Ikuti Paradise II di Jember, Regu Scorpion Bawa Pulang 3 Juara

Santri MTs. Zaha Genggong saat Terima Juara Pada Ajang Paradise II MAN 2 Jember

Regu Scorpion MTs. Zainul Hasan 1 Genggong kembali mengikuti ajang lomba pramuka penggalang yang diadakan oleh MAN 2 Jember bertajuk PARADISE II. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (14-16 Oktober 2017) tersebut berisi tiga belas lomba yang diperebutkan oleh lembaga se Jawa Timur.

Dari tiga belas lomba yang diadakan, Regu Scorpion hanya bisa membawa pulang 3 kategori lomba saja. Yakni, lomba pioneering juara satu, lomba cerdas cermat juara dua, dan lomba Clean Resident juara tiga. “Alhamdulillah kita masih bisa pulang dengan membawa juara”, ujar ustadz Agus, pendamping peserta lomba.

Ustadz Agus juga menyampaikan bahwa ini merupakah hasil dari semangat para santri MTs. Zaha yang mengikuti paradise II ini. Para santri yang tergabung dalam regu scorpion ini melakukan latihan lebih ekstra untuk mempersiapkan lomba.

Namun disisi lain, ternyata persiapan tersebut harus bertentangan dengan beberapa teknis lomba yang berubah-ubah dan tidak sesuai juknis dan peraturan awal. Sehingga hal tersebut mengotori ajang yang sudah berlangsung ke dua kalinya ini dan tentunya merugikan pihak MTs. Zaha. Tak sedikit pendamping regu yang protes kepada panitia, termasuk pendamping dari MTs. Zaha.

Pada ajang lomba warna-warni paradise (mengecat tembok) misalnya, yang semula menggunakan tiga warna, berubah menjadi dua warna saja. Hal ini sangat bertentangan dengan topic lomba “warna-warni. Kemudian lomba mading 3D, yang di juknis peserta terdiri atas empat orang, pada saat perlombaan hanya diperbolehkan tiga orang.

Tidak sampai di situ, lomba PBB tongkat bukan hanya menyalahi teknis, namun sudah menyalahi aturan dalam pramuka. Menurut Kak Roey, Pembina Pramuka MTs. Zaha, sandang tongkat seharusnya tidak memakai tali. “Saya nggak ngerti aturan di Jember ini seperti apa. Tapi yang jelas, di mana-mana sandang tongkat itu tidak pakai tali.” Protes Pembina yang juga anggota Saka Bhayangkara Polres Probolinggo tersebut.

Protes juga dilayangkan oleh pendamping regu dari madrasah lain. Pendamping berbaju loreng tersebut menyayangkan keputusan juri yang berubah-ubah. “Tadi di papan pengumuman, regu kami lomba pentas seni juara satu. Ketika pengumuman, eh malah juara tiga. Gak fair ini jurinya”, Tandasnya. (Gus/Fin)