OSBA Hari Kedua, Kenalkan Profil dan Para Pendiri Pesantren

Genggong- Memasuki hari kedua masa orientasi santri baru (OSBA) MTs. Zainul Hasan 1 Genggong pada Senin (22/7) para peserta dijamu dengan beberapa materi dari para narasumber yang mayoritas berasal dari pimpinan madrasah. Dalam kesempatan itu, santri baru mendapat tiga materi, antara lain profil pesantren dan pengenalan muassis genggong, sosialisasi tata tertib santri, serta pengenalan bimbingan konseling.

Materi profil pesantren menjadi yang pertama disajikan kepada santri. Di sesi ini, Ustad Teguh Firmansyah, S.Pd., M.Pd. selaku pemateri menjelaskan tentang sejarah berdirinya pesantren, mulai dari pendiri pertama sampai pengasuh saat ini. Selain mengenalkan tentang sejarah dan para muassis pesantren, wakil kepala madrasah bagian humas ini juga menampilkan video inspiratif menyentuh hati yang sukses membuat para peserta osba meneteskan air mata. “Sebagai santri baru, hal yang pertama kalian rasakan adalah rindu. Rindu orang tua, rindu keluarga. Namun jangan sampai rindu itu mengecewakan orang tua kalian yang ingin anaknya sukses di pesantren ini.” Tuturnya.

Selanjutnya, materi kedua tentang sosialisasi tata tertib santri disampaikan oleh wakil kepala madrasah bagian kesiswaan, Ustad Abdul Wafi Haris, S.H., M.Pd.I.. Pada sesi ini, beliau lebih banyak menjelaskan tentang buku CPS (Catatan Pribadi Santri). “Nantinya kalian akan mendapatkan buku CPS ini bukan hanya untuk mencatat pelanggaran yang kalian lakukan, namun juga mencatat prestasi apa saja yang kalian torehkan di MTs. Dengan catatan prestasi tersebut, maka poin pelanggaran yang kalian akan berkurang.” Tandasnya.

Usai sosialisasi tata tertib santri, acara dilanjutkan dengan pengenalan Bimbingan dan Konseling (BK) yang disampaikan oleh Ustadzah Halimatus Sa’diyah, S.Pd. Pada sesi ini, para santri baru diajak untuk senam BK agar bersemangat lagi dalam menyimak pemateri.

Selesai senam, Guru BK yang biasa dipanggil ustadzah Ima ini langsung menjelaskan tentang BK, mulai dari pengertian, sampai asas-asas guru BK. Ustadzah Ima juga menjelaskan bahwa guru BK bukan guru yang harus ditakuti. Namun sebaliknya, guru BK adalah orang tua bagi santri, tempat  curhat dan konsultasi santri. “Jika kalian punya permasalahan apa saja, silahkan datangi kami, guru BK. Curhatlah kepada kami, anggap kami orang tua kalian. Insya Allah akan kami bantu mencari jalan keluarnya.” Jelasnya.Usai penyampaian tiga materi, acara ditutup dengan pengarahan dan doa oleh ustad Sandi Zainullah. Selesai acara, para santri langsung meninggalkan GOR dengan didampingi oleh para pengurus OSIS.