP selama 1 Tahun jika melanjutkan di SMA Unggulan atau MA Model Genggong”. Tegasnya.

    Acara wisuda ini ditutup dengan pembacaan sholawat nabi yang dibawakan oleh santri MTs. Zaha Genggong yang tergabung dalam Jam”iyah Hadrah “Munsyiduna”. (Tgh/Fin)

    Uji Publik: KH. Taufiqul Hakim Menguji Santri di Hadapan Para Hadirin.
    Uji Publik: KH. Taufiqul Hakim Menguji Santri di Hadapan Para Hadirin.
  • Sukses UN 2016

    Sukses UN 2016

    Selamat menempuh Ujian Nasional tahun pelajaran 2015-2016 untuk santri MTs. Zainul Hasan Genggong. Semoga sukses, barokah dan manfaat. #UN 09-12 Mei 2016

    selamat un