Santri MTs. Zaha Belajar Membatik

Santri MTs. Zaha saat Melakukan Praktik Membatik.

Sejumlah 27 santri Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan (MTs. Zaha) Genggong menimba ilmu di Griya Batik Rengganis desa Selowogo kecamatan Bungatan kabupaten Situbondo pada hari Sabtu 28 Oktober 2017. Ditempat itu, 27 santri yang menempuh program 4 semester tersebut juga diberi kesempatan langsung untuk mempraktikkan cara membatik pada selembar kain yang telah disiapkan oleh Griya Batik yang sempat menyabet juara I UMKM Award tingkat nasional beberapa tahun lalu.

Seperti yang dikatakan oleh ustadz Hazbullah Rohman, ketua program PDCI (4 semester) MTs. Zaha bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program outing class yang dikhususkan untuk santri yang menempuh program 4 semester. Hal ini sebagai implementasi dari materi yang telah disampaikan oleh guru di MTs. Zaha. Tujuannya supaya santri tersebut tak hanya mengerti teorinya tapi juga paham praktiknya. “Ini merupakan kegiatan outing class yang pertama dengan materi batik yang dibahas dalam mata pelajaran seni budaya. Jadi mereka bisa tau langsung proses pembuatan batik serta motif-motif batik”, ujarnya.

Ditempat ini, para santri juga diberikan penjelasan secara detail tentang batik oleh bapak Jasmiko, pemilik griya batik. Mulai dari macam-macam motif batik yang diproduksi, tahapan-tahapan serta teknik dalam pembuatan batik, hingga cara pemasarannya. Bahkan, ilmu entrepreneur juga dengan gambling dijelaskan kepada para santri.

Rupanya, dari penjelasannya itu membuat santri semakin semangat untuk mendengarkan setiap kata yang dijelaskan. Hingga beberapa pertanyaanpun dilontarkan. Bima contohnya, dia menanyakan cara pemasarannya hingga begitu banyak dikenal oleh orang.

“Pertama kita kenalkan kepada orang melalui kegiatan-kegiatan kecil yang dilakukan masyarakat, menjajakan produk kita ke tempat-tempat orang, hingga kegiatan seperti pameran produk. Saat ini, mempromosikan produk bisa lebih muda dengan menggunakan media sosial”, papar bapak Jasmiko.

Usai mendapat penjelasan mengenai batik, para santri langsung diberi kesempatan untuk praktik. Diruang belakang griya batik tersebut, semua santri sangat antusias melakukan praktik membatik. Mulai dari praktik dengan teknik cap, tulis, pewarnaan, hingga finishing. “Awalnya sulit dan tangan masih kaku, tapi  setelah berkali-kali mencoba akhirnya bisa juga. Banyak ilmu yang didapat dengan kegiatan ini. Terutama proses dan cara membatik”, ujar Tias Anggita Verolina, santri asal Situbondo. (Pin)