SEMARAK MUSKERWIL PWNU JATIM, STAN BAZAR MTS ZAHA DIBANJIRI PENGUNJUNG

Semarak perhelatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton semakin ramai dipadati pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat kemarin (30/11). Hal ini didukung oleh adanya Bazar Nusantara yang diikuti oleh berbagai pondok Pesantren se Jawa Timur. Salah satu diantara ratusan pesantren yang mengikuti bazar adalah Pesantren Zainul Hasan Genggong. pada bazar ini Pesantren Zainul Hasan Genggong diwakili oleh Tim Bazar MTs Zainul Hasan Genggong (MTs Zaha).


Tim bazar MTs Zaha yang diberi kesempatan emas ini tidak menyia-nyiakan momentum yang diberikan. berbagai hasil karya santri dipamerkan di stan yang telah disediakan panitia, diantaranya batako, bunga hias, vas bunga dari sampah, kaligrafi, air mancur dari sampah, bahkan beberapa makanan dan minuman hasil karya santri MTs Zaha melalui program Student’s day.


Ustadz Kholil, pengunjung yang merupakan pengurus PCNU dari salah satu kabupaten di Jawa ,terlihat menyusuri stan bazar MTs Zaha untuk mencoba bakso dari sawi pakchoy. “Mantep banget bakso buatan santri Genggong nih…. pentolnya enak banget. Rasa sawinya muncul. pastinya mengurangi kolesterol. Bisa dicoba yang lain…,” ucap Ustadz Kholil sambil terkekeh. Ustadz Kholil yang datang bersama teman-temannya tak lupa membeli beberapa barang hasil karya santri seperti kaligrafi dan bunga. “aku beli buat istri di rumah, soalnya barangnya bagus dan harganya terjangkau,” kata Ustadz Kholil.


Sementara itu, Hj. Faiqoh dan Hj. Laila warga Kabupaten Probolinggo yang mengaku datang untuk mengirim putranya mampir ke stan untuk bertanya tentang cara pembuatan batako plastik dan vas bunga dari sampah. “Tadi pulang ngirim anak, kita mampir di sini karena kepo batako plastik dan vas dari sampah. Skalian beli camilan di stan MTs Zaha ini. Kita sudah muter-muter tadi,” katanya.


Ustadz Nanang sebagai penanggungjawab stan MTs Zaha mengatakan bahwa stan MTs Zaha menjadi stan paling ramai di ajang muskerwil dikarenakan barang-barang yang dipamerkan merupakan barang yang unik dan jarang dibuat orang. ” Alhamdulillah ramai banget, banyak pengurus NU yang hadir hanya sekedar untuk tanya-tanya. Banyak juga yang membeli. Salah satu yang bikin kami kaget adalah kehadiran pengasuh pondok Nurul Jadid, KH. Zuhri Zaini. Beliau banyak meminta informasi tentang barang-barang yang kami pamerkan. Beliau antusias sekali.” tutur Ustadz Nanang sambil tersenyum.


Bazar yang digelar Muskerwil PWNU tersebut menjadi ajang pembuktian bagi para santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur untuk menunjukkan bahwa jati diri santri juga untuk memperkuat perekonomian bangsa. seperti yang ditunjukkan oleh Pesantren Zainul Hasan Genggong yang diwakili MTs Zaha. (Tgh/Ry)